LOGO

[PR] Frost & Sullivan: Untuk Raih Sukses, iPhone 5 Harus Revolusioner

Para Analis Frost & Sullivan Amati Adanya Pergeseran Tren Pendorong di Pasar Ponsel Cerdas dari Perangkat ke Layanan dan Aplikasi

Jakarta, 12 September 2012 – Apple Inc. meluncurkan iPhone pertamanya pada tahun 2007 yang lalu dan berhasil mengubah wajah perangkat bergerak. Dilengkapi dengan inovasi visionaris yang tidak hanya dari sisi perangkat keras tapi juga pengalaman penggunanya secara kseluruhan, Apple Inc. mampu menghambat pertumbuhan perusahaan-perusahaan raksasa seperti Nokia Corp dan Research in Motion.

Selama bertahun-tahun, platform-platform yang saling berkompetisi seperti Android dan Windows Phone telah terinspirasi oleh fitur-fitur yang ditawarkan oleh platform iOS, dan telah memimpin di beberapa area yang berbasis teknologi komunikasi jarak dekat (NFC) seperti Google Wallet, dan pengisian batere ulang nirkabel dari Nokia. Saat ini, Android mendominasi pasar ponsel cerdas global dan Samsung telah berhasil mengalahkan dominasi Apple sebagai vendor ponsel cerdas global. Dengan diluncurkannya iPhone terbaru, Apple berniat untuk membalikkan keadaan dan kembali menjadi pemimpin pasar ponsel cerdas global.

iPhone terbaru diprediksi akan memiliki layar yang lebih besar, prosesor yang lebih cepat, kamera yang lebih baik, dock connector yang lebih kecil serta mendukung teknologi jarak dekat (NFC), yang diperkirakan juga akan dibenamkan di perangkat-perangkat berbasis iOS di masa mendatang, di samping fitur-fitur revolusioner lainnya. Layanan tambahan (add-ons) untuk ekosistem Apple dengan nilai tambah yang terbilang unik seperti peluncuran Siri yang telah dilakukan untuk iPhone 4S juga diprediksi akan kembali dilakukan Apple.

Menurut Pranabesh Nath, Research Manager, ICT Practice – Asia Pacific, Frost & Sullivan, Produk Apple yang memiliki pendapatan terbesar masih didominasi iPhone. “Peluncuran iPhone 4S di pasar yang tengah mengharapkan kehadiran iPhone 5 telah menimbulkan kekecewaan bagi para penggemar produk Apple. Namun hal ini tidak menghentikan demam iPhone 4S yang ditunjukkan dengan rekor penjualannya yang cukup tinggi, dan dapat kita perkirakan penjualan iPhone 5 akan mencapai 1.5 hingga 2 juta unit dalam 24 jam pertama, dibandingkan dengan penjualan 4S yang mencapai 1 juta dalam kerangka waktu yang sama. Hal ini dapat terjadi berkat antisipasi penggemar berat produk-produk Apple sejak tahun lalu, dan pergeseran besar dari segi platform dan fitur-fitur baru yang digembar-gemborkan,”

Kompetitor-kompetitior seperti Microsoft, Nokia, Motorola telah berusaha menjadi pusat perhatian dengan meluncurkan produk-produk baru beberapa minggu sebelum peluncuran iPhone terbaru oleh Apple, namun upaya tersebut diprediksi tidak akan efektif karena pasar secara demografis tengah menunggu kemunculan produk-produk Apple terbaru.

“Ketika beberapa pihak ragu bahwa Apple telah menciptakan sesuatu, Apple telah membuktikan bahwa mereka telah mampu menciptakan sebuah pengalaman dari penggunaan perangkat bergerak keras dan lunak serta belajar dari kesalahan yang dilakukan oleh produsen-produsen lainnya dan hal ini jelas perlu diacungi jempol,” ungkap Pranabesh.

“Tidak ada seorang pun yang dapat menampik kenyataan bahwa Apple merupakan satu-satunya vendor dengan fokus yang jauh melampaui fitur perangkat keras dan mampu menciptakan ekosistem secara menyeluruh untuk perangkatnya. Dengan membentuk ekosistem yang tangguh dan dilengkapi dengan pilihan konten, aplikasi serta layanan yang melimpah, Apple telah berhasil memikat jutaan end user, yang selalu ingin memiliki produk-produk Apple terkini. Namun, vendor-vendor lainnya, juga tengah membangun ekosistem mereka sendiri. Pengembangan aplikasi-aplikasi Android dan munculnya toko aplikasi Google Play dapat mengancam pertumbuhan Apple,” papar Abhishek Chauhan, Senior Consultant, ICT Practice – South Asia & Middle East, Frost & Sullivan.

Pasar ponsel cerdas telah berubah dari pasar yang dikendalikan oleh perangkat menjadi pasar yang didorong oleh layanan dan aplikasi, dimana ponsel cerdas menjadi platform utama untuk menandai kepemilikan layanan/aplikasi, termasuk fokus yang tidak kalah penting terhadap perangkat tablet PC.

Beberapa tren mulai mengarah pada tren ini, dimana vendor-vendor platform utama seperti Microsoft dan Google telah mempersiapkan diri untuk meraih dominasi melalui platform mereka yang didukung oleg kemitraan yang kokoh antara Microsoft dan Nokia, dan akusisi Motorola oleh Google, serta peluncuran layanan yang mirip dan bersaing dalam hal konten, aplikasi dan layanan seperti musik, film, ebooks, dan lain-lain.

“Hal ini mengarah pada pembentukan segmentasi pasar dimana kita akan memiliki dua tipe pemain utama – mereka yang mengandalkan penjualan perangkat sebagai sumber utama pendapatan dan mereka yang menggunakan penjualan perangkat sebagai faktor pendorong bagi layanan dan aplikasi yang dikembangkan. Sementara kebanyakan pemain pasar berusaha bergeser ke kategori pemain kedua, Apple beserta kompetitornya, Google dan Amazon telah masuk ke dalam kategori kedua. Di sisi lain, Samsung masih mengandalkan pendapatannya pada penjualan perangkat kerasnya,” kata Pranabesh.

Ia melanjutkan, “ Untuk jangka panjang, tren ini akan berakibat pada penurunan pendapatan bagi Samsung seiring dengan munculnya kecenderungan perangkat sebagai komoditas dan strategi yang terfokus pada penjualan perangkat keras akan berujung pada turunnya pendapatan. Sayangnya, permainan litigasi sebagai upaya untuk merebut pangsa pasar dengan lebih cepat masih akan terus berlanjut, hal tersebut juga menandakan ketatnya kompetisi di segmen pasar ini. Tren ini tidak memberikan keuntungan bagi konsumen karena berakibat pada terbatasnya pilihan produk bagi mereka.

Selain Google, ancaman yang lebih besar bagi Apple dari segi layanan aplikasi untuk jangka waktu panjang, adalah Amazon. Amazon telah memiliki jumlah besar dalam hal e-konten dalam bentuk ebooks, musik dan film. Peluncuran Kindle Fire dan Kindle Fire HD telah melejitkan posisi Amazon sebagai pemilik platform keempat terbesar di samping Apple, Google dan Microsoft.

“Dalam beberapa waktu kedepan, bukan mustahil kita akan menyaksikan peluncuran ponsel cerdas milik Amazon, yang merupakan titik konsumsi konten terbesar. Namun hal ini tergantung pada sejauh mana Amazon ingin membawa strategi platformnya dalam hal kontrol dan perolehan keuntungan. Microsoft diprediksi juga akan meningkatkan portfolio layanannya begitu platform Windows 8 diluncurkan dan kemungkinan dapat menjadi pesaing yang kuat dari sisi konsumen maupun perusahaan,” ungkap Pranabesh.

Ia menambahkan, “Dalam jangka panjang, masing-masing kompetitor akan bersaing untuk merebut basis pengguna secara keseluruhan dan persaingan ini diperkirakan akan meningkat seiring dengan fokus untuk memperoleh pendapatan dari layanan aplikasi menjadi lebih penting.”

“Banyak yang menunggangi kesuksesan dari iPhone terbaru, dan tidak diragukan lagi bahwa peluncuran iPhone 5 juga akan mendulang kesuksesan. Namun demikian, tingkat kesuksesannya bergantung pada penerimaan pasar terhadap produk tersebut di luar dari pemerimaan para penggemar Apple sendiri. Dilarangnya peredaran produk Samsung akan menjadi stimulus bagi perusahaan yang berpusat di Cupertino, namun sukses yang sesungguhnya bergantung pada kemampuan iPhone 5 untuk menjadi produk yang revolusioner daripada hanya sebagai produk yang bersifat evolusioner,” tutup Abhishek.

 

Random Articles
Back to Top