Keluarga graphics card AMD Southern Island terdiri tiga tipe chip GPU, yaitu Tahiti, Pitcairn, dan Cape Verde. Tiga buah chip GPU ini menandakan tiga kelas berbeda dimana chip GPU Tahiti ditempatkan di kelas high-end, Pitcairn di kelas mainstream, dan Cape Verde ditempatkan di kelas entry-level.
Kelahiran graphics card AMD Southern Island dimulai dengan lahirnya Tahiti di bawah bendera HD 7900. Jika biasanya produsen graphics card melanjutkan ke kelas mainstream setelah merilis kelas high-end, divisi graphics card AMD justru memilih jalan berbeda dengan merilis kelas entry-level Cape Verde di bawah bendera HD 7700.
Seri HD 7700 terdiri dari dua buah tipe yaitu HD 7770 GHz Edition dan HD 7750. Di artikel sebelumnya kita telah melihat kiprah HD 7770 GHz Edition dimana graphics card mampu menjalankan dengan mulus game dengan grafik ringan hingga sedang pada resolusi gambar 1920×1080 dengan setting kualitas grafik tinggi. Lalu bagaimanakah dengan kinerja HD 7750?
Di kesempatan kali ini kami akan menguji versi hemat dari seri HD 7700 sekaligus graphics card Southern Island paling murah, yaitu HD 7750. HD 7750 dijual pada kisaran harga $110 (sekitar $120-130 saat masuk pasar Indonesia). Di kelas harga seperti ini, HD 7750 akan menghadapai banyak pesaing seperti HD 6770/HD5770, HD 6750/HD 5750, HD 6670, GTX 550 Ti, dan juga GTS 450. Tanpa perlu menunggu lebih lama lagi, mari kita lihat kinerja HD 7750 dan bagaimana jika dibandingkan dengan beberapa pesaingnya.
HD 7750 menggunakan chip GPU codename Cape Verde Pro dengan arsitektur GCN (Graphics Core Next), arsitektur yang sama seperti yang digunakan oleh seri HD 7900. Berbeda dengan saudara terdekatnya HD 7770 GHz Edition yang dilengkapi 10 buah Compute Units, HD 7750 hanya dilengkapi 8 buah Compute Units. Pengurangan jumlah Compute Units menyebabkan jumlah Stream Processor dan Texture Units berkurang.
HD 7750 menggunakan chip GPU Cape Verde Pro yang dibangun dengan menggunakan transistor sebanyak 1,5 miliar dengan proses fabrikasi 28 nm. Pengurangan jumlah Compute Unit menjadi 8 buah menyebabkan pengurangan spesifikasi Stream Processor menjadi 512 buah dan Texture Units menjadi 40 buah. Sedangkan untuk ROP Units tetap sama seperti HD 7770 GHz Edition yaitu sebanyak 16 buah.
HD 7750 dilengkapi clock GPU sebesar 800 MHz dan clock memori sama seperti HD 7770 GHz Edition yaitu sebesar 4500 MHz. HD 7750 juga menggunakan kapasitas, tipe dan bandwidth memori yang sama seperti HD 7770 GHz Edition yaitu 1GB GDDR5 128-bit.
Salah satu keistimewaan yang ditawarkan oleh HD 7750 dibandingkan seri HD 7000 lainnya adalah graphics card ini tidak membutuhkan asupan daya tambahan dari konektor daya PCIe 6-pin. Ini berarti pengguna tidak memerlukan power supply dengan keluaran daya besar sehingga harga sistem dapat ditekan serendah mungkin.
AMD HD 7750 Feature
mantep review 7750nya, bpk Gatot!
bikin ngiler!
@Bp Gatot Tri Yuwono
Kalau saya lihat hasil test antara 7750 dengan 6770, keduanya saling mengungguli. Andaikan M/B dengan PCIe versi 3.0 telah keluar apakah kinerja 7750 yg aslinya sudah pakai versi 3.0 tsb akan jauh melesat (mengingat lebar bandwithnya yg 2 kali lipat) atau hanya ada peningkatan kecil saja. Bukan Maksud saya untuk menjadikan Bp peramal namun mengacu pada pengalaman sebelumnya, yakni dari versi 1.0 ke versi 2.0
Saya jadikan jagat review sebagai homepage browser mozila saya, namun setiap kali mau muncul selalu dihadang AVG, sehingga saya terpaksa harus ketikan jagatreview.com, barulah website ini bisa muncul. Gimana solusinya, mohon pengarahan Bp
kan HD 7750 ini gk ada konektor Crossfire….
kok jagatreview bilang bisa make crossfire?
gimana caranya?
Mantab! …. untuk keperluan 1366 x 768 , sangat cocok untuk dibeli nich
, tidak sabar menyambangi pameran komputer kayaknya
Nih Kartu klu diliat2 lebih cocok buat game online di indonesia skr ( kebanyakan DirectX 9 )
Ditunggu ya om Gatot Review Asus ya 0_0
oh ya benar kata om yupi itu gmn CFx ya klu kgk ada slot kolektornya om Gatot?
@Hengky
om coba liat forum ‘Jagat Review insider’ sub forum ‘jagat review’ disana ada Thread masalah boss tuh. koment minta solusi aja ntar dibantuin sm sepupuh kok
“Keluarga graphics card AMD Southern Island terdiri tiga tipe chip GPU, yaitu Tahiti, Pitcairn, dan Cape Verde. Tiga buah chip GPU ini menandakan tiga kelas berbeda dimana chip GPU Tahiti ditempatkan di kelas high-end, Pitcairn di kelas mainstream, dan Cape Verde ditempatkan di kelas entry-level.”
kok lombok gak termasuk ya -_- apa jangan jangan lombok ini GPU buangan ya
hemmzz….
recomended vga nih buat kantong2 kaya akuw..
hemmzz 1jt-1,5jt
worth lah dengan kinerjanya disandingkan dengan empat grapic saingannya..
huhuhuhu
moga aja bisa lebih murah di Indonesia
pengganti HD6670 nih sebagai most powerful GPU yang tidak memerlukan Power PCIe tambahan. Benar-benar sangat signifikan peningkatannya. Good Job AMD!
Apakah CF itu harus VGA yg sma baik merk maupun serinya?
misal kalau CF dilakukan dua vga yg berbeda seri bagaimana (6950 CF dengan 6970) adakah sisi negatifnya?
terimakasih Jagatreview untuk pencerahanya.
@yupi
sama kaya 6670 bisa CF tanpa adanya konektor CF nya
@aryofunk
maksud agan kaya AMD Dual Graphics? kombinasi Liano sama HD 6670?
emang HD 7750 prinsipnya sama kaya gitu ya…?
@Hengky Walaupun bandwidth PCIe 3.0 dua kali lipat PCIe 2.0, belum tentu VGA akan mengalami peningkatan kinerja dua kali lipat mengingat kebutuhan bandwidth setiap VGA berbeda. Perbedaan HD 7750 di slot PCIe 3.0 dan PCIe 2.0 seharusnya tidak terlalu signifikan.
@yupi CF pada HD 7750 memang tetap dapat dijalankan walaupun tidak menggunakan CF Bridge. Komunikasi data melalui Bridge CF kini dialihkan ke jalur PCIe. Hal ini memang dimungkinkan karena bandwidth yg digunakan HD 7750 tidak terlalu besar.
@heri VGA untuk CF sebaiknya yg menggunakan chip GPU yang sama. Jika HD 6950 digabungkan dengan HD 6970 kecepatan akan mengikuti kecepatan VGA yang lebih rendah. Dan bisa jadi akan ada masalah kestabilan sistem dan kompatibilitas dengan game.
@gatot tri yuwono
oh..begitu. wah mantep ya…
oh iya…. mas gatot tau gak HD 7750 maksimal bisa berapa crossfire? 2 apa 4?
GPU AMD sangat efisien performance per wattnya tp CPU nya? Sayang untuk kali ini Saya lebih memilih Sandy Bridge untuk dikawinkan dengan Cape Verde sebagai sistem gaming ramah energi. Semoga nantinya AMD juga ngerilis CPU yg cepat dan green tentunya biar jadi Duet Maut AMD di CPU-GPU komputer ku (4 next-episode).
buat jagatreview, cepet-cepet review VGA HD7750 dalam mode crossfire dong
udah kebelet nih….
@Jagat Review, Kalau mau review crossfire maka pembandingnya haruslah dengan VGA card yg harganya sebanding dengan 2 VGA card yg dijadikan cross fire tsb, yakni sekitar 2 jutaan. Rasanya kok akan lebih bagus 1 VGA card mahal daripada 2 VGA card murah dijadikan satu. Tapi itu perasaan saya lho, mohon jagat review buktikan dengan mereviewnya. Penasaran nikh. Thanks b4
vendor yang dah ngeluarin produk ni apa aja ya????
sama Intel Core 2 Duo bottle neck gk yah ???
@Arz
Core2Duo brp, jalan di brp ghz bro?
[...] di artikel sebelumnya kami menghadirkan kinerja standar HD 7750 dengan menggunakan graphics card ASUS HD 7750 OC, kali kami akan menghadirkan kinerja sebenarnya [...]
@Ridwan Fariz
Bagaimana bila core 2 duo yg seri E4600 2,4 GHz, apakah akan terjadi bottle neck bila dipasangkan dengan VGA Card ini. Thanks b4
@hengky tergantung dari game yang dijalankan, jagat review pernah merekomendasikan untuk men test terlebih dahulu dengan software 3d mark 2006 atau 3d mark vantage, kalau hasil kita berbeda dengan hasil di luar negeri yang memakai VGA yang sama, maka bisa kita asumsikan bahwa processor kita tidak cukup kuat untuk ngangkat game game berat
“Sistem pendingin HD 7750 terdiri dari komponen heatsink dan kipas tanpa dilengkapi heatsink”
Wew, masa gk pake heatsink, salah tulis tuh, heatpipe kali