LOGO

CEO AMD: Era Lomba Kecepatan CPU Telah Berakhir

Persaingan antar kecepatan prosesor yang pernah dilakukan oleh AMD dan Intel tampaknya telah berakhir. Setelah munculnya prosesor AMD FX dengan chip Bulldozer, sepertinya AMD tidak lagi menggebu-gebu dalam mengejar kecepatan yang dimiliki oleh sang pesaing abadi, Intel. Setidaknya, begitulah yang dikatakan oleh CEO AMD, Rory Read.

“Era tersebut telah berakhir”, kata Rory Read kepada Businessweek. “Saat ini daya proses yang ada pada setiap laptop di dunia sudah cukup.” Entah apakah kata-kata dari sang CEO terbaru AMD ini akan disukai oleh para pemakai prosesor AMD yang ada saat ini. Hal tersebut mengindikasikan bahwa AMD benar-benar sudah tidak lagi ingin berlomba dengan para pesaingnya dalam hal kecepatan CPU. Akan tetapi, AMD melihat bahwa ada sebuah kompetisi yang datang dari para pembuat chip ARM, seperti Qualcomm dan NVIDIA.

Rory pun menambahkan bahwa AMD saat ini tengah memproduksi Trinity yang memiliki sekitar 70% performa grafis yang lebih baik dari chipset Intel. Dengan Trinity pun, AMD yakin akan dapat memproduksi notebook tipis dan ringan tanpa adanya kekurangan dalam pasokan chip, seperti yang terjadi sebelumnya. “Saya pikir kami datang dan mencuri “daging” pada persaingan (notebook) tipis dan ringan, dan menangkap sebagian besar kesempatan di sana,” katanya.

Rory Reads telah membuat sebuah strategi diferensiasi terhadap produk yang dimiliki oleh Intel, yang telah mendominasi 80% pasar prosesor PC. Strategi  diferensiasi produk ini nantinya akan secara penuh dilaksanakan pada tahun 2015. “Ke depannya, hal ini akan menjadikan AMD yang sangat berbeda, tapi kami memiliki jalan panjang,” katanya. “Ada gairah untuk berinovasi tetapi perlu ada gairah untuk menuangkannya dan gairah untuk (memberikan kepada) pelanggan.”

Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda setuju dengan apa yang dikatakan oleh CEO AMD ini? Atau Anda masih setuju dengan strategi yang dicanangkan oleh CEO AMD sebelumnya? Jangan lupa untuk meninggalkan komen di bawah ini!

Sumber: Businessweek.com

Comments

  1. kristian says:

    Kalau saya sih melihatnya AMD bukan nyerah cuma menjadi lebih bijaksana dan realistis. Karena teknologi apapun yang mereka usung pada akhirnya penetrasi market dan keuntungan yang menjadi bottom line keberhasilan strategi mereka. Kalau saya sendiri sih selama ini pernah pakai intel dan pakai AMD, tapi sekarang sih lebih pilih pakai AMD. Lebih ekonomis kalau menurut saya. Apalagi sekarang jamannya APU, untuk saya mending cari laptop yang pakai AMD, karena pasti secara grafis lebih mumpuni untuk range harga yang sama dengan yang berprosesor Intel, Kalau masalah panas itu sih relatif memang Intel pemenang, dari segi hemat energi mungkin juga Intel yang menang. Kalau mengenai speed processor sih saya rasa emang itu bukan segalanya lagi, saya pakai Llano A6 3400 yang clock speednya cuma 1.4 GHz juga udah mantap untuk program semacam solidwork dan catia, karena keseimbangan sistem mungkin yang banyak pengaruhnya, dan saya yakin itu juga berlaku untuk Intel based system…lagian kalo mau tinggi juga bisa OC sampai 2.1-2.4GHz untuk keempat corenya sekaligus, kebetulan di ruang tanpa AC suhunya masih 80 derajat celcius, jadi relatif amanlah, karena kan maksimalnya 100. oh iya itu buat laptop ya bukan desktop dan ngga pakai laptop cooler sama sekali, dan juga dapat dengan mudah di under volt, jadi performa tetap seperti default tapi lebih adem dan hemat listrik, Jadi untuk kasus saya AMD memenuhi kebutuhan saya, untuk harga dan performance, Kalau buat yang lain mungkin harus disesuaikan dengan kebutuhan juga, agar nggak nyesel beli laptop ato ngerakit PCnya….

  2. cukupsudah says:

    cuma selisih 1juta atau kurang, lebih mantap pakai core i3 + GT540M / HD6730M. Jauh kemana-mana speednya baik CPU maupun GPU.
    Kecuali bedanya 2x lipat, tp cuma 1juta kenapa harus kompromi?

  3. acdc says:

    cuma 1jt? bukan uang yg kecil buat mayoritas masyarakat indonesia, UMK hampir di semua kota2 indonesia hanya 1 jt-an

    HALO BOSS NAIKIN GAJI KARYAWANNYA DONK, NAIKNYA G USAH BANYAK2 CUMA 1JT AJA

  4. riku sayoruu says:

    artikel ini kan tentang bos amd yg bilang ada peruubahan strategi produk amd ny kedepan, menghadapi persaingan PASAR Komputer dunia, lebih menuju produk yg hemat dan friendly, memperluas pasar laptop/gadget, dan berusaha tetap dapat bersaing ama perusahaan terrberat Raksasa Intel (80 persen DOminasi pasar lhohh..)

    Jadi ngk tentang adu hebat spec prosecor,dll.
    Harusnya kita mengapresiasi dengan kasih masukan, pendapat, kritik yg membangun atau dukungan.

    amd berusaha untuk tetap eksis, bertahan hidup, dan menurut saya tetap berinovasi, baik u/kecepatan dan kebutuhan pasar saat ini..

    Pengalaman orang kan sendri dan berbeda2, kesukaan juga dilihat dari perspektif yg bernakea ria ragam nya, ada yg suka logo nya, performance, krna muncul di film kesayangan, kebaikannya, atau bahkan keburukanya, just fun and keep positif thinking!

    Semoga amd semakin maju dan memenuhi keinganan para fan’s nya dan user global pada umumnya.. Semangat!

    Indonesia bersatu dan raihlah Inovasi mu.!

  5. topik says:

    Jadi inget setiap postingan di t*msh*ardware tentang best gaming CPUs for the money of the month, disitu disarankan

    “I don’t recommend upgrading your CPU unless the potential replacement is at least three tiers higher. Otherwise, the upgrade is somewhat parallel and you may not notice a worthwhile difference in game performance.”

    http://www.tomshardware.com/reviews/gaming-cpu-review-overclock,3106-5.html

    Yaa itu mungkin sedikit gambaran performa CPU di real world gaming. CMIIW

  6. arbay says:

    ingin kasih tambahan…
    amd saat ini telah memiliki wacana masa depan proc nya… :)

    sejak adanya AFDS ( Amd Forum Developer Submit)… dan di buatnya Foundation HSA… yg diikuti oleh ARM, MediaTek, TI – texas instrument dan imagination…

    mungkin ini alasan terkuat CEO Amd mengatakan klo sudah tidak lage mengejar kecepatan… Fokus AMD sudah di APU…

    sebuah inovasi dan gebrakan yang baik meneurut saya dalam dunia IT,,, karena menyangkut berbagai segmen, PC, Gadget, netbook, dll….

    maju terus AMD…!!!

  7. budget-mefet says:

    @acdc

    pantasnya kau beli amd saja cocok untuk budget mefet

  8. anto_peyang says:

    amd masih ok…
    tinggal kalian sandingkan dengan vga yang oke pasti semua berjalan lancar jaya….
    contoh aku main bf3 pake phenom x2 vga hd 5850 lancar2 saja…
    menurutku sekarang yang penting bukan cpunya tapi vga nya karena cpu akan berjalan optimal jika di sandingkan dengan vga yang oke…
    ingat platfom amd selalu bersanding dengan vga radeon

    lebih baik beli cpu amd yang murah tapi bisa beli vga yang hig end..
    pokoknya amd ekonomis dah…

  9. AmdXPmen says:

    Apa kabar semuanya ? semoga baik-baik saja.
    Saya setuju,
    tetapi sisakan sedikit prosessor untuk para gamer & overclocker.

    Berikut menurut saya dengan dana minimalis atau sesuai kebutuhan :
    1. Office & Multimedia laptop = cukup Dualcore, 1.7ghz, 2mb.
    Cari Vga Hd6310 atau Hd6470.
    Memory komputer 2gb.
    2. Gamer laptop = Quadcore, 1.7ghz, 4mbL2cache.
    Cari Vga Hd6730 atau Hd7670.
    Memory komputer 4gb.
    3. Office & Multimedia Pc = cukup Dualcore 2.5ghz, 2mb.
    Cari Vga Hd6410 atau Hd6470.
    Memory komputer 2gb.
    4. Gamer pc = Quadcore 2.7ghz, 4mbL2cache.
    Cari Vga Hd6770 atau kelas atas jika anda mampu beli.
    Memory komputer 4gb.

    Semoga AMD masih mau membuat sebagian, Processor yang hampir setara
    Benchmarknya dengan Intel I5 2500k, tetapi dengan dana yang agak murah,
    & disukai para Overclocker di dunia.

    Semoga pihak2 AMD & pak Rory Reads membaca komentar saya ini…Amin.
    Tolong sampaikan ya ?….Trims

  10. Ahma says:

    AMD jangan nyerah , kalo nyerah y nanti pasar prosesor bisa-bisa dimonopoli ama intel. Jadinya ga bakal dpt spek baik tp harga murah

  11. Rudi says:

    Saya sudah 3 kali beli kompi, waktu AMD 2100 XP , terus Intel Core2Duo E6300, sekarang AMD Athlon X2. Secara overall, saya lebih puas dengan AMD.

  12. kumaha_aing says:

    pada ributin dagangan orang.. yang ini ngotot Biru yg lebih hebat, yang itu ngotot juga Merah lebih hebat.. meskipun baca komentar2nya mencerminkan orang yg berpendidikan tapi kok ga mikir ya? mau aja dibodoh2in pasar, dibodoh2in merk.. saking fanatiknya jadi mirip kebo yg dicocok idungnya, klo disuruh terjun ke jurang pun terjun kali saking fanatiknya..
    ributin dagangan orang sampe adu urat leher ngapain? macam di gaji aja… orang pinter kok bego…

  13. rahmat says:

    Ndak suka sama Intel karena buatan israel, takut keuntungan dari jual prossor untuk modal bual rudal lalu ditembakkan ke anak-anak palestina…. tapi AMD itu buatan yahudi apa tidak ya?

  14. RST014 says:

    @rahmat
    buatan malay bro…

  15. merdeka33 says:

    Uang Rp.1000,- dan Rp 100.000,- sama2
    terbuat dari kertas, sama2 dicetak dan
    diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
    Pada saat bersamaan mereka keluar
    dan berpisah dari Bank dan beredar di
    masyarakat. Empat bulan kemudian
    mereka bertemu lagi secara tidak sengaja
    di dalam dompet seorang pemuda.
    Kemudian di antara kedua uang tersebut
    terjadilah percakapan, uang Rp.100.000
    bertanya kepada uang Rp.1000.

    Spoiler for Uang:

    “Kenapa
    badan kamu begitu lusuh, kotor dan bau
    amis…? “
    Dijawablah oleh uang Rp. 1000,

    “Karena aku
    begitu keluar dari Bank langsung
    berada di tangan orang2 bawahan, dari
    tukang becak, tukang sayur, penjual
    ikan dan di tangan pengemis.”

    Lalu Rp.1000 bertanya balik kepada
    Rp.100.000, “Kenapa kamu kelihatan
    begitu
    baru, rapi dan masih bersih? “

    Dijawab oleh Rp. 100.000, “Karena begitu
    aku keluar dari Bank, langsung
    disambut perempuan cantik dan
    beredarnya pun di restauran mahal, di
    mall
    dan juga hotel2 berbintang serta
    keberadaanku selalu dijaga dan jarang
    keluar dari dompet.”

    Lalu Rp.1000 bertanya lagi, “Pernahkah
    engkau mampir di tempat ibadah? “
    Dijawablah, “Belum pernah.”
    Rp.1000. pun berkata lagi, “Ketahuilah
    bahwa walaupun keadaanku seperti ini
    adanya, setiap Jum’at aku selalu mampir
    di Mesjid2, dan di tangan anak2
    yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada
    Tuhan. Aku tdk dipandang manusia
    bukan karena sebuah nilai tapi karena
    manfaat…”

    Spoiler for Manfaat uang 1000:

    Akhirnya menangislah uang Rp.100.000
    karena merasa besar, hebat, tinggi tapi
    tidak begitu bermanfaat selama ini.
    Jadi bukan seberapa besar penghasilan
    Anda, tapi seberapa bermanfaat
    penghasilan Anda itu.

    Karena kekayaan
    bukanlah untuk kesombongan. Semoga
    kita termsuk golongan orang- orang yang selalu
    mensyukuri Anugerah dan memberi
    manfaat untuk semesta alam serta
    dijauhkan dr sifat sombong.

Random Articles
Back to Top