[PR] MSI Lightning Desert Storm
Join the Challengers with your Enthusiasm (Taipei-Taiwan) The lightning series Graphics
Jakarta, 19 Juni 2012 - Penemuan malware Flame pada Mei 2012 mengungkap senjata cyber paling kompleks saat ini. Pada saat ditemukan, tidak ada bukti kuat bahwa Flame dikembangkan oleh tim yang sama yang membuat Stuxnet dan Duqu. Pendekatan yang dilakukan untuk mengembangkan Flame tidak sama dengan Stuxnet/Duqu, hingga disimpulkan bahwa proyek ini dibuat oleh tim yang berbeda.
Namun, riset mendalam berikut, yang dilakukan oleh para pakar Kaspersky Lab, tim-tim ini (Flame dan Stuxnet/Duqu) nyatanya bekerjasama setidaknya satu kali yaitu saat pengembangan awal Flame.
Fakta Singkat
Stuxnet adalah senjata cyber pertama yang menyasar fasilitas industri. Kenyataan bahwa Stuxnet juga menginfeksi PC biasa di seluruh dunia akhirnya membuatnya ditemukan pada Juni 2010, meskipun versi awal yang diketahui dari program jahat ini diciptakan setahun sebelumnya. Senjata cyber berikutnya, yaitu Duqu, ditemukan September 2011. Tidak seperti Stuxnet, tugas utama Trojan Duqu adalah sebagai backdoor dari sistem yang terinfeksi dan mencuri informasi pribadi (mata-mata cyber).
Pada saat menganalisa Duqu, ada kesamaan yang besar dengan Stuxnet, yang mengungkap bahwa keduanya diciptakan menggunakan platform serangan yang sama yang dikenal sebagai “Tilded Platform”. Nama tilded berasal dari preferensi pengembang malware tersebut untuk nama-nama file dengan form “~d*.*”, maka muncul nama “Tilde-d”.
Malware Flame, ditemukan Mei 2012 melalui penyelidikan yang digagas oleh International Communications Union (ITU) dan dilakukan oleh Kaspersky Lab, awalnya terlihat sangat berbeda. Beberapa fitur, seperti ukuran program, penggunaan bahasa pemrograman LUA dan fungsionalitas yang beragam, semuanya mengindikasikan bahwa Flame tidak terkait dengan pencipta Duqu atau Stuxnet.
Namun, fakta baru yang muncul mengubah sejarah Stuxnet dan membuktikan dengan jelas bahwa platform “Tilded” memang terkait dengan platform Flame.