in: Movies | November 21, 2012 | by: Ernest Dimitria

[Review] Hotel Transylvania: Tidak Selucu Semestinya

Seiring berjalannya waktu, kesan mengerikan dari sosok vampir berangsur pudar, digantikan tampilan stylish dan fashionable dengan busana serbahitam. Sosok tersebut dilengkapi ekspresi wajah datar penuh misteri yang hampir selalu diceritakan menarik perhatian banyak wanita.

Perubahan tersebut terasa semakin nyata pada saat franchise Twilight memenetrasi industri perfilman. Vampir bahkan tidak lagi digambarkan terbakar dengan cara yang mengerikan di bawah pancaran sinar matahari, melainkan kulit putih pucatnya berkilau layaknya batu permata. Langkah Stephanie Meyer yang terkesan mengubah mitos itu memang terasa salah, khususnya di mata para penggemar yang tumbuh dengan pencitraan vampir seperti dalam Nosferatu atau Bram Stoker’s Dracula.

If you want to do something wrong, do it right! Kalimat tersebut rasanya sangat tepat dikutip sehubungan dengan transformasi pencitraan sosok mitos tersebut dalam industri perfilman. Itulah yang berhasil dicapai Sony Pictures Animation melalui film terbarunya, Hotel Transylvania. Film animasi tersebut tidak mengubah pengaruh sinar matahari atau penampilan vampir, melainkan sifat dan masalah yang ia hadapi.

Hotel khusus monster dikunjungi manusia

Hotel Transylvania menceritakan tentang sebuah penginapan milik Dracula (Adam Sandler) dengan nama yang sama. Penginapan tersebut diciptakan khusus untuk para monster berlibur tanpa gangguan manusia. Namun, tujuan utama pembangunan Hotel Transylvania sebenarnya untuk melindungi anaknya, Mavis (Selena Gomez), dari kekejaman dunia luar.

Dalam satu ajang istimewa—ulang tahun Mavis ke-118—para monster dari beragam mitos datang ke Hotel Transylvania untuk ikut meramaikan pesta yang direncanakan Dracula. Dari mumi bernama Murray (Celo Green), Frankenstein (Kevin James), werewolf Wayne (Steve Buscemi), hingga invisible man Griffin (David Spade) hadir dalam perhelatan istimewa tersebut. Sayangnya bagi Dracula, seorang manusia berhasil menemukan lokasi hotel kesayangannya.

Jonathan (Andy Samberg), seorang pelancong muda yang penuh energi, mengaku mendengar cerita tentang sebuah kastil menyeramkan di balik hutan angker dari orang-orang yang ditemuinya dalam perjalanan. Cerita-cerita tersebut membawanya ke Hotel Transylvania. Namun, ia tidak menyadari bahwa hotel itu dipenuhi monster menyeramkan. Kunjungan tak terduga itu justru mempertemukannya dengan Mavis. Di luar harapan Dracula, keduanya tertarik satu sama lain. Apa yang akan dilakukan Dracula untuk menjauhkan anaknya dari Jonathan dan dunia luar?

Interpretasi yang menarik, eksekusi yang tidak maksimal

Meskipun tidak berhubungan satu sama lain, konsep yang diusung Hotel Transylvania tidak berbeda jauh dari Monsters Inc. Keduanya sama-sama memanfaatkan karakter monster yang secara tradisional dianggap jahat sebagai fokus cerita. Monster-monster tersebut pun diceritakan takut akan kehadiran manusia, tetapi dengan alasan yang sama sekali berbeda. Apakah Hotel Transylvania memiliki kualitas yang lebih baik atau setara dengan Monsters Inc.? Sayangnya, tidak! Begitu menurut saya.

Dari segi cerita, Hotel Transylvania berpotensi menguras air mata penonton. Hubungan ayah yang berusaha melindungi anaknya yang ingin bebas dari kungkungan rumah sebenarnya menyimpan unsur mengharukan. Sayangnya, nilai tersebut tidak berhasil dieksekusi secara maksimal. Selain itu, daftar pengisi suara yang dipenuh nama-nama komedian lawas seharusnya mampu mengocok perut penonton sepanjang film. Namun, nilai tersebut juga tidak berhasil ditonjolkan secara maksimal dan justru lebih banyak muncul lelucon yang terasa garing.

Walaupun begitu, bukan berarti Hotel Transylvania tidak memiliki nilai positif. Layaknya sebuah film animasi, hiburan menjadi nilai utama yang ditonjolkan. Setiap aspek cerita dapat dinikmati oleh semua anggota keluarga tanpa harus berusaha lebih untuk mengerti jalan ceritanya. Perubahan mitos yang menempatkan Dracula dan monster lainnya sebagai pihak yang takut akan manusia menjadi bumbu yang cukup menghibur. Itulah yang menjadikan interpretasi sosok vampir dalam Hotel Transylvania terasa lebih menarik dan bisa diterima dibanding Twilight. Silakan Anda tonton sendiri dan bagikan pendapat Anda dengan kami!

Tanggal rilis:

23 November 2012 (Indonesia)

Genre:

Animasi, komedi

Durasi:

91 menit

Sutradara:

Genndy Tartakovsky

Pemain:

Adam Sandler, Andy Samberg, Selena Gomez, Kevin James, Steve Buscemi

Studio:

Sony Pictures Animation

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES