in: News | October 10, 2012 | by: Ernest Dimitria

Big Data, Cloud, dan BYOD Menjadi Pembahasan Hangat dalam Fujitsu Day 2012

Saat ini, berbicara mengenai penggunaan informasi sebagai pendorong laju bisnis tidak luput dari fenomena Big Data. “Big Data merupakan data besar yang mungkin tidak terstruktur yang bisa datang dari mana saja secara real-time,” jelas Craig Baty, Chief Technology & Innovation Officer, Fujitsu Australia & New Zealand. “Big Data dapat membantuk perusahaan untuk mendesktripsikan apa yang terjadi, memprediksi apa yang akan terjadi, dan mengambil keputusan.”

Achmad Sofwan, Presiden Direktur Fujitsu Indonesia (kiri), dan Craig Baty, Chief Technology & Innovation Officer Fujitsu Australia & New Zealand (kanan).

Berdasarkan hasil laporan yang dipaparkan oleh Fujitsu, jumlah data pada tahun 2012 terhitung sekitar 2,7ZB (zettabytes). Diprediksi dalam waktu tiga tahun angka tersebut akan membengkak menjadi 8ZB. “Bagi saya penghitungan itu tidak akurat, karena di masa depan semua produk akan terkoneksi ke internet—melalui sensor, NFC, barcode, atau sejenisnya—dan menghasilkan lebih banyak data lagi,” ujar Craig.

Dalam Fujitsu Day 2012, Craig menjelaskan bahwa prioritas seorang Chief Information Officer (CIO) saat ini dihiasi dengan beragam tantangan, seperti maraknya penggunaan perangkat mobile, tren BYOD (Bring Your Own Device), layanan cloud, Big Data, dan keamanan data. Satu hal yang belum berubah selama 10 tahun terakhir hanya masalah budget.

“BYOD menjadi masalah, karena CIO harus mengakomodasi banyak jenis perangkat untuk menunjang kinerja pegawai,” tutur Craig. “Dengan jenis perangkat mobile yang semakin banyak digunakan oleh konsumen, perusahaan harus mulai memikirkan cara untuk mengakomodasi standar perangkat kerja yang diinginkan oleh pegawainya.”

Craig menekankan bahwa dengan penambahan jumlah perangkat kerja, jumlah data yang dihasilkan pun akan semakin besar. “Teknologi berjalan sangat cepat, tempat penyimpanan data semakin besar, dan prosesor semakin kuat. Pada akhirnya yang terpenting adalah kecepatan prosesor (dalam mengelola Big Data),” jelas Craig.

Untuk itu, setiap perusahaan harus memperhatikan broadband yang mengacu kepada kecepatan jaringan, cloud, dan mobilitas. “Kami percaya cloud merupakan kunci dari solusi yang kami tawarkan,” ujar Craig. “Cloud menjadi kunci bagi para CIO untuk menguji beragam strategi bisnis, tanpa harus memikirkan pembangunan data center.”

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES