[PR] Pelanggan Unified Computing System Melampaui Angka 10.000; Mencetak 53 Rekor Dunia Standar Industri

Reading time:
February 9, 2012

Keuntungan bisnis yang menarik dan pengurangan biaya mendorong peningkatan jumlah pelanggan yang pesat di seluruh dunia

Cisco Logo

JAKARTA, Indonesia – 9 Februari 2012 – Cisco mengumumkan bahwa hanya dalam waktu dua tahun, Cisco Unified Computing System™, (Cisco UCS™) yang mengintegrasikan komputasi, jaringan, manajemen dan virtualisasi, telah merebut perhatian dari para manajer data center dan CIO – dengan mencatat lebih dari 10.000 pelanggan di seluruh dunia, termasuk 3.000 pelanggan di Eropa, telah mengimplementasikan UCS. Banyak pengamat industri merasa skeptis mengenai teknologi komputasi baru yang dapat bertahan di pasar yang sangat kompetitif ini, namun keuntungan bisnis dan pengurangan biaya terbukti memikat banyak industri dan bidang kerja. Sejak peluncuran yang pertama di bulan juli 2009, UCS telah mencetak 53 rekor dunia untuk kinerja standar industri, dan mengumpulkan selusin penghargaan industri untuk inovasi

Menurut penelitian terbaru Servers and Virtualization Study oleh TheInfoPro,™, Cisco memimpin di antara jajaran vendor server untuk visi, inovasi teknis, performa produk, dan tenaga penjualan. Sebesar 33 persen responden menobatkan Cisco sebagai “the most exiciting vendor,” lebih unggul delapan persen dari vendor yang berada di posisi kedua.*

Cisco Cloud Index 2011 meramalkan bahwa cloud computing mentransformasi bisnis: lebih dari 50 persen dari beban komputasi di data center diperkirakan akan menjadi berbasis cloud pada tahun 2014, lalu-lintas cloud global akan tumbuh 12 kali lipat pada tahun 2015, sampai 1,6 zettabyte per tahun – setara dengan video kelas bisnis selama empat hari untuk setiap orang di bumi. Pertumbuhan cloud yang eksplosif ini memerlukan kemampuan data center yang lebih maju yang disediakan oleh UCS untuk mendukung penghantaran aplikasi cloud secara end-to-end.

Dirancang dari dasar ke atas dengan pendekatan “clean slate,” Cisco UCS merupakan sebuah sistem terintegrasi yang dirancang untuk mengoptimalkan komputasi, jaringan, akses storage, virtualisasi, dan manajemen. UCS menjangkau tuntutan pasar yang kuat atas pendekatan baru terhadap komputasi, yang memungkinkan departemen TI untuk menghadirkna bisnis model baru dengan arsitektur yang inovatif dan terintegrasi. Pelanggan dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk meluncurkan aplikasi baru, meningkatkan fleksibilitas bisnis dan menghemat biaya. UCS merupakan platform komputasi fabric pertama yang mengkombinasikan arsitektur server x86 standar industri dengan jaringan dan akses storage ke dalam satu sistem terintegrasi. Cisco bekerja sama dengan vendor infrastruktur dan software terdepan, termasuk BMC, CA, Citrix, EMC, Hitachi Data System, Microsoft, NetApp, Oracle, Red Hat, SAP, VMware untuk menyediakan solusi end-to-end yang tervalidasi.

Pelanggan UCS di Seluruh Dunia Mendapatkan Keuntungan Bisnis

Monsanto

Monsanto, penyedia teknologi agrikultur global yang membantu para petani menghasilkan lebih banyak panen dengan menggunakan sumber daya yang lebih sedikit, pada awalnya mengimplementasikan UCS untuk meng-host virtualisasi untuk aplikasi SAP dengan VMware, sehingga memungkinkan bagi mereka untuk mengurangi 160 server aplikasi fisik menjadi hanya 12 server blade UCS untuk meng-host 200 SAP Virtual Machines. Proyek penyegaran kembali data center Monsanto memperluas fungsi UCS untuk mendukung tambahan aplikasi seperti Oracle dan Weblogic; dengan 50 server blade UCS saat ini untuk mendukung 1600 mesin Virtual dan dengan rencana ekspansi yang berkelanjutan. “Dengan memanfaatkan kemampuan fabric terintegrasi dan profil layanan unik UCS, kami dapat mengurangi penggunaan tenaga listrik sebesar 35 kilowatt, menghilangkan ratusan kabel LAN dan port SAN, dan menciptakan lingkungan aplikasi dengan tingkat ketersediaan dan fleksibilitas yang tinggi untuk mendukung virtualisasi dan terutama mobilitas Virtual Machine,” ujar Todd Eyrick, Business Alignment and Strategy Lead, Global Infrastructure, Monsanto. “UCS Service Profile, yang memungkinkan kami menentukan karakteristik untuk layanan fisik dan virtual menggunakan template software, menjadi kunci untuk mencapai tujuan kami dengan menghantarkan model IaaS.”

Euronet Worldwide

Euronet Worldwide merupakan pemimpin industri dan penyedia solusi transaksi finansial dengan keamanan tingkat tinggi. Euronet Worldwide telah membangun jaringan ATM independen pertama di Eropa Tengah dan Timur. Euronet Worldwide memproses lebih dari $50 miliar di ATM, prepaid, dan pembayaran transfer uang untuk lebih dari 115 institusi finansial, 200 operator mobile, 320.000 peritel dan agen, dan jutaan pelanggan individu di 46 negara. Dengan bantuan S&T Consulting Hungary, Euronet mengimplementasikan Cisco UCS dikombinasikan dengan teknologi NetApp dan VMware dalam satu solusi bersama untuk data center utamanya yang berlokasi di Hungaria, yang mendukung pemrosesan transaksi untuk anak perusahaan Euronet di 28 negara di seluruh Eropa Tengah dan Timur. “Kami memerlukan infrastruktur cloud yang dapat membantu kami merespon dengan cepat kebutuhan bisnis yang selalu berubah dan menyesuaikan kapasitas sesuai kebutuhan,” ujar Suresh Nandihalli, Chief Operating Officer, Euronet EFT Europe. “Solusi yang terintegrasi ini memberikan kami total cost of ownership yang lebih rendah, return of investment yang lebih baik, dan infrastruktur yang jauh lebih fleksibel untuk mendukung aplikasi bisnis kami dan membantu kami memenuhi tantangan bisnis dan beban kerja.”

The Chinese University of Hong Kong

The Chinese University of Hong Kong, sebagai salah satu universitas teratas di Hong Kong dan Asia, memusatkan dan memvirtualisasikan sumber daya TI nya dengan mengimplementasikan arsitektur Cisco Unified Data Center dengan Cisco Unified Computing System dan switch Nexus untuk merampingkan pengelolaan data center, provisi sumber daya komputer yang lebih cepat, dan meningkatkan kekuatan komputasi untuk para pengguna akademis, terutama untuk penelitian medis dan ilmiah. “Para pengguna kami memiliki ekspektasi tinggi atas infrastruktur data center kami – mereka menginginkan provisioning yang lebih cepat dan fleksibel dengan biaya yang lebih rendah,” kata Philip Leung, Director of Information Technology Services, The Chinese University of Hong Kong. “Sangat penting untuk memilih solusi yang dapat mengintegrasikan semua komponen utama termasuk jaringan, server, storage dan backup. Kehandalan, skalabilitas serta kemudahan otomasi dan integrasi yang erat merupakan kriteria utama ketika kami memilih platform infrastruktur data center Cisco.”

AudienceView Ticketing

Dengan 140 klien mewakili lebih dari 500 venue di Eropa, Asia, Australia, dan Amerika, AudienceView Ticketing merupakan penyedia solusi ticketing global white-label berbasis-web untuk teater, arena, stadiun dan event seni. AudienceView mengimplementasikan solusi turnkey yang efisien dan ringkas yang terdiri dari Cisco UCS, storage EMC, dan virtualisasi dengan VMware vSphere Hypervisor untuk mendukung lingkungan cloud computingnya. “Tujuan utama kami sebagai sebuah organisasi adalah untuk tumbuh, dan sekarang kami memiliki building block standard untuk provisioning data center kami seiring dengan pertumbuhan kami,” kata Gopi Balasingam, Vice President of Operations, AudienceView Ticketing. “UCS mempercepat waktu time-to-market kami secara signifikan – kami sebelumnya menghabiskan sampai satu setengah hari untuk provisioning server baru, tetapi sekarang kami dapat melakukannya dalam waktu 60 menit – fleksibilitas bisnis seperti itu berarti penghematan besar bersamaan dengan kami membuka data center baru di wilayah Asia Pasifik. Kami juga mengurangi biaya operasional sebesar 25 persen karena UCS membutuhkan lebih sedikit peripheral hardware.”

Boston University Medical Center

“UCS menyediakan solusi yang bertenaga dan fleksibel untuk lingkungan penelitian kami – daripada mendedikasikan masing-masing server untuk aplikasi spesifik, kami dapat menggunakan UCS service profile untuk mengubah server blade guna mendukung aplikasi baru dalam hitungan menit,” ujar Dr John Meyers, Technology Director, Department of Medicine, Boston University Medical Center. “Kami juga menggunakan UCS untuk melakukan provision File Transfer Protocol (FTP) yang aman sehingga dapat berbagi sejumlah besar data dengan institusi penelitian lain untuk memfasilitasi kolaborasi terhadap penelitian medis.”

Partner Ekosistem ISV untuk UCS

Para vendor software independen sedang mengembangkan Application Programming Interface (API) Cisco UCS terbuka, dengan dukungan untuk lebih dari 10,000 aplikasi saat ini. UCS merupakan platform yang ideal untuk penghantaran sumber daya TI yang fleksibel dan on-demand. API dari UCS memungkinkan software manajemen cloud untuk dapat mengkonfigurasi ulang fungsi komputasi, jaringan, dan akses storage dengan cepat sebagaimana kebutuhan bisnis terus berubah.

UCS Mendukung Green Data Center dan Efisiensi Energi

Para manajer TI bisa mendapatkan lebih banyak data center yang hemat energi dengan menggunakan Cisco Unified Computing System – UCS menggunakan setengah komponen, serta memerlukan lebih sedikit kabel dan tenaga listrik/pendingin dibandingkan dengan server-server sebelumnya. Lebih dari 30 miliar kilowatt energi listrik dapat dihemat per tahunnya dengan mengganti server tradisional dan infrastruktur pendukung yang sudah berumur dengan unified computing dan virtualisasi pada data center. Ini setara dengan output energi listrik dari 15 pembangkit listrik tenaga batu bara di Amerika Serikat dan 35 miliar ton CO2.

Arsitektur Data Center Cisco

Arsitektur data center Cisco terdiri dari Unified Computing, Unified Fabric, dan Unified Management. Arsitektur terintegrasi ini, Cisco Unified Data Center, menyediakan proses provisioning untuk layanan baru yang lebih cepat, mengurangi total cost of ownership dan mentransformasi bagaimana TI mendukung tujuan bisnis, menciptakan fondasi untuk data center generasi berikutnya baik data center tradisional, yang sudah tervirtualisasi dengan tinggi, maupun di lingkungan cloud computing.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

July 7, 2026 - 0

2 Tahun Laptop Snapdragon: Makin Kencang atau Makin Mengecewakan?

Eh, kalian sadar tidak? Laptop Snapdragon X Series itu udah…
July 6, 2026 - 0

Review Acer Swift Go 14 AI Pro Edition: Ringan, Ringkas, Baterai Awet dan Bisa Gaming?

Laptop se-tipis, se-ringan dan se-cantik ini bisa main game Triple-A?…
July 4, 2026 - 0

Laptop Windows RAM Cuma 8 GB? Bisa Buat Apa? feat. Infinix XBOOK 15

Harga RAM naik tinggi banget dan sepertinya susah turun dalam…
June 28, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios Neo 16S AI: Prosesor Baru, Lebih Efisien, Bodi Tipis, Tetap Powerful!

Ini adalah laptop gaming dengan prosesor Panther Lake pertama yang…

Gaming

July 7, 2026 - 0

Developer ARC Raiders Ungkap Merekam 30 TB Data Pemain Setiap Hari

Developer ARC Raiders mengungkap mereka memproses 30 TB data pemain…
July 7, 2026 - 0

Wallpaper Engine di Steam Workshop Hapus Fiturnya Pasca Ancaman Malware

Wallpaper Engine menghapus fitur Application Wallpapers dari Steam Workshop setelah…
July 7, 2026 - 0

Console Xbox Generasi Berikutnya Diklaim Tinggalkan Disc Drive

Rumor menyebut Project Helix selaku console Xbox next-gen akan hadir…
July 7, 2026 - 0

Steam Machine Mulai Dihantui “Red Line of Death” Seperti Xbox 360

Kasus pertama “Red Line of Death” dilaporkan terjadi pada Steam…