in: Motherboard | May 24, 2012 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review Gigabyte B75M-D3H: Chipset Alternatif Terjangkau dengan Dukungan Ivy Bridge

BIOS

Berikut ini adalah tampilan dari menu UEFI BIOS Gigabyte B75M-D3H:

Tampilan BIOS-nya mirip dengan berbagai motherboard Gigabyte lainnya. Hanya saja, mode 3D BIOS-nya tidak tersedia. Salah satu hal yang juga agak berbeda adalah Opsi overclocking melalui CPU Multiplier tidak dimungkinkan karena limitasi yang diberikan oleh chipset. Itu sebabnya Anda tidak akan banyak menemui opsi tweaking pada motherboard ini, contohnya Opsi voltase yang tersedia hanya terbatas pada voltase memori (Vdimm) saja. Kami juga menemui hal yang cukup unik di bagian pengaturan memori DDR3, yakni pengguna prosesor berbasis core Sandy Bridge hanya bisa menggunakan kecepatan memori maksimal di DDR3-1333Mhz dan tidak bisa menggunakan fitur X.M.P (xtreme memory profile). Sedangkan saat prosesor diganti ke Ivy Bridge 22nm, opsi X.M.P bisa diaktifkan, dan pilihan kecepatan memori terbuka hingga DDR3-2933Mhz. Untungnya Gigabyte juga masih memberikan opsi pengaturan memory timing yang cukup lengkap, dan memberikan dukungan untuk menyimpan setting BIOS  hingga 4 (empat) profile.

Tambahan: Uji X.M.P di kecepatan DDR3-2400.

Spesifikasi yang tertera baik pada buku manual  maupun website resmi Gigabyte mengatakan bahwa kecepatan memory maksimal yang didukung oleh motherboard ini adalah DDR3-1600Mhz, itupun harus dicapai menggunakan prosesor Ivy Bridge, tapi pilihan BIOS memberi pilihan hingga DDR3-2800 ke atas. Lalu mana yang benar? Didorong rasa penarasan, kami mengadakan pengujian tambahan untuk menguji apakah motherboard ini memang mensupport kecepatan memori di atas DDR3-1600, walau buku manualnya mengatakan sebaliknya.

Memori dengan spesifikasi XMP tertinggi yang tersedia di lab kami saat pengujian berlangsung adalah Kingston KHX2400C11D3K4/8GX, dengan kecepatan DDR3-2400 CL11, memori inilah yang kami gunakan untuk pengujian tambahan ini. Kami hanya men-set XMP ke Profil no.1 (DDR3-2400), lalu save & exit, tidak ada setting lain yang kami lakukan.

Sistem melakukan POST dengan sempurna, dan saat sistem berada di OS, ternyata software CPU-Z mendeteksi bahwa memorinya memang berjalan pada kecepatan DDR3-2400!

Uji memory bandwidth yang kami lakukan dengan utility AIDA64 membuktikan bahwa memang ada peningkatan Read Bandwidth antara setting DDR3-1333 (default) dan DDR3-2400 (XMP).

*klik untuk memperbesar*

Sayangnya kami tidak memiliki memori dengan rating lebih tinggi dari DDR3-2400, padahal kami masih agak penasaran untuk membuktikan apakah pilihan memori sampai dengan kecepatan DDR3-2800 itu benar-benar berjalan di motherboard ini. Tapi setidaknya pengujian ‘ekstra’ ini sudah membuktikan bahwa saat prosesor berbasis Ivy Bridge digunakan dengan chipset B75, si pengguna masih punya pilihan untuk melakukan tweaking frekuensi memori lebih tinggi dari hanya DDR3-1600.

   

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES