Simak Trailer Gameplay Pertama .Hack Versus!
.Hack Versus mungkin didesain sebagai sebuah game fighting “complementary” untuk
Jakarta, 20 Juni 2012—PT. Metrodata Electronics Tbk (“Perseroan”), sebuah perusahaan Distributor, Solusi dan Konsultan Teknologi Informasi (“TI”) yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1990 (IDX: MTDL), pada hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Selengkapnya agenda dan hasil RUPST dan RUPSLB adalah sebagai berikut:
A. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan
Dalam rapat ini diagendakan mengenai:
1. Laporan Direksi Perseroan mengenai jalannya usaha Perseroan dan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan Persetujuan serta Pengesahan Laporan Tahunan, Laporan Keuangan Tahunan dan Laporan Direksi serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 dan pemberian pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada Direksi dan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011;
2. Penetapan dan Persetujuan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011;
3. Penunjukan Akuntan Publik Independen untuk mengaudit buku-buku Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 dan memberi wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik tersebut serta persyaratan lain penunjukannya;
4. Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris (Komisaris Independen) Perseroan; dan
5. Penentuan honorarium/gaji serta tunjangan bagi Direksi dan Komisaris Perseroan.
Sehubungan dengan pelaksanaan rapat, maka hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan adalah sebagai berikut:
1. a. Menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 termasuk didalamnya menyetujui dan mengesahkan Laporan Direksi mengenai jalannya usaha Perseroan, Laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris Perseroan dan Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 yang telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan – Deloitte Touche Tohmatsu;
b. Memberikan pembebasan dan pelunasan tanggung jawab sepenuhnya kepada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang mereka lakukan dalam tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011 (acquit et de charge)sepanjang tindakan-tindakan mereka tersebut tercermin dalam Laporan Tahunan / Laporan Keuangan Tahunan Perseroan untuk Tahun Buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2011;
2. a. Menyetujui dan mengesahkan Laba Bersih Perseroan untuk tahun buku 2011 sebesar Rp 43.425.028.402 (empat puluh tiga miliar empat ratus dua puluh lima juta dua puluh delapan ribu empat ratus dua Rupiah);
b. Menyetujui dan mengesahkan penggunaan Laba Bersih Perseroan tahun buku 2011 untuk digunakan sebagai berikut:
i. sebesar Rp 8.984.000.000,- (delapan miliar sembilan ratus delapan puluh empat juta Rupiah) yang merupakan 20,7% (dua puluh koma tujuh persen) dari Laba Bersih Perseroan tahun buku 2011 dibagikan sebagai dividen tunai yang akan dibayarkan kepada para Pemegang Saham Perseroan atas 2.246.000.000 (dua miliar dua ratus empat puluh enam juta) saham, atau masing-masing saham akan menerima Rp 4,- (empat Rupiah) yang akan dibayarkan secara tunai kepada para Pemegang Saham Perseroan. Atas penerimaan dividen tunai akan dikenakan pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku di bidang perpajakan. Mengenai tata cara dan jadwal pembagian dividen tunai tersebut akan diumumkan dalam Surat Kabar;
ii. sebesar Rp 1.000.000.000,- (satu miliar Rupiah) yang merupakan 2,3% (dua koma tiga persen) dari Laba Bersih Perseroan tahun buku 2011 untuk digunakan sebagai cadangan sesuai dengan ketentuan UUPT;
iii. Sisanya sebesar Rp 33.441.028.402,- (tiga puluh tiga miliar empat ratus empat puluh satu juta dua puluh delapan ribu empat ratus dua Rupiah) yang merupakan 77% (tujuh puluh tujuh persen) dari Laba Bersih Perseroan tahun buku 2011 dicatat sebagai laba ditahan(retained earnings) Perseroan.
c. Memberikan kuasa dan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melakukan setiap dan semua tindakan yang diperlukan sehubungandengan pelaksanaan pembagian dividen termasuk pengumuman dalam surat kabar, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3. Penunjukan Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan – Deloitte Touche Tohmatsu ataupun para penerus dan penggantinya atau Kantor Akuntan Publik Independen lainnya yang terdaftar di Bapepam untuk mengaudit pembukuan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2012 serta memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk menetapkan honorarium Akuntan Publik Independen tersebut berikut persyaratan lain penunjukannya.
4. a. Mengangkat Ibu Lulu Terianto sebagai Komisaris Independen Perseroan dengan masa jabatan terhitung sejak ditutupnya Rapat ini sampai dengan ditutupnya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan Tahun Buku 2014, menggantikan Bapak Cahyono Halim yang masa jabatannya telah berakhir, sehingga dengan demikian susunan anggota Dewan Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris :
- Presiden Komisaris
- Wakil Presiden Komisaris : Ben Aristarchus Widyatmodjo
- Komisaris (Komisaris Independen) : Lulu Terianto
b. Memberi wewenang dan kuasa dengan hak substitusi kepada Direksi Perseroan untuk melakukan segala tindakan sehubungan dengan perubahan anggota Dewan Komisaris di atas termasuk tetapi tidak terbatas untuk membuat atau meminta untuk dibuatkan sertamenandatangani segala akta sehubungan dengan perubahan susunan anggota Dewan Komisaris, termasuk menyampaikan pemberitahuan atas perubahan data Perseroan ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dan/atau kepada pihak yang berwenangserta melakukan semua dan setiap tindakan yang diperlukan sehubungan dengan keputusan tersebut sesuai dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku.
5. a. Menetapkan dan menyetujui honorarium/gaji serta tunjangan lainnya dari para anggota Dewan Komisaris Perseroan sebesar Rp.1.547.240.000,- (satu miliar lima ratus empat puluh tujuh juta dua ratus empat puluh ribu Rupiah) per tahun bruto untuk seluruh anggota Dewan Komisaris Perseroan.
b. Memberikan wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untuk menentukan honorarium/gaji dan tunjangan anggota Direksi Perseroan beserta fasilitas-fasilitas lainnya.
B. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
Dalam rapat ini diagendakan mengenai:
1. Perubahan Domisili serta perubahannya dalam Anggaran Dasar Perseroan.
Sehubungan dengan pelaksanaan rapat, maka hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa adalah sebagai berikut:
1. Menyetujui perubahan domisili atau tempat kedudukan Perseroan dari sebelumnya di Jakarta Selatan menjadi di Jakarta Barat dan selanjutnya mengubah pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan terkait dengan perubahan domisili atau tempat kedudukan tersebut;
2. Memberikan wewenang dan kuasa kepada Direksi Perseroan, dengan hak untuk memindahkan Kuasa ini kepada orang lain (hak substitusi), untuk merubah dan menyusun kembali ketentuan-ketentuan pasal 1 ayat 1 Anggaran Dasar Perseroan sebagaimana disyaratkan oleh dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, dan selanjutnya memohon persetujuan dan/atau pemberitahuan atas keputusan ini dan/atau perubahan perubahan Anggaran Dasar ini kepada instansi yang berwenang dan untuk membuat perubahan dan/atau tambahan dalam bentuk yang bagaimanapun juga yang diperlukan untuk memperoleh persetujuan dan/atau diterimanya pemberitahuan tersebut, untuk mengajukan dan menandatangani semua permohonan dan dokumen lainnya, dan untuk melaksanakan tindakan lain yang mungkin diperlukan, satu dan lain hal tanpa ada yang dikecualikan.
Sebagai informasi tambahan selain hasil RUPST dan RUPSLB, Perseroan juga menyampaikan laporan kinerja keuangan sebagai berikut:
Perseroan membukukan penjualan tahun 2011 sebesar Rp 4,4 triliun, meningkat sebesar 11,5% dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 3,9 triliun.
Sesungguhnya pertumbuhan penjualan perusahaan melebihi 11,5%, mengingat adanya perubahan struktur kepemilikan anak perusahaan di tahun 2011 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Di tahun 2011, perusahaan tidak lagi mengkonsolidasikan E Metrodata Com (“EMC”) yang telah didivestasikan pada akhir tahun 2010. EMC sendiri memberikan kontribusi penjualan sebesar 15,8% dari total penjualan konsolidasi Perseroan tahun 2010.
Adapun divestasi EMC di akhir tahun 2010 terkait dengan Put Option yang dilaksanakan oleh Perseroan untuk memitigasi dampak dari akuisisi Sun Microsystems Inc oleh Oracle USA Inc. Perseroan melakukan divestasi atas seluruh saham EMC tersebut (51% kepemilikan saham) senilai USD 8,8 juta kepada mitra venturanya– BT Frontline Pte Ltd. Sebagai informasi, sebelum divestasi, EMC memiliki 60% saham dalam PT. Sun Microsystems Indonesia, di mana 40% sisanya dimiliki oleh Sun Microsystems Inc.
Lebih lanjut, di awal tahun 2011, Perseroan telah berhasil membentuk usaha patungan dengan Synnex Technology International Corp (“Synnex”) melalui anak perusahaannya yaitu PT. Synnex Metrodata Indonesia (“SMI”) – (d/h PT. Metrodata E Bisnis (“MEB”)) yang bergerak di bidang distribusi produk TI, di mana SMI memperoleh setoran modal tambahan sebesar Rp 150 miliar dari Synnex, sehingga kepemilikan SMI menjadi 50% Perseroan dan 50% Synnex. Sebagai informasi tambahan, Synnex adalah perusahaan Distributor TI nomor 1 di Asia Pasifik.
Dampak dari divestasi EMC dan bergabungnya Synnex dalam bisnis distribusi Perseroan adalah memperkuat struktur keuangan perusahaan, mengembangkan pengetahuan atas proses distribusi yang lebih efisien dan efektif, serta menambah diversifikasi produk TI yang dapat dijual.
Dengan bergabungnya Synnex ke dalam SMI (entitas anak), serta meningkatnya kinerja di bisnis solusi dan konsultasi TI, Perseroan mampu untuk terus mendorong pertumbuhan penjualan agar laba bersih yang dihasilkan setelah “divestasi EMC” terus meningkat.
Selanjutnya biaya operasional perusahaan menurun dari Rp 276,6 miliar pada tahun 2010 menjadi
Rp 219,8 miliar di tahun 2011, yang tentunya selain karena tidak dikonsolidasikannya EMC juga karena program efisiensi yang telah berhasil dijalankan.
Dengan pencapaian pertumbuhan penjualan dan menurun-nya biaya operasional, Perseroan berhasil meningkatkan laba bersihnya dari Rp 30,4 miliar di tahun 2010 menjadi sebesar Rp 43,4 miliar di tahun 2011 (bertumbuh 42,8%).
[...] Jagat Review Previous post → [...]