[PR] Enam Siswa Indonesia Siap Berkompetisi di Ajang International Science and Engineering Fair (ISEF) 2012
FOKUS BERITA
- Delegasi Indonesia untuk Intel International Science and Engineering Fair 2012 bertemu dengan Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan danGusti Muhammad Hatta, Menteri Riset dan Teknologi.
- Tahun ini merupakan ketiga kalinya Indonesia berpartisipasi dalam ajang ISEF dan memfokuskan diri ke bidang teknik.
Jakarta, 11 Mei 2012 – Enam siswa Indonesia berprestasi hari ini dipastikan berangkat menuju Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat, guna mengikuti kompetisi di International Science and Engineering Fair 2012 (ISEF) yang disponsori oleh Intel. Sebelumnya, keenam siswa ini sempat bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Mohammad Nuh dan Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta di Jakarta. Delegasi yang berasal dari Banten, Bogor dan Bandung tersebut adalah pemenang Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) 2011, yang telah melalui proses seleksi ketat sebelum akhirnya terpilih untuk mewakili
Indonesia di ajang ISEF 2012. Sedikit berbeda dengan tahun lalu, tahun ini Indonesia akan berkompetisi hanya di kategori teknik.

Intel ISEF merupakan kompetisi teknik dan sains pra-universitas terbesar di dunia. Kompetisi ini menyediakan forum bagi siswa-siswa berprestasi dari seluruh dunia untuk menampilkan proyek matematika kreatif, sains, teknik, dan teknologi. Kompetisi ini mendorong jutaan siswa kelas 9-12 (setaraf dengan Sekolah Menengah Umum) untuk mengeksplorasi minat mereka terhadap inovasi dan memberikan solusi untuk masalah-masalah global.
“Dalam kondisi ekonomi global seperti saat ini, sangat penting untuk memperkaya kualitas generasi muda Indonesia karena merekalah yang akan memimpin bangsa ini ke depannya. Edukasi tentu merupakan faktor kunci dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. “Pada saat lomba di sana nanti, para delegasi dari Indonesia diharapkan tetap menjaga nama baik bangsa Indonesia dengan tata krama yang baik dalam pergaulan. Pada kesempatan terpisah, Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta juga menunjukkan dukungannya kepada delegasi Indonesia yang akan berkompetisi di ISEF 2012 dan berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut terkait dengan program ISEF yang disponsori Intel ini.

“Dalam kondisi ekonomi global seperti saat ini, Intel menyadari bahwa rasa ingin tahu, pemikiran kritis, serta fondasi kuat di bidang matematika dan sains merupakan hal yang penting dimiliki oleh sumber daya manusia Indonesia untuk bisa memiliki daya saing tinggi di masa depan. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia melalui peran serta secara aktif dalam program pendidikan dan akses teknologi yang memungkinkan munculnya para inovator di masa depan,” ujar Deva Rachman, Corporate Affairs Director Intel Indonesia. “ISEF merupakan sebuah kesempatan baik bagi para siswa untuk berbagi ide dengan peserta lain dan menampilkan proyek inovatif mereka di tingkat dunia. Di Indonesia, kami bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang telah mengadakan kompetisi sains serupa di tingkat nasional.”
LIPI telah menyelenggarakan kompetisi Karya Ilmiah Remaja (LKIR) sejak 1968. Kerja sama yang dilakukan bersama Intel Indonesia membawa perubahan signifikan untuk kompetisi ini. Para peserta diwajibkan untuk memasukkan proposal penelitian mereka terlebih dahulu dan menjalankan proyek tersebut setelah proposal mereka disetujui.
“Di antara para finalis kompetisi LIPI tahun ini, kami melihat ada lebih banyak kandidat inovatif yang merupakan indikator bahwa kita memiliki banyak pelajar muda yang kompeten di Indonesia. Kegiatan ini akan menjadi tahun ketiga kami bekerja sama dengan Intel. Melalui peran serta aktif ini, kami berharap dapat terus berkomitmen mendukung peningkatan pendidikan di Indonesia,” ujar Kepala LIPI, Prof. Dr. Lukman Hakim, MSc. PhD. Apt.
Lebih dari 1.500 siswa finalis dari 68 negara dan wilayah, akan berkompetisi untuk menunjukkan kreativitas dan pemikiran berbasis riset mereka melalui proyek sains untuk memperebutkan hadiah dan beasiswa senilai lebih dari US$3 juta. Para siswa tingkat menengah yang berpartisipasi dalam kompetisi ini merupakan para inovator masa depan. Proyek-proyek yang dibuat para finalis menjawab masalah-masalah ilmiah yang berkaitan dengan isu-isu utama global, seperti perubahan iklim, kanker, bahan bakar alternatif, keamanan pengemudi, dan kelaparan yang terjadi di beberapa wilayah dunia.
Indonesia akan diwakili oleh enam siswa, yaitu Muhammad Luthfi Nurfakhri, Efa Fazriyah Haryono, Marwah Zairah, Aulia Azka Januartrika, Anas Mufid Nurrochman, dan Amelia Nugrahaningrum. Mereka terbagi dalam tiga kelompok yang nanti akan mempresentasikan riset mereka terkait “Volcanic Mudflow Breaker Dam”, “Digital Leaf Color Chart” dan “Termite Resistant Rice Straw Paper with Soursop leaves extract”.
Komitmen Intel atas pendidikan tidak hanya terbatas melalui program ini saja. Dalam dasawarsa terakhir, Intel telah menginvestasikan lebih dari US$1 miliar dan para karyawannya telah mendonasikan tiga juta jam untuk secara sukarela meningkatkan pendidikan di 60 negara. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungiwww.intel.com/education/id.















