[PR] Studi Menunjukkan SAS Mendominasi Pasar Advanced Analytics Dunia

Studi meneliti penggunaan di perusahaan, menyebutkan SAS sebagai penyedia terbesar yang fokus pada business analytics
JAKARTA (16 Juli 2012) – Menurut Prediksi Software Business Analytics 2012-2016 dan laporan Pangsa Pasar Vendor 2011 IDC (Doc 235494), dengan margin yang tinggi, lebih banyak perusahaan di seluruh dunia bergantung dengan SAS® advanced analytics dibandingkan dengan merek lainnya.
Menurut IDC, pangsa pasar advanced analytics SAS adalah 35,2 persen pada tahun 2011, naik dari 34,8 persen di 2010. Prosentase tersebut lebih dari seluruh pangsa pasar vendor advanced analytic yang ada. IBM, berada di posisi ke dua, yang hanya memperoleh 16,8 persen.
IDC juga menyebutkan SAS sebagai top five provider dalam berbagai kategori business analytics, di antaranya sebagai perangkat business intelligence, platform data warehouse, aplikasi performance management, perangkat end-user query atau reporting, software generasi data warehouse dan supply chain analytics.
Menurut IDC, pada tahun 2011, pasar software business analytics tumbuh sebesar 14,1 persen, yang diprediksi akan meningkat sebesar 9,8 persen pada laju pertumbuhan tahunan hingga tahun 2016.
“Selama bertahun-tahun, organisasi melihat teknologi informasi sebagai penyedot biaya. Persepsi itu kini berubah secara cepat di mana para pemimpin perusahaan menyadari tentang manfaat analytics. Perusahaan kini semakin memahami jika wawasan analytics dapat membuat TI sebagai penggerak bisnis untuk meningkatkan keuntungan bagi perusahaan,” kata Jim Davis, Senior Vice President dan Chief Marketing Officer SAS.
Hewlett-Packard menggunakan SAS Analytics untuk menganalisa data terstruktur dan tidak terstruktur. Sebagai hasilnya, perusahaan dapat mengetahui wawasan penting dan memperoleh pemahaman pasar yang berharga secara lebih cepat, sehingga pada akhirnya memberikan keuntungan bisnis bagi HP.
“Analisis data publik membantu kami untuk menjawab kebutuhan akan produk secara proaktif dan bahkan mengantisipasi isu dalam call center,” kata Prasanna Dhore, Vice President untuk Global Customer Intelligence HP. “Kepuasan pelanggan pada produk-produk yang sudah ada di pasaran meningkat, selain itu kami juga tetap dapat menjalankan produk yang akan datang untuk meningkatkan penjualan. Itu merupakan salah satu dari banyak cara yang dapat kami lakukan dalam memanfaatkan SAS Analytics untuk meningkatkan bisnis.”
SAS® High-Performance Analytics
Dengan pengalaman kepemimpinan business analytics selama 36 tahun, SAS kini menawarkan analytics yang inovatif berupa platform high-performance untuk menjawab tantangan agar memperoleh wawasan bisnis dari volume data yang terus meningkat, yang saat ini dikenal dengan big data.
Keluarga SAS High-Performance Analytics, berdasarkan teknologi in-memory computing perusahaan, memberikan jawaban dalam hitungan menit atau detik, bukan berhari-hari, sehingga pemimpin perusahaan dapat membuat keputusan dengan benar sebelum terlambat.
SAS high-performance yang saat ini ditawarkan meliputi:
- SAS Visual Analytics, untuk visualisasi bisnis big data.
- SAS High-Performance Analytics, untuk eksekusi SAS Analytics yang mendekati real-time.
- SAS High-Performance Analytics applications, aplikasi yang dibuat khusus untuk risk management, ritel dan industri lainnya.












