[PR] Laporan Symantec Mengungkapkan, Lebih Dari Sepertiga Serangan Terarah Diseluruh Dunia Ditujukan Untuk Usaha Kecil
JAKARTA, Indonesia – 16 Juli 2012– Symantec Corp. (Nasdaq: SYMC) hari ini mengumumkan hasil-hasil temuan Symantec Intelligence Report bulan Juni 2012, yang menunjukkan bahwa 36% dari seluruh serangan terarah (58 per hari) selama enam bulan terakhir ditujukan ke perusahaan yang memiliki 250 karyawan atau kurang. Seperti yang dilaporkan dalam terakhir, angka ini mencapai 18% pada akhir Desember 2011.
Selama semester pertama tahun ini, jumlah total serangan terarah harian terus meningkat sebesar minimal 24% dan rata-rata 151 serangan terarah diblokir setiap hari selama bulan Mei dan Juni.
Perusahaan besar dengan lebih dari 2,500 karyawan masih menerima jumlah serangan terbesar, dengan rata-rata 69 seragan diblokir setiap harinya.
“Sepertinya ada korelasi langsung antara meningkatnya serangan ke perusahaan kecil dan menurunnya serangan ke perusahaan besar. Tampak jelas bahwa penyerang mengarahkan secara langsung sumber daya mereka dari kelompok yang satu ke kelompok lainnya,” kata Paul Wood, cyber security intelligence manager, Symantec.
“Mungkin saja perusahaan Anda bukan merupakan target utama, namun penyerang mungkin menggunakan perusahaan Anda sebagai batu loncatan untuk menyerang perusahaan-perusahaan lain. Anda tidak menginginkan bisnis Anda menjadi bagian terlemah dalam rantai pasokan. Informasi adalah kekuatan, dan penyerang mengetahui hal ini, dan serangan yang sukses dapat memberikan keuntungan finansial yang signifikan bagi penjahat cyber di belakangnya. Akses terhadap kekayaan intelektual dan intelejensi strategis dapat memberi mereka keuntungan besar di pasar yang kompetitif,” kata Wood.
Industri Pertahanan (sub kategori Sektor Publik) telah menjadi target industri yang terpilih pada semester pertama tahun ini, dengan rata-rata 7.3 serangan per hari.
Sektor Kimia/Farmasi dan Manufaktur tetap bertahan di posisi dua dan tiga. Target ini jelas sekali menerima persentasi lebih sedikit dari keseluruhan perhatian dibandingkan pada tahun 2011, namun sektor Kimia/Farmasi masih menerima 1 dari setiap 5 serangan terarah, sementara sektor Manufaktur masih menerima hampir 10% dari keseluruhan serangan terarah.
“Penting untuk diingat bahwa meski meningkat, serangan terarah masih sangat langka. Serangan terarah menggunakan program jahat yang dikostumisasi dan rekayasa sosial terarah yang disempurnakan untuk mendapatkan akses tidak sah ke informasi penting. Kami menganggap ini sebagai evolusi selanjutnya dari rekayasa sosial, di mana korban diteliti terlebih dahulu dan ditargetkan secara khusus,” tambah Wood.
Laporan Penting Lainnya:
Spam: Pada bulan Juni, rasio spam global dalam trafik email turun sebesar 1,0 persen poin sejak Mei, menjadi 66,8% (1 dalam setiap 1,5 email). Hal ini mengikuti tren berkelanjutan dari tingkat spam global yang berkurang secara bertahap sejak akhir 2011. Tingkat spam di Indonesia menurun sebesar 0,5 persen poin sejak Mei, menjadi 65,8%.
Phishing: Di bulan Juni, tingkat phishing global meningkat sebesar 0,04 persen poin, dengan rata-rata phishing global menjadi satu dalam setiap 467,6 email (0.21%) yang terdiri dari beberapa bentuk serangan phishing.

Ancaman yang berasal dari E-mail: Rasio global virus dari email dalam trafik email adalah satu dari 316,5 email (0,31%) di bulan Juni, meningkat sebesar 0,04 persen poin sejak bulan Mei. Di bulan Juni, 27,4% ancaman yang berasal dari email berisi link ke situs Web berbahaya, 1,2 persen poin lebih rendah dari bulan Mei.
Ancaman Malware Berbasis Web: Pada bulan Juni, Symantec Intelligence Report menemukan rata-rata 2,106 situs Web setiap hari mengandung malware dan program yang tidak diinginkan lainnya termasuk spyware dan adware; sebuah peningkatan sebesar 51,7% sejak Mei.
Ancaman Endpoint: Malware yang paling sering diblokir bulan lalu adalah . WS.Trojan.H adalah deteksi heuristik umum berbasis cloud untuk file yang memiliki karakteristik ancaman yang belum diketahui.

Tren Geografis:
Spam
- Karena tingkat spam global menurun, Hungaria merupakan Negara yang paling banyak mendapat spam pada bulan Juni, dengan tingkat spam sebesar 74,3%.
- Di AS, 66,4% email adalah spam dan 66,5% di Kanada.
- Tingkat spam di Inggris adalah sebesar 67,2%.
- Di Belanda, spam mencapai jumlah 68,9% dari trafik email, 66,3% di Jerman, 66,0% di Denmark.
- Di Australia 66,1% dari email diblokir sebagai spam, dibandingkan 65,9% di Hong Kong, 65,8% di Indonesia dan Singapura dan 63,4% di Jepang.
- Spam mencapai 66,8% dari trafik email di Afrika Selatan dan 71,0% di Brasil.
Phishing
- Belanda menjadi negara yang paling diincar di bulan Juni, dengan 1 dari setiap 54,4 email diidentifikasi sebagai ancaman phishing.
- Tingkat phishing di Amerika Serikat adalah 1 dari setiap 1,261.5 dan 1 dari 332 untuk Kanada.
- Di Jerman tingkat phishing adalah 1 dari setiap 1,043.7, 1 dari setiap 478,2 di Denmark.
- Di Australia, aktivitas phishing mencapai 1 email untuk tiap 708,2 email dan 1 untuk tiap 1,182.9 di Hong Kong; untuk Jepang, 1 untuk tiap 8,005.7 dan 1 untuk setiap 2,679 untuk Singapura.
- Di Brasil, 1 dari 713 email diblokir sebagai serangan phishing. Di Afrika Selatan adalah 1 dari 170,9 email.
Ancaman dari Email
- Belanda merupakan Negara dengan rasio tertinggi aktivitas email berbahaya di bulan Juni, dengan 1 dari 48,6 email teridentifikasi berbahaya.
- Di Inggris, 1 dari 209,9 email teridentifikasi berbahaya, dibandingkan dengan Afrika Selatan, di mana 1 dari 414,1 email diblokir karena berbahaya.
- Tingkat virus untuk malware yang berasal dari email di Amerika Serikat adalah 1 dari 570,2 dan 1 dari 271,3 di Kanada.
- Di Jerman aktivitas virus mencapai 1 dari 385,4 dan 1 dari 438,4 di Denmark.
- Di Australia, 1 dari 598,3 email berbahaya. Untuk Jepang tingkatnya adalah 1 dari 2,372.8, dibandingkan dengan 1 dari 862,7 di Singapura dan 1 dari 1072.2 di Indonesia.
- Di Brasil, 1 dari 403,8 email berisi konten berbahaya.
Tren Vertikal:
- Sektor otomotif kembali menjadi sektor industri yang paling banyak dikirimi spam pada bulan Juni, dengan tingkat spam69,7%; tingkat spam untuk sektor Pendidikan adalah 68,2%.
- Tingkat spam untuk sektor Kimia dan Farmasi adalah 66,8%, dibandingkan dengan 66,4% untuk Layanan IT, 66% untuk Ritel, 67,2% untuk Sektor Publik dan 66,2% untuk Keuangan.
- Sektor Publik tetap jadi sektor yang paling diincar aktivitas phishing di bulan Juni, dengan 1 dari 113,9 email merupakan serangan phishing.
- Tingkat phishing untuk sektor Kimia dan Farmasi adalah satu dari 1,202.2 dan 1 dari 986,8 untuk sektor layanan TI, 1 dari 835,3 untuk Ritel, 1 dari 330,6 untuk Pendidikan dan 1 dari 247,5 untuk Keuangan, dan 1 dari 2,114.3 untuk industri Otomotif.
- Dengan 1 dari 89,8 email diblokir sebagai email berbahaya, Sektor Publik tetap jadi industri yang paling diincar di bulan Juni.
- Tingkat virus untuk sektor Kimia dan Farmasi adalah 1 dari tiap 402,1 dan 1 dari tiap 502,1 untuk sektor Layanan IT; 1 dalam 522,0 untuk Ritel, 1 dari tiap 219,8 untuk Pendidikan dan 1 dalam tiap 204,2 untuk Keuangan.
Tren Pasar:
- Tingkat spam untuk usaha kecil dan menengah (1-250) adalah 66,4%, dibandingkan dengan 66,9% untuk perusahaan besar (2500++).
- Serangan phishing yang menargetkan usaha kecil dan menengah (1-250) tercatat sebanyak 1 dari 401,6 email, dibandingkan dengan 1 dari 402,9 untuk perusahaan besar (2500++).
- Ancaman yang berasal dari email yang ditujukan untuk usaha kecil dan menengah tercatat sebanyak satu dari 306,8 email, dibandingkan dengan satu dari 269,0 untuk perusahaan besar.
Laporan Symantec Intelligence bulan Juni memberikan rincian mengenai trend dan angka seperti yang disebutkan diatas, serta tren geografis dan vertikal yang lebih terperinci.
Link Terkait
Terhubung dengan Symantec














