Jagat Review

Intel Celeron B815: Prosesor Notebook Murah yang Kencang!

Pengujian

Kami melakukan beberapa pengujian singkat dan membandingkannya dengan hasil pengujian notebook terdahulu yang menggunakan beragam platform. Untuk acuan Intel Celeron B815, kami menggunakan ASUS X44H dengan spesifikasi:

SYSMark 2007

Pengujian ini adalah paket pengujian yang berisikan software standar dan “klasik” seperti MS Office (Word, Excel, Powerpoint), Adobe Photoshop (dan beberapa software Adobe lainnya), dan beberapa browser. SYSMark 2007 menggunakan instalasi software asli yang tidak diubah, jadi akan menggambarkan performa saat Anda menggunakan software-software tersebut. Paket ini sebenarnya masih sangat valid untuk melihat performa saat notebook diberikan beban pekerjaan ringan. Karena umumnya notebook memang diberikan beban pekerjaan ringan, jadi kami masih menggunakannya.

Dari hasil kompilasi kami, Intel Celeron B815 yang digunakan tampak memiliki performa yang mendekati dan bisa dianggap sama dengan Intel Pentium 6200 terdahulu. Performa prosesor 1,6 GHz ini mampu dengan mudah melampaui prosesor dual core Intel T4500 yang sangat terkenal. Tampak jelas dari pengujian ini bahwa arsitektur Sandy bridge membuat Celeron B815 hadir sebagai prosesor notebook yang cukup tangguh.

MediaEspresso: Pengujian CPU

Untuk menguji kemampuan CPU secara lebih jauh, kami melakukan pengujian dengan software MediaEspresso dalam mode tanpa akselerasi VGA/GPU. Jadi, hanya prosesor yang digunakan di sini. Mode Intel Quicksync pun dimatikan.

Pada pengujian dengan melakukan konversi video ke format 320p, terlihat bahwa Intel Celeron B815 ternyata memiliki performa yang sangat baik. Jangan bandingkan performanya dengan AMD E-350 atau E-450. Prosesor murah ini ternyata bisa bersaing dengan AMD Llano!

Saat melakukan konversi ke format 720p (lebih berat), tampak bahwa Intel Celeron B815 tidak mampu bersaing dengan AMD Llano yang memiliki 4-core. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan E-350 dan E-450, performa Intel Celeron B815 ini ternyata jauh lebih baik.

Comments

  1. dre says:

    @Rista. Weleh. Setau ane B815 soket prosesornya nya beda ama Core 2 Duo Mobile. Apalagi chipset mobonya belum tentu dukung Core 2 Duo Mobile, Lagian kenapa juga malah mau ganti B815 ke Core 2 Duo?

    Intinya situ mau ganti procie B815-nya yah? Seinget ane sih prosesor mobile ga dijual satuan. Kalo mau beli sih bisa, tp langsung ke Intel. Belinya per-kuantiti 1000 unit. Kalo mau yah ganti laptop dengan procie yg lebih kenceng

  2. Alva Jonathan says:

    @ Laatansa :
    Menilik kedua statemen ini :
    A) “kredibilitas JagatReview perlu dipertanyakan”
    B) “media review luar pun tak ada yang memakai SysMark seri berapapun keluaran kapanpun karena ketidaknetralannya itu”

    Ijinkan saya memberi opini pribadi, seperti halnya juga dengan anda yang juga berhak mempunyai pendapat pribadi, seperti apapun itu.

    Dari kalimat (A) Nampaknya anda memiliki sentimen pribadi dengan JagatReview ya?
    Kenapa? Karena pengujian di sini tidak pernah ada yang sesuai dengan kemauan anda pribadi?

    Tolong diketahui bahwa setiap review memiliki S.O.P(Standard Operating Procedure) yang sudah dipikirkan baik-baik oleh semua reviewer yang terlibat.
    Semua website memiliki pandangannya masing-masing. Tentunya anda tidak bisa melarang mereka menggunakan benchmark atau prosedur tertentu bukan?

    Anda merasa punya kredibilitas lebih? Kemampuan lebih? Atau pengetahuan yang lebih?
    Maka buatlah review sendiri, siapa tahu dengan membuat sebuah review sendiri anda bisa men-share review pribadi anda mengenai produk yang anda sukai.

    Anda menyukai AMD? Maka buatlah tips dan trik bagaimana supaya pengguna lain mampu memanfaatkan prosesor AMDnya dengan optimal. Itu lebih bermanfaat daripada mencela hasil review orang lain bukan?
    Frankly, I’ll RESPECT fanboy who understand a specific hardware type so WELL, that he/she can SHARE how to make a certain product BETTER for average user.

    Dan kalimat (B), anda YAKIN TIDAK Ada website luar yang pernah memakai SysMark? Coba seandainya anda punya waktu luang, mohon diklik link di bawah ini :
    - Xbitlabs
    - Hardcoreware
    - TomsHardware
    - Anandtech
    - PCStats
    - TechGage

    Anda masih berpendapat bahwa SEMUA website di atas Kredibilitasnya dipertanyakan?

  3. Alva Jonathan says:

    Kepada Yth Laatansa,

    Saya masih menunggu reply dari anda seputar pembahasan mengenai hubungan penggunaan Sysmark dengan kredibilitas suatu website review.

    Saya juga ingin tahu pendapat anda apakah dengan fakta bahwa ada beberapa website review luar yang juga memakai Sysmark, lalu berarti website2 itu kredibilitasnya dipertanyakan.

    Meragukan hasil suatu review memang tidak salah (dan 100% hak anda) selama ada basis dan bukti kuatnya, tetapi terang-terangan MENYERANG kredibilitas suatu website hanya karena penggunaan suatu software benchmark ,adalah hal yang SERIUS dan perlu diluruskan untuk mencegah kesalahpahaman di lain hari.

    (Terlebih lagi jika anda tidak punya knowledge-base yang kuat mengenai benchmark itu sendiri.)

    Saya harap anda mengerti mengapa saya ingin sekali hal ini di-clear-kan.

    Terima Kasih,

  4. 8core says:

    @gak tau
    harusnya ngga panas Celeron & core i3 dgn rating TDP 35W (with Intel HD). sementara E450 ratingnya 18W (termasuk GPU).
    Untuk dunia laptop panas tidaknya tergantung design pendinginan laptop. ada laptop merk A lebih panas dari merk B.

    ===

    Untuk yang mempermasalahkan SYSMARK terus terang itu bukan acuan konkret, namanya juga Synthetic benchmark bukan Real-World test.
    Yang lebih akurat memang real world test, misalkan rendering di CPU A 10menit di CPU B 9menit. artinya CPU A < CPU B.

    Juga real world test game CPU A 60fps , CPU B 70fps dgn konfigurasi sama. Artinya CPU A < CPU B

    Gw sendiri suka lihat real world test daripada Synthetic test.

  5. praetorian81 says:

    @8core :
    bukan nya justru sysmark itu mencerminkan real world test ? dia khan install semua aplikasi lalu melakukan sejumlah workload lalu memberikan skala penilaian , kalo benchmark sintetik khan justru mensimulasikan operasi yang dilakukan tanpa menjalankan aplikasi tsb.

  6. silet1911 says:

    @praetorian81
    biasanya bro, org kl blm liat sysmark itu kyk apa memang sembarangan ngomongnya… mrk ga tau kl sysmark pake aplikasi beneran… itu jg saya taunya pas ada kunjungan ke majalah komputer sekitar tahun 2008-2009an… memang kl pake sysmark keliatan pcmark ga ada apa-apanya….





© 2011 Jagat Review About Us | Contact Us | Career | Terms of Service