[PR] Kaspersky Lab Ungkap Statistik Spam dan Malware 2011

Reading time:
March 8, 2012

Jumlah spam lebih sedikit, namun lebih berbahaya. Indonesia duduki peringkat ketiga sebagai negara penghasil utama spam dunia.

Jakarta, 8 Maret 2012 – Kasperky Lab mengeluarkan analisisnya mengenai statistik spam dan malware di tahun 2011 melalui Report Spam Evolution 2011, dimana jumlah spam lebih sedikit namun lebih berbahaya. Tren spam terus berlanjut di 2011 dengan penurunan dalam jumlah spam dalam pengiriman email. Perang terhadap botnet, yang dilakukan sejak 2010,mulai terasa efeknya. Setelah mengalami peningkatan tajam pada tahun 2009 sebesar 85,2%, porsi junk mail turun menjadi 80,26% dari keseluruhan pengiriman email di tahun 2011.

Salah satu tren yang paling menonjol di tahun lalu adalah kemunculan spear phising, yaitu spam dengan target terpilih, dimana para penipu memfokuskan pada kelompok penggunayang sudah dipilih sebelumnya. Tujuan utama spear phising adalah mencuri detil login pengguna dan mendapatkan akses atas layanan online, perbankan online, atau mencuri informasi rahasia. Pesan yang digunakan dalam phising jenis ini lebih halus dibanding dengan metode tradisional, dimana pesannya berbeda-beda untuk tiap penerima. Sedikitnya pesan yang dikirim dengan cara spear phising menyulitkan software keamanan untuk menghadapi ancaman jenis ini.

Meskipun secara umum ada lebih sedikit spam, namun yang sedikit ini jauh lebih berbahaya dari sebelumnya. Di tahun 2011, persentase spam dengan lampiran berbahaya meningkat lebih dari 1,5 kali lipat dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan mencapai 3,8% dari seluruh pengiriman surat. Penyebar spam di balik spam jenis ini rajin menggunakan rekayasa sosial. Spam mereka bisa saja menyerupai pemberitahuan resmi dari badan pemerintah atau layanan online, menarik pengguna melalui penawaran khusus atau bisa juga mengintimidasi pengguna dengan cara mengancam akan menutup akses beberapa akun online. Seringkali, spammer mengeksploitasi rasa penasaran pengguna atau berspekulasi pada kurangnya perhatian pengguna dengan memberikan file berbahaya yang disamarkan menjadi tiket elektronik, instruksi penyelamatan password email, dan lain-lain.

Seperti biasanya, para spammer mengeksploitasi topik-topik yang sedang hangat diberitakan untuk menarik pengguna Internet agar memperhatikan email massal mereka. Gempa di Jepang serta kematian pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan Kim Jong-il dari Korea Utara menjadi topik dalam spam yang juga dikenal sebagai Nigerian scam.

Indonesia Peringkat Ketiga Penghasil Spam

Terdapat perubahan besar dalam hal penghasil utama spam di dunia. Amerika Serikat, yang pada tahun 2010 berada di peringkat pertama, kini sama sekali tidak masuk dalam daftar. Kini peringkat pertama diduduki oleh India, yang tahun lalu berada di tempat kedua. Brazil dan Indonesia ada di tempat kedua dan ketiga. Brazil sebelumnya berada di peringkat ke-5 dan Indonesia peringkat ke-16. Sementara itu, Rusia kini berada di peringkat ke-9. Namun secara regional tidak terlihat adanya perubahan yang signifikan. Asia, Amerika Latin dan Eropa Timur masih menjadi penghasil utama junk mail yang masuk ke inbox pengguna Internet.

“Tekanan dari komunitas TI dunia dan penegakan hukum di berbagai negara menunjukkan hasil yang baik dalam menekan jumlah spam. Namun secara keseluruhan, korespondensi yang tidak diinginkan menjadi lebih berbahaya dan kami perkirakan serangan terhadap kelompok pengguna tertentu akan semakin meluas,” ujar Darya Gudkova, Kepala Analisa Konten dan Penelitian Kaspersky Lab. “Seperti terlihat di negara-negara berkembang, koneksi Internet yang bagus ditambah rendahnya pengetahuan komputer dan ketiadaan peraturan anti-spam sangat menarik bagi pemilik bot. Itulah sebabnya ancaman seperti ini membutuhkan respon yang komprehensif dengan memberi perhatian khusus pada pendidikan mengenai keamanan TI.” 

Situs Video Paling Beresiko Menyebarkan Tautan Berbahaya 

Kaspersky melalui Secutity Buletin 2011 juga mengungkapkan tautan-tautan yang paling berpotensi menyebarkan tautan berbahaya tahun 2011. Situs video hiburan seperti YouTubememiliki resiko paling tinggi dalam menyebarkan tautan berbahaya. Laporan tahunan Kaspersky Lab mengenai evolusi ancaman TI dan spam menemukan bahwa tautan-tautan yang meragukan banyak ditemukan pada situs-situs dengan akses terbuka.

Laporan tersebut juga menggarisbawahi terus terjadinya spam melalui jejaring sosial dan optimalisasi search engine gelap. Hasilnya, search engine menjadi sumber resiko tertinggikedua yang mengarahkan pengguna ke situs yang terinfeksi. Terkadang pengguna mengklik tautan berbahaya secara langsung dari mesin pencari utama seperti Google dan Yandex. Di tempat ketiga, dengan hanya selisih satu persen adalah jejaring sosial. Situs-situs seperti Facebook dan Vkontakte banyak digunakan penyebar virus untuk menyebarkan konten-konten berbahaya. 

Pertumbuhan Serangan Berbasis Web Menurun

Jumlah serangan berbasis browser pada 2011 meningkat dari 580,371,937 menjadi 946,393,693 kasus. Jumlah serangan berbasis web pada tahun 2011 naik 1,63 kali dari totalserangan pada tahun 2010. Pertumbuhan jumlah serangan ini terlihat menurun dibanding jumlah serangan dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2010, jumlah infeksi yang tercatat jauh lebih besar yaitu, 8 kali lipat dibanding tahun 2009. Rendahnya pertumbuhan infeksi berbasis web karena pada 2011 para penyebar virus tidak menggunakan metode infeksi masal yang baru dalam menyerang komputer. Exploit pack masih menjadi senjata utama infeksi berbasis browser, yang memungkinkan penyebar virus untuk melakukan penyebaran dengan cara drive-by tanpa si korban menyadari adanya serangan tersebut. Para ahli Kaspersky Lab berharap pertumbuhan jumlah serangan akan terus menurun sebelum akhirnya menjadi stabil. 

Ancaman Berbasis Web Terbesar Masih di Amerika dan Rusia

Hanya 20 negara atau 86.4% dari keseluruhan hosting berbahaya yang terdeteksi oleh Kaspersky Lab. Dua negara terbesar masih sama seperti tahun sebelumnya, Amerika Serikat(25.4%) dan Rusia (14.6%). Namun perlu diketahui bahwa Kaspersky Lab mencatat secara persentase tidak ada lagi perkembangan aktif layanan-layanan hosting berbahaya di negara-negara ini berkat upaya penegakan hukum dalam mematikan botnet. Namun, meskipun persentase layanan-layanan hosting berbahaya di negara-negara ini menurun, jumlahnya tetap saja tinggi.

Di seluruh dunia, resiko online naik 2 persen pada tahun 2011 menjadi 32,3%. Lebih jauh lagi, masuknya negara-negara Eropa Barat dan Jepang ke dalam kelompok resiko menengah (negara dimana 21 – 40% pengguna internet rentan menjadi korban serangan) adalah hal yang meresahkan karena para pengguna internet ini menjadi target serangan cyber kriminal profesional.

Versi lengkap Kaspersky Lab’s Report Spam Evolution 2011 dan Kaspersky Security Bulletin 2011 bisa dilihat pada: www.securelist.com.

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 27, 2026 - 0

Review Polytron Luxia with AMD Ryzen 5: Rp 7 Jutaan, Kencang, Upgradeable, 5X USB, ADP+

Ini dia Laptop pertama Polytron dengan prosesor AMD Ryzen. Harganya?…
May 25, 2026 - 0

Review Acer TravelMate X4 14 AI: Laptop Bisnis AI Cepat, Ringan & Produktif

Kata siapa bisnis UMKM ga butuh Laptop canggih?! Apalagi sekarang…
May 21, 2026 - 0

Review ASUS Zenbook DUO 2026 (UX8407AA): Desain Baru, Makin Kokoh, Makin Kenceng!

Kerja serius pakai laptop thin and light biasa? Kurang mantap…

Gaming

June 12, 2026 - 0

Stellar Blade Blood Rain Janjikan Karakter Protagonis Yang Lebih Kuat

Evie, protagonis baru untuk Stellar Blade: Blood Rain, dipastikan Shift…
June 12, 2026 - 0

Gears of War: E-Day Siapkan Campaign Dengan Durasi Terpanjang

The Coalition memastikan campaign di Gears of War: E-Day akan…
June 12, 2026 - 0

Roblox Diklaim Ingin “Jalan Damai” Untuk Ratusan Gugatan Keamanan Anak

Roblox diklaim ingin selesaikan lebih dari 150 gugatan terkait dugaan…
June 12, 2026 - 0

Xbox Kaji Ulang Strategi Console Next-Gen Mereka

Xbox sedang mengevaluasi kembali pendekatan untuk Project Helix, dengan faktor…