in: News | December 10, 2012 | by: Dimas Galih Windujati

AMD Mengurangi Produksi Chip karena Turunnya Penjualan

Biasanya, menjelang akhir tahun merupakan sebuah tambang emas bagi perusahaan komputer. Nyatanya, dengan munculnya tablet memang membuat pasar PC turun. Salah satu perusahaan yang cukup menderita dengan turunnya penjualan komputer adalah Advanced Micro Device (AMD). Oleh karena itu, AMD telah memulai untuk mengurangi jumlah produksi chip mereka.

Daripada membayar $500 juta untuk produksi chip, AMD hanya akan memesan chip dengan jumlah pembayaran $115 juta kepada GlobalFoundries. Dengan diturunkannya jumlah pemesanan ini, AMD dikenakan denda sebesar $320 juta. Alasannya? “Likuiditas dan pengelolaan uang tunai menjadi fokus utama untuk AMD”, begitulah kata Devinder Kumar, Chief Financial Officer sementara AMD. Dengan ini pula, AMD akan pindah ke standar proses pabrikasi 28 nm, sehingga akan menurunkan biaya penelitian dan pengembangan Global Foundries di masa depan.

AMD memang sepertinya terjepit di antara persaingannya dengan Intel pada sisi prosesor dan NVIDIA pada sisi graphics card-nya. Rory Read, CEO AMD, sendiri menginginkan agar perusahaannya dapat mengurangi biaya sehingga mendapatkan titik break even  pada pendapatan sebesar $ 1,3 miliar per kuartal. Ia pun berharap untuk menyelesaikan perubahan ini pada bulan Oktober tahun 2013 nanti. Hal tersebut berarti AMD membutuhkan waktu lebih dari satu tahun untuk mulai mendapatkan keuntungan.

Sumber: Arstechnica, AMD

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES