in: Movies | May 8, 2012 | by: Ernest Dimitria

The Avengers: Aksi Kumpulan Superhero dalam Dosis yang Berlimpah

Dari tahun ke tahun, Marvel Studios telah memancing rasa penasaran penonton melalui sisipan-sisipan adegan yang mengisyaratkan kehadiran film The Avengers. Mendekati penayangan perdananya, Marvel pun membanjiri dunia maya dengan beragam teaser trailer yang semakin menggugah semangat para penggemar. Akhirnya penantian tersebut terbayarkan! Namun, masalah apa yang mengharuskan para superhero ini bersatu?

Melanjutkan cerita di akhir film Thor, usaha S.H.I.E.L.D. dalam mengubah Tesseract menjadi sumber energi tak terbatas justru membawa malapetaka. Objek asing tersebut mulai memancarkan energi yang membukakan pintu bagi Loki (Tom Hiddleston) untuk menyerang bumi. Tidak hanya itu, Loki juga membawa Dr. Erik Selvig (Stellan Skarsgård), Clint Barton/Hawkeye (Jeremy Renner), dan sejumlah agen S.H.I.E.L.D. di bawah pengaruh kekuatannya. Kondisi ini memaksa Direktur S.H.I.E.L.D. Nick Fury (Samuel L. Jackson) untuk mengaktifkan kembali program “The Avengers”.

Bagi penggemar serial Buffy The Vampire Slayer dan Angel, nama Joss Whedon tentu saja sudah tidak asing lagi. Selain itu, Joss telah lama berkecipung di dunia komik yang penuh dengan tokoh-tokoh super dan aksi perkelahian yang luar biasa. Pengalamannya tersebut membuat Joss tepat ditunjuk sebagai sutradara The Avengers dengan membawa beragam aksi pertempuran yang mewujudkan imajinasi terkotor para penggemar Marvel Comics.

Seperti yang dapat dilihat dalam trailer dan beragam teaser yang diumbar dalam film-film Marvel sebelumnya, penyatuan superhero dalam program “The Avengers” dihiasi dengan beragam masalah yang berakar di ego dan kepercayaan. Oleh karena itu, sebelum bertempur dengan Loki dan pasukannya dari ras alien Chitauri, para anggota The Avengers sempat saling berbaku hantam dengan satu sama lain. Tentunya masing-masing superhero mengandalkan kekuatannya masing-masing. Bayangkan Iron Man (Robert Downey Jr.) bertarung dengan Thor (Chris Hemsworth) dan ditengahi oleh Captain America (Chris Evans).

 

Lahan Bermain yang Pantas untuk Hulk

Awal, pertengahan, hingga akhir film dihiasi dengan adegan-adegan pertempuran yang menakjubkan. Joss berhasil menghidangkannya bagai makanan, dengan menu appetizer yang disuguhkan dalam porsi-porsi kecil untuk mempersiapkan para penonton menikmati hidangan utama yang megah dan spektakuler.

Satu hal yang patut diperhatikan dari The Avengers adalah kehadiran lahan bermain yang pantas untuk Hulk. Walaupun dalam film The Incredible Hulk (2008) Dr. Bruce Banner harus menghadapi musuh terbesarnya, The Abomination, jumlah musuh yang dihadirkan dalam The Avengers cukup banyak untuk memperlihatkan seberapa besar kekuatan Hulk.

Namun, Marvel Studios terpaksa berpaling ke arah Mark Ruffalo untuk memerankan Dr. Bruce Banner/Hulk dalam The Avengers setelah gagal mencapai kesepakatan dengan Edward Norton. Anehnya, ukuran Hulk dalam film ini mengalami penyusutan yang drastis dibanding film-film sebelumnya. Setidaknya celana rombengnya tidak lagi berwarna ungu dan pemeran Hulk legendaris, Lou Ferrigno, kembali menjadi pengisi suara sang monster.

Marvel Studios tidak hanya menyuguhkan aksi pertempuran yang menakjubkan. Mereka tidak lupa menyertakan bumbu drama yang mengharukan, serta intrik-intrik yang berhasil membuat penonton bertanya-tanya dan tertawa. Jika Anda mencari tontonan yang menghibur dengan aksi dan efek visual yang menakjubkan, The Avengers dapat menjadi pilihan yang tepat.

Tanggal rilis:
4 Mei 2012 (Indonesia)

Genre:
Action

Durasi:
142 menit

Sutradara:
Joss Whedon

Pemain:
Robert Downey Jr., Chris Evans, Samuel L. Jackson, Scarlett Johansson

Studio:
Marvel Studios, Paramount Pictures

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES