LOGO

[PR] Aviva dan Plan Bekerja Sama Untuk Pembuatan Akte Kelahiran Bagi Anak Jalanan di Jakarta

“Jika Anda tidak terdaftar maka Anda tidak terlindungi”. Setiap tahun, terdapat 51 juta anak-anak yang tidak terlindungi karena mereka tidak terdaftar.

(Jakarta): Aviva, grup asuransi terbesar ke-enam di dunia, dan Plan, organisasi global untuk perkembangan dan hak-hak anak, kemarin, 4 Juli 2012, meluncurkan sebuah program pembuatan akte kelahiran bagi anak-anak jalanan di Jakarta, bekerja sama dengan
Kementerian Sosial.

Program ini melanjutkan upaya untuk memperluas dan mengembangkan program “Street to School” Aviva di Asia melalui kemitraan dengan Plan. Plan telah menjalankan kampanye global untuk pendaftaran akte kelahiran sejak 2005 dan sejauh ini telah berhasil
memfasilitasi pendaftaran lebih dari 40 juta orang, sebagian besar anak-anak, di 32 negara. Advokasi yang diusung organisasi ini telah memberikan kontribusi pada perbaikan peraturan hukum di 10 negara dan berhasil membuat 153 juta anak memenuhi syarat untuk
mendapatkan akte kelahiran secara gratis.

Dua organisasi ini bekerja sama dengan Kementerian Sosial Indonesia, selama 24 bulan ke depan di lima kotamadya DKI Jakarta. Program ini akan meluncurkan kampanye edukasi publik yang bertujuan untuk menjangkau 3.500 anak yang tinggal atau bekerja di jalanan (termasuk wali atau orang tua mereka) guna membantu meningkatkan pengetahuan mereka tentang pentingnya kepemilikan akte kelahiran dan memberikan advokasi dalam penyebaran informasi ini ke teman-teman sebaya mereka. Hal ini juga bertujuan untuk
mendaftarkan akte kelahiran bagi 1.500 dari anak-anak tersebut sebagai bagian dari dukungan untuk program pemerintah di seluruh Indonesia guna memberikan perhatian khusus dalam menangani masalah penting ini dengan memberikan kemudahan aksesibilitas
dalam proses pendaftaran.

Kementerian Sosial menyatakan, saat ini ada sekitar 230.000 anak Indonesia yang tinggal di jalanan. Menurut data Dinas Sosial, tahun ini setidaknya ada 7.315 anak di Jakarta yang teridentifikasi, dan hanya 9% dari mereka yang terdaftar dan memiliki akte kelahiran. Jumlah ini telah meningkat sebanyak hampir 1.000 anak jalanan setiap tahunnya bila dibandingkan dengan angka di 2001, demikian menurut hasil survei Unit Riset dan Pelayanan Sekolah Ilmu Statistik, Badan Pusat Statistik.

Christian Wanandi, Dewan Komisaris Aviva Indonesia, mengatakan: “Aviva berdedikasi untuk memimpin program ini bekerja sama dengan Plan Indonesia untuk membantu anakanak kita yang tidak terlindungi di masyarakat – khususnya anak jalanan dan kelompok marginal. Saat ini diperkirakan 47% anak Indonesia di bawah umur 5 tahun masih belum terdaftar. Melalui kerja sama dengan beberapa LSM seperti Plan, dan berinisiatif untuk membuat program seperti “Street to School: dan “Count Every Child” (Catat Setiap Anak), kami bertujuan untuk secara signifikan dapat mengurangi persentase ini dan mengurangi hambatan bagi anak dalam mendapatkan akses ke pendidikan, kesehatan, dan sekaligus membantu dalam memberikan status hukum yang legal.”

Samsudi, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial, Kementerian Sosial menambahkan ”Pemerintah Indonesia, LSM, dan masyarakat di Jakarta telah mengidentifikasi tidak adanya layanan registrasi akte kelahiran sebagai masalah inti dalam perlindungan hak asasi manusia dan anak jalanan, dan kami menargetkan untuk mendaftarkan setengah dari seluruh anak jalanan di Jakarta pada 2014. Kami sangat senang dengan program seperti Street to School dan Count Every Child (Catat Setiap Anak) ini. Kami percaya, program ini dapat memberikan peranan penting dalam penyediaan solusi dan juga membantu mengembangkan masyarakat dan membangun Indonesia yang lebih baik, begitu juga di seluruh Asia.”

Peter La Raus, Direktur Plan Indonesia, menyatakan: “Jika Anda tidak terdaftar maka Anda tidak terlindungi. Pembuatan akte kelahiran adalah ukuran penting untuk memberikan pengakuan bagi setiap orang. Kita cenderung lupa bahwa tidak adanya akte kelahiran dapat menghambat seorang anak untuk dapat mengakses layanan pendidikan, kesehatan dan sosial. Di kemudian hari, akta kelahiran juga dapat membantu melindungi anak terhadap pernikahan dini, bekerja di bawah umur atau, dan jika dituduh melakukan kejahatan bisa dituntut hukum sebagai orang dewasa. Pencatatan akte kelahiran mempengaruhi banyak orang dan kami sangat senang bahwa dengan menggabungkan keahlian kami sebagai NGO, organisasi keuangan seperti Aviva dan pemerintah akan mampu membuat anak menjadi lebih diakui secara legal.”

Random Articles
Back to Top