Pengguna Froyo di Dunia Terus Meningkat
Pada September lalu, para pengguna Android versi 2.1 masih memimpin daftar versi
APU AMD generasi ke-2, akrab dengan codename ‘Trinity’, disinyalir memiliki kemampuan overclocking yang tinggi. Seperti halnya AMD FX ‘Bulldozer’ yang sempat membuat para overclocker di seluruh dunia terpana dengan pencapaian clock diatas 8 Ghz-nya, AMD Trinity juga diberitakan mampu mencapai clock diatas 7 Ghz , walau belum bisa mengalahkan AMD FX. Kemiripan karakter overclocking antara AMD FX ‘Bulldozer’ dengan AMD Trinity ini cukup wajar mengingat AMD Trinity menggunakan CPU Core dengan basis arsitektur ‘Piledriver’ , yang merupakan pengembangan lebih lanjut dari arsitektur Bulldozer.
Pada hasil uji overclocking singkat yang terdahulu, kami berhasil meng-overclock prosesor AMD Trinity A10-5800K ke 4.6 Ghz dengan relatif mudah, masih menggunakan pendingin berupa HSF (heatsink fan), dan tingkat voltase yang masih relatif aman. Sekarang, kami akan menggunakan pendingin Liquid Nitrogen (LN2) untuk melihat seberapa jauh kami dapat memaksa prosesor yang satu ini untuk ‘berlari’.

Seperti yang tadi kami utarakan, fokus utama dari pengujian kali ini adalah Maximum CPU Clock. Jadi kami tidak akan menjalankan CPU A10-5800K ini pada benchmark apapun, dan hanya mencari seberapa tinggi clock yang bisa kami capai, setidaknya untuk melakukan validasi CPU-Z. Kami juga berharap untuk bisa menyentuh batas 7 Ghz, seandainya memungkinkan.
Ok, let’s Go !
Pada pengujian ini, kami memakai motherboard MSI FM2-A85XA-G65. Tentunya seperti semua praktik overclocking ekstrim sebelumnya, motherboard yang digunakan harus dipersiapkan terlebih dahulu untuk menghadapi suhu luar biasa dingin dari LN2, terutama untuk mencegah kondensasi. Kami menggunakan kneaded eraser untuk melapisi permukaan motherboard ini :
Berikut ini spesifikasi lengkap dari sistem yang kami gunakan pada pengujian kali ini :