LOGO

Mirror Mirror: Kembalinya Dongeng Putri Salju ke Layar Lebar

Tahun ini, dua film yang mengadaptasi dongeng klasik Snow White rilis dalam waktu yang berdekatan. Film pertama adalah Mirror Mirror yang akan saya bahas di tulisan ini dan film kedua adalah Snow White and the Huntsman yang dibintangi Kirsten Steward and Chris Hemsworth.

Walau rilis dalam waktu yang berdekatan, dua film ini memiliki identitas yang jauh berbeda. Tarsem Singh “mendekorasi” film ini dengan penuh warna dan imajinasi, menjadikan dongeng Snow White hidup kembali dalam format yang lebih modern.

Mirror Mirror dimulai dengan monolog oleh Ratu Clementianna (Julia Roberts) mengenai kisahnya sampai bertemu raja dan menjadi ibu tiri Snow White (Lily Collins). Sang raja pergi ke luar istana untuk melawan kekuatan mistis jahat dan tidak pernah kembali. Semenjak itu, dimulailah penderitaan hidup Snow White. Saat Snow White berumur 18 tahun, ia memutuskan untuk keluar dari kastilnya dan melihat kondisi kotanya yang berubah drastis. Ia pun mengetahui bahwa Sang Ratu menghabiskan harta kota untuk kesenangan pribadinya. Melihat anak tirinya mulai menunjukkan ancaman, Ratu mengutus kaki tangannya, Brighton (Nathan Lane), untuk membunuh Snow. Namun, teringat kebaikan Sang Raja, Brighton melepaskan Snow dan memintanya pergi jauh-jauh dari kerajaan. Dalam pelariannya, Snow bertemu tujuh kurcaci yang akhirnya menjadi teman baiknya dan membantunya mempersiapkan diri untuk merebut kembali kerajaannya dari Sang Ratu.

Di sisi lain, melihat keadaan kotanya, Ratu menyadari bahwa ia dalam kondisi nyaris bangkrut. Maka, ia mengatur rencana pernikahan dengan seorang pangeran kaya raya dari Valencia, Alcott (Armie Hammer). Ratu tidak mengetahui bahwa Pangeran Alcott telah bertemu dengan Snow White dan jatuh cinta padanya. Dapatkah Alcott melepaskan diri dari Sang Ratu dan bersatu dengan Snow White? Cari tahu sendiri jawabannya!

Kisah Klasik dengan Sentuhan Humor dan Pembaruan di Beberapa Adegan

Film ini bisa menjadi penghibur yang tepat di saat senggang. Singh mengemas film ini dalam bentuk fantasi-komedi, membuat beberapa adegan terasa fresh dan sangat menghibur. Format film yang seperti ini membuat saya cukup heran dengan kemunculan Julia Roberts yang berperan sebagai Sang Ratu. Seperti yang kita ketahui, Julia Roberts lebih sering tampil di film bergenre mayoritas drama. Apalagi, penggambaran karakter Sang Ratu dibuat sedikit berbeda oleh Singh. Daripada membuat karakter Sang Ratu terlihat pure evil, Singh memilih untuk menonjolkan kondisi ratu yang selalu merasa insecure karena keberadaan Snow White dan ketakutannya untuk tidak lagi menjadi wanita tercantik di dunia. Julia Roberts berhasil mengeksekusi perannya yang unik dengan sangat baik.

Singh mempertahankan beberapa unsur yang memang krusial di dongeng Snow White, seperti karakter Snow White yang lembut dan penyayang. Pemilihan Lily Collins untuk memerankan karakter Snow White adalah pilihan yang sangat tepat. Collins memiliki bentuk wajah cantik yang sangat anggun dan lugu dan tone suara yang lembut. She was the real Snow White!

Secara keseluruhan, film ini dapat menjadi hiburan yang tepat ketika Anda merasa bosan dengan film-film bergenre drama, horror, atau action.

 

Tanggal rilis:
30 Maret 2012 (Amerika)

Genre:
fantasi

Durasi:
106 menit

Sutradara:
Tarsem Singh

Pemain:
Julia Roberts, Lily Collins, Armie Hammer, Nathan Lane

Studio:
Goldmann Pictures

Random Articles
Back to Top