[PR] Developer Indonesia Siapkan Puluhan Aplikasi Berbasis Windows 8
Bandung – Sebanyak 88 developer dari berbagai perusahaan pengembang top website Indonesia dan penyedia perangkat lunak serta pengguna teknologi Microsoft dari berbagai bidang siap melahirkan puluhan aplikasi berbasis Windows 8, sistem operasi terbaru dari Microsoft. Meski sistem operasi ini baru tersedia secara komersial sekitar Oktober 2012, tapi para developer Indonesia sudah mulai membangun aplikasi berbasis Windows 8 sejak sekarang. Mereka kini mengikuti Windows 8 Developer Boot Camp di Padma Hotel pada 29-31 Maret 2012.
Dalam workshop tiga hari ini mereka mendapat materi tentang pengembangan aplikasi dengan memafaatkan fitur-fitur terbaru dari Windows 8 yang sangat menarik seperti Metro Apps, Live Tile, Charm Bar, Windows Store, dan lain-lain. “Fitur-fitur ini membantu developer untuk menghasilkan aplikasi yang lebih hidup dan interaktif,” kata Yusak Setiawan, Direktur Tigabelas Technology dan Farid Zulkarnain, EVP Business Development Navcore Nextology selaku mitra Microsoft di Indonesia.
Dalam workshop ini, peserta tidak hanya diajarkan materi yang bersifat konsep, tapi membangun aplikasi berbasis Windows 8 secara langsung. Setiap peserta dipersyaratkan untuk menyiapkan ide aplikasi yang harus dikembangkan selama mengikuti workshop. “Diharapkan aplikasi yang dihasilkan sudah relatif siap untuk diuji coba, “ kata Yusak Setiawan. Perbaikan-perbaikan akan dilakukan selama workshop sehingga aplikasi yang dihasilkan peserta sesuai dengan harapan market. “Potensi developer Indonesia sangat besar,” katanya.
Menurut Farid Zulkarnain, kemampuan pengembang aplikasi Indonesia lebih dari cukup untuk bersaing di global market, terutama untuk aplikasi berbasis Windows 8. “Apalagi di Indonesia banyak sekali web developer yang handal,” katanya. Kompetensi dan keterampilan mereka dalam mengembangkan web tidak berbeda jauh dengan kompetensi untuk membangun aplikasi di Windows 8. “Mereka secara straight forward menerapkan kemampuannya membangun aplikasi Windows 8 seperti HTML5, JavaScript, CSS dan lain-lain,” katanya.
Selain itu, Farid menegaskan bahwa yang penting diperhatikan adalah bagaimana memahami industri dengan bisnis model yang berbeda dengan negara lain. Bahkan untuk negara dengan target pasar yang berbeda menuntut model bisnis yang berbeda pula.
Pendekatan Microsoft dengan Windows Store untuk memasarkan aplikasi Windows 8 membuka peluang bagi developer Indonesia untuk menembus pasar global. “Apalagi untuk menembus pasar domestik,” kata Farid. Apalagi Windows 8 tidak hanya berjalan di PC, tapi juga di tablet berbasis Intel maupun ARM prosesor dan bahkan di game console (X-Box). Tentu ini akan memperbesar pasar yang bisa diraih oleh developer Indonesia.
Peluang ini tentu saja membuka lapangan usaha, terutama bagi developer Indonesia untuk lebih berperan, baik di local market maupun di global market. Selain itu, penghargaan terhadap hak kekayaan intelektual bisa lebih terkendali.
Untuk informasih lebih lanjut silakan menghubungi Farid Zulkarnain di farid@navcore.com















