LOGO

Intel Celeron B815: Prosesor Notebook Murah yang Kencang!

Part: 1 2 3

Notebook dengan prosesor Celeron B815 kini menempati posisi harga yang sangat murah, yaitu di kisaran 3,5 juta rupiah. Masalahnya, apakah prosesor jenis ini memiliki performa yang cukup baik?

Mesin Notebook Murah 3,5 Juta Rupiah

Intel Celeron B815 banyak ditemui pada noteboook murah dengan kisaran 3,5 juta rupiah, dengan kurs kisaran US$1 = Rp 9.000,-. Para produsen dengan brand lokal, bahkan bisa menawarkan notebook bermotor B815 ini dengan harga kisaran nyaris mencapai 3 juta rupiah! Berikut adalah beberapa notebook yang menggunakan prosesor ini dan sudah dijual di Indonesia.

  • Acer4349-B812G32
  • Acer4352-B812G32
  • ASUS X44H-VX107D
  • ASUS X44E-VX794D
  • Axioo Neon HNW.C.612
  • HP Presario CQ43-414TU
  • Lenovo G470-1378
  • Toshiba Satellite C640-1085U
  • Zyrex Ellipse LW4843

Dengan spesifikasi umum layar 14”, RAM DDR3 2 GB, DVD-RW, dan hard disk 320GB, notebook jenis ini memang tergolong sangat standar. Akan tetapi, kisaran harganya membuatnya menjadi notebook yang menarik. Memang pertanyaan terbesar dari calon konsumennya adalah kemampuan prosesor (dan VGA-nya). Hal ini yang membuat kami juga tertarik untuk melakukan pengujian terhadap notebook murah ini.

Celeron, tapi Tetap Sandy bridge!

Sebelum kita masuk ke pengujian, mari kita lihat dulu, apa sebenarnya Celeron B815 ini. Memang, prosesor ini menyandang nama Celeron yang berarti ini adalah jajaran terbawah dari semua prosesor Intel, selain Atom. Akan tetapi, prosesor ini menggunakan arsitektur Sandy Bridge. Jadi, prosesor murah ini masih memiliki efisiensi performa yang sangat baik. Seharusnya, kita bisa melihat perbandingan performa yang tidak terlalu jauh dari Core i3, sama seperti pada pengujian Pentium G pada desktop.

Untuk prosesor notebook dari Intel dengan tegangan standar, Celeron B815 memang tergolong yang memiliki spesifikasi paling bawah. Tidak memiliki hyperthread dan quicksync bisa menjadi kelemahan yang tidak terlalu berpengaruh untuk sebagian besar aplikasi biasa. Integrated Graphics yang hanya memiliki 6 EU, membuatnya menjadi seperti Intel HD 2000 pada desktop, seperti yang digunakan Pentium G. Sementara itu, cache memory yang “hanya” 2MB dan kecepatan hanya 1,6 GHz, semakin membuat prosesor ini tampil kurang meyakinkan di atas kertas, bukan?

Apabila dibandingkan dengan prosesor mobile tawaran dari AMD, secara spesifikasi, Celeron B815 ini mendekati AMD E-350 dan E-450. Sementara itu, di atas kertas, AMD Llano (Sabine) A6-3400 memang jauh lebih perkasa. Kami melihat bahwa memang tidak sepantasnya membandingkan B815 dengan AMD C-50 (atau C-60), karena secara spesifikasi dasarnya pun sudah terpaut cukup jauh.

Part: 1 2 3

Comments

  1. dre says:

    @Rista. Weleh. Setau ane B815 soket prosesornya nya beda ama Core 2 Duo Mobile. Apalagi chipset mobonya belum tentu dukung Core 2 Duo Mobile, Lagian kenapa juga malah mau ganti B815 ke Core 2 Duo?

    Intinya situ mau ganti procie B815-nya yah? Seinget ane sih prosesor mobile ga dijual satuan. Kalo mau beli sih bisa, tp langsung ke Intel. Belinya per-kuantiti 1000 unit. Kalo mau yah ganti laptop dengan procie yg lebih kenceng

  2. Alva Jonathan says:

    @ Laatansa :
    Menilik kedua statemen ini :
    A) “kredibilitas JagatReview perlu dipertanyakan”
    B) “media review luar pun tak ada yang memakai SysMark seri berapapun keluaran kapanpun karena ketidaknetralannya itu”

    Ijinkan saya memberi opini pribadi, seperti halnya juga dengan anda yang juga berhak mempunyai pendapat pribadi, seperti apapun itu.

    Dari kalimat (A) Nampaknya anda memiliki sentimen pribadi dengan JagatReview ya?
    Kenapa? Karena pengujian di sini tidak pernah ada yang sesuai dengan kemauan anda pribadi?

    Tolong diketahui bahwa setiap review memiliki S.O.P(Standard Operating Procedure) yang sudah dipikirkan baik-baik oleh semua reviewer yang terlibat.
    Semua website memiliki pandangannya masing-masing. Tentunya anda tidak bisa melarang mereka menggunakan benchmark atau prosedur tertentu bukan?

    Anda merasa punya kredibilitas lebih? Kemampuan lebih? Atau pengetahuan yang lebih?
    Maka buatlah review sendiri, siapa tahu dengan membuat sebuah review sendiri anda bisa men-share review pribadi anda mengenai produk yang anda sukai.

    Anda menyukai AMD? Maka buatlah tips dan trik bagaimana supaya pengguna lain mampu memanfaatkan prosesor AMDnya dengan optimal. Itu lebih bermanfaat daripada mencela hasil review orang lain bukan?
    Frankly, I’ll RESPECT fanboy who understand a specific hardware type so WELL, that he/she can SHARE how to make a certain product BETTER for average user.

    Dan kalimat (B), anda YAKIN TIDAK Ada website luar yang pernah memakai SysMark? Coba seandainya anda punya waktu luang, mohon diklik link di bawah ini :
    - Xbitlabs
    - Hardcoreware
    - TomsHardware
    - Anandtech
    - PCStats
    - TechGage

    Anda masih berpendapat bahwa SEMUA website di atas Kredibilitasnya dipertanyakan?

  3. Alva Jonathan says:

    Kepada Yth Laatansa,

    Saya masih menunggu reply dari anda seputar pembahasan mengenai hubungan penggunaan Sysmark dengan kredibilitas suatu website review.

    Saya juga ingin tahu pendapat anda apakah dengan fakta bahwa ada beberapa website review luar yang juga memakai Sysmark, lalu berarti website2 itu kredibilitasnya dipertanyakan.

    Meragukan hasil suatu review memang tidak salah (dan 100% hak anda) selama ada basis dan bukti kuatnya, tetapi terang-terangan MENYERANG kredibilitas suatu website hanya karena penggunaan suatu software benchmark ,adalah hal yang SERIUS dan perlu diluruskan untuk mencegah kesalahpahaman di lain hari.

    (Terlebih lagi jika anda tidak punya knowledge-base yang kuat mengenai benchmark itu sendiri.)

    Saya harap anda mengerti mengapa saya ingin sekali hal ini di-clear-kan.

    Terima Kasih,

  4. 8core says:

    @gak tau
    harusnya ngga panas Celeron & core i3 dgn rating TDP 35W (with Intel HD). sementara E450 ratingnya 18W (termasuk GPU).
    Untuk dunia laptop panas tidaknya tergantung design pendinginan laptop. ada laptop merk A lebih panas dari merk B.

    ===

    Untuk yang mempermasalahkan SYSMARK terus terang itu bukan acuan konkret, namanya juga Synthetic benchmark bukan Real-World test.
    Yang lebih akurat memang real world test, misalkan rendering di CPU A 10menit di CPU B 9menit. artinya CPU A < CPU B.

    Juga real world test game CPU A 60fps , CPU B 70fps dgn konfigurasi sama. Artinya CPU A < CPU B

    Gw sendiri suka lihat real world test daripada Synthetic test.

  5. praetorian81 says:

    @8core :
    bukan nya justru sysmark itu mencerminkan real world test ? dia khan install semua aplikasi lalu melakukan sejumlah workload lalu memberikan skala penilaian , kalo benchmark sintetik khan justru mensimulasikan operasi yang dilakukan tanpa menjalankan aplikasi tsb.

  6. silet1911 says:

    @praetorian81
    biasanya bro, org kl blm liat sysmark itu kyk apa memang sembarangan ngomongnya… mrk ga tau kl sysmark pake aplikasi beneran… itu jg saya taunya pas ada kunjungan ke majalah komputer sekitar tahun 2008-2009an… memang kl pake sysmark keliatan pcmark ga ada apa-apanya….

Random Articles
Back to Top