in: News | May 24, 2012 | by: Dimas Galih Windujati

CEO AMD: Era Lomba Kecepatan CPU Telah Berakhir

Persaingan antar kecepatan prosesor yang pernah dilakukan oleh AMD dan Intel tampaknya telah berakhir. Setelah munculnya prosesor AMD FX dengan chip Bulldozer, sepertinya AMD tidak lagi menggebu-gebu dalam mengejar kecepatan yang dimiliki oleh sang pesaing abadi, Intel. Setidaknya, begitulah yang dikatakan oleh CEO AMD, Rory Read.

“Era tersebut telah berakhir”, kata Rory Read kepada Businessweek. “Saat ini daya proses yang ada pada setiap laptop di dunia sudah cukup.” Entah apakah kata-kata dari sang CEO terbaru AMD ini akan disukai oleh para pemakai prosesor AMD yang ada saat ini. Hal tersebut mengindikasikan bahwa AMD benar-benar sudah tidak lagi ingin berlomba dengan para pesaingnya dalam hal kecepatan CPU. Akan tetapi, AMD melihat bahwa ada sebuah kompetisi yang datang dari para pembuat chip ARM, seperti Qualcomm dan NVIDIA.

Rory pun menambahkan bahwa AMD saat ini tengah memproduksi Trinity yang memiliki sekitar 70% performa grafis yang lebih baik dari chipset Intel. Dengan Trinity pun, AMD yakin akan dapat memproduksi notebook tipis dan ringan tanpa adanya kekurangan dalam pasokan chip, seperti yang terjadi sebelumnya. “Saya pikir kami datang dan mencuri “daging” pada persaingan (notebook) tipis dan ringan, dan menangkap sebagian besar kesempatan di sana,” katanya.

Rory Reads telah membuat sebuah strategi diferensiasi terhadap produk yang dimiliki oleh Intel, yang telah mendominasi 80% pasar prosesor PC. Strategi  diferensiasi produk ini nantinya akan secara penuh dilaksanakan pada tahun 2015. “Ke depannya, hal ini akan menjadikan AMD yang sangat berbeda, tapi kami memiliki jalan panjang,” katanya. “Ada gairah untuk berinovasi tetapi perlu ada gairah untuk menuangkannya dan gairah untuk (memberikan kepada) pelanggan.”

Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda setuju dengan apa yang dikatakan oleh CEO AMD ini? Atau Anda masih setuju dengan strategi yang dicanangkan oleh CEO AMD sebelumnya? Jangan lupa untuk meninggalkan komen di bawah ini!

Sumber: Businessweek.com

Tags:

COMMENTS

comments!

RANDOM ARTICLES