LOGO
,

AMD: APU Dapat Jalankan Aplikasi Perkantoran dengan Cepat

Beberapa hari lalu, kami menjumpai sebuah post di Blog AMD yang bertajuk “APUs can run your office applications fast. Really fast”. Pada artikel ini Phil Hughes, Senior PR Manager AMD, mengutarakan bahwa teknologi AMD APU dapat memberikan performa ekstra bagi aplikasi perkantoran/office applications. Di sini Phil juga mengutarakan bahwa banyak pengguna melupakan bahwa AMD APU memiliki GPU AMD Radeon HD Graphics dengan  parallel compute capabilities yang bisa dimanfaatkan untuk mengakselerasi berbagai aplikasi harian.

Efek akselerasi tersebut antara lain (seperti dikutip dari Blog AMD):

  • Microsoft Power Point; with GPU acceleration turned on, you can improve productivity by nearly 250%.
  • WinZip; Here at AMD, we do have to manage the size of our inboxes, so reducing attachment file sizes can be essential. Corel’s WinZip 16.5 is able to leverage both CPU and GPU resources on our new second generation AMD A-Series APUs. With AMD App Acceleration, second-generation AMD A-Series-based notebooks can accelerate compression of files up to 135% faster using WinZip 16.5.
  • Web browsing; all the major Web browsers – Internet Explorer 9, Mozilla FireFox and Google Chrome – can render and perform faster thanks to GPU acceleration

Phil sempat menambahkan bahwa AMD APU A-Series Generasi kedua (a.k.a Trinity), mendukung mode Eyefinity, yang tadinya hanya tersedia bagi pengguna kartu grafis add-on AMD Radeon. Mode Eyefinity ini diharapkan membuat pengguna lebih leluasa memanfaatkan screen space yang lebih besar.

AMD Eyefinity : Lebih leluasa dengan dukungan 3 monitor

 

Akselerasi APU: Berpotensi Jadikan AMD Kompetitif kembali

Sungguh menarik melihat pernyataan yang dikatakan Senior PR Manager AMD tersebut. Siapa yang tidak ingin pekerjaan di kantornya lebih cepat selesai? Anda sebagai pengguna ingin PC cepat tidak hanya dalam benchmark, namun dalam aplikasi real-life juga, bukan?

Kami berharap bahwa dengan ini, AMD akan lebih giat lagi bekerja sama dengan berbagai ISV(Independent Software Vendor) untuk bisa memanfaatkan kemampuan GPU AMD Radeon di dalam setiap APU-nya secara optimal, dengan tujuan mendongkrak performa, yang berujung pada peningkatan kinerja dan produktivitas.

Dengan APU dapat bekerja maksimal, bukan tidak mungkin AMD bisa kompetitif kembali di dunia prosesor, terutama di kelas low-end, dimana rasio price vs performance menjadi perhatian utama. Tentunya akan menyenangkan bila AMD APU A-Series kelas value seperti AMD A4-3400 dapat bersaing dengan prosesor kelas atasnya berkat akselerasi di berbagai piranti lunak. Make it happen, AMD!

Sebagai penutup, ada pernyataan unik dari Phil Hughes :

“Just remember, you may not know it based on outdated synthetic benchmarks, but the latest AMD APUs can run the applications you use every day, really, really fast.”

Anda pengguna APU AMD yang pernah merasakan efek akselerasi dari GPU-nya? Silahkan share pengalaman anda di bagian comments.

Sampai jumpa!

Sumber : Blog AMD

Comments

  1. Adete says:

    Wow, seperti nya AMD memang serius menggarap APU nya..Saya pernah merasakan A6-3400 (seri mobile) dengan GPU 6520G..sangat baik untuk menjalankan aplikasi2 harian maupun game FPS semacam Battlefield, COD ataupun Crysis..Bahkan pengalaman saya, GPU kelas lowend (DDR3) bisa di kalahkan oleh GPU dari Llano A6..AMD emang jagonya di kelas value sih menurut saya..

  2. nahar says:

    Msih pke phenom nih!!

  3. kentang says:

    Baru nyoba yang a4 aja,tapi emang berasa buat office,game ringan lain..gw rasa integrated vga macem intel hd3000 pun lewat,emang mantep ni..trinity series a10 belom masuk indo yah?

  4. bastruk says:

    ane bahkan masi setia same athlon x2, :D

  5. ahmad says:

    ane masih pake phenom sama athlon

  6. dinomagic says:

    saya pake A-8 dan emang semua game masih kelibas sih bahkan tanpa GPU add on :D

    tumben bangga pake AMD. hehe. Listrik Desktop jadi hemat bgt juga gara2 tanpa GPU add-On.

  7. Mad says:

    trinity-nya mana ?

  8. sutamatamasu says:

    saya pribadi bukan pengguna seri amd apu namun saya menggunakan amd radeon,
    yang dimana feature amd app (dxva & open cl) yang di usung amd apu ada pada amd radeon grapich dan saya merasakan manfaatnya

    saya pribadi pernah mentest
    menjalankan film 10 bit (format .mkv) di windows media player, untuk codec menggunakan k-lite, saat saya setting default yaitu processor saja yang mengolah data, video jadi lag, gambar pecah pecah, audio tidak sinkron, namun saat tak setting dxva on (processor dan gpu sama sama mengolah data secara pararel ) tampilan video seperti asli, bahkan lebih vivid dan juga mulus tanpa pecah pecah, kalau orang ngerti dunia grafis, pasti tahu apa yang saya test, saya setuju dengan pendapat tante di atas, memang amd apu tidak segarang intel core i3 di bensmark sintetik, namun tidak di dunia nyata, perkataan amd yang menggambarkan kata accelerated menurut saya benar, saya sudah membuktikanya di atas

    amd app adalah salah satu dari feature gpgpu saya harap jagatreview sebagai media tidak hanya menggunakan untuk bencsmark tetapi juga harus di sosialisasikan apa itu gpgpu, apa saja gpgpu, aplikasi apa yg support, bagaimana cara menggunakan dsb karena anda sudah pasti tahu gpgpu akan meningkatkan prodikvitas terutama untuk kebutuhan mulmitimedia dan office

  9. Dedy Irvan says:

    Sebenarnya, penggunaan gpgpu sdh agak lama kami hindari krn banyak yg mengatakan kurang fair.

    Gpgpu pada dasarnya kan menggunakan gpu utk kebutuhan di luar display/3d.

    Pada saat kami hidupkan CUDA utk meng-handle physX ala nvidia, kami diprotes, krn katanya itu hanya nvidia. Padahal, jujur saja pada bbrp game yg menggunakannya, efeknya luar biasa.

    Pada saat kami menggunakan CUDA utk mengakselerasi aplikasi konversi, di mana saat itu AMD blm bisa melakukannya secepat dgn nvidia, kami pun dikatakan tidak fair.

    Saat kami pakai fitur quicksync dari Intel yg merupakan utilisasi IGP mereka, byk juga yg mencibir dan bilang bhw akselerasi tsb tidak generik dan hny berlaku utk Intel. Padahal ini jg implementasi gpgpu lho.

    Nah skrg AMD akhirnya bisa mengakselerasi dgn gpgpu. Tapi, winzip baru menghidupkan ini dgn AMD saja, blm bisa dgn nvidia atai Intel. Hrsnya, berdasarkan 3 komplen di atas, byk yg mengatakan tidak fair :)

    Saat ini kami punya 2 pilihan. Menguji gpgpu utk semua aplikasi, walaupun hanya berlaku parsial. Atau, tidak menguji dan menilai gpgpu sampai semua pihak bisa menggunakannya secara umum dan merata.

    Menguji semua dgn gpgpu dan menilainya dgn itu, berarti menyatakan bhw CUDA, physX, quicksync, dan akselerasi openCL (yg spesifik utk AMD) adalah keunggulan. Ini akan menarik, sebab di sisi pengujian VGA, ini bisa membuat nvidia unggul dgn fitur gpgpu khas nvidia yg lbh byk software-nya. Dan byk optimalisasi khusus lainnya yg kami akan hidupkan.

    Sejauh ini, opsi kami adalah bertahan dgn permintaan umum yg tidak menyukai akselerasi yg khusus utk produsen tertentu. Ini adalah permintaan pembaca lho (spt sdh dijelaskan berdasarkan pengalaman di atas)

  10. Hanafi says:

    Athlon 3000+ , sempron 2800+ , Athlon II 250, Athlon X2 4600+,A6 3500, Intel Q8400

    He he , AMD minded, beli intel pun krn “accident” ha h a
    GO AMD!!

  11. dre says:

    @sutamatamasu Video 10-bit ancur pas di decode make prosesor? Pasti salah setting tuh. Kayaknya K-Lite nya yg bikin masalah dan setau gw WMP ga support MKV deh. Coba deh Media Player Classic Home Cinema digabung ama LAV Filter. Dijamin video jalannya bener make prosesor atopun VGA

  12. aadallah says:

    yg pernah ane beli & jajal (masih kepake sampe sekarang)
    Pentium 4 (3.0 GHz +HT 512MB cache) >> Pentium Dual Core (1,7 GHz) >> Athlon X2 BE (black edition) >> Phenom X3 >> Athlon II X2 >> Core i3 2100 (sandy bridge) >> A8 3870K (black edition) >> selanjutnya target core i5 ivy bridge/sandy bridge atau coba bulldozer/trinity (tergantung ntar punya duitnya brp)

    VGA: HD4670 >> HD5670 DDR5 >>HD6670 DDR3 >> HD7750 DDR5
    nvidia belum pernah menarik minat wkwkwkwk

  13. chrisstan says:

    GPGPU ya? menarik…

    @Dedy
    menurut saya ada bagusnya juga dibuat reviewnya, GPGPU AMD vs nVidia vs Intel, pasti menarik.

  14. Dedy Irvan says:

    @chrisstian…. agak susah, krn sangat bergantung optimalisasi software ke GPU-nya. Tiap software akan beda2 tingkat optimalisasinya, setidaknya utk skrg. Jadi, akan susah dinilai mana yg plg baik. Mgkn nanti kalau semua sdh menggunakan gpgpu dgn implementasi yg lbh oke ya..

  15. kujo says:

    saya bahkan masi pake amd 3200+ +gigabyte k8n sli loh sampai sekarang
    kemaren amd x2 250 jebol gara2 psu butut (am2) ganti mb sama procesor am3 eh gak nyangka sekarang apu dah murah. tau gini gw hijrah dah

Random Articles
Back to Top