[PR] Fujitsu Indonesia Paparkan Visi “Human Centric Intelligent Society”

Fujitsu mewujudkan visi ini ke Indonesia melalui proyek JaKaLaDeMa, solusi Smart Grid dan teknologi otentifikasi biometrik pembuluh darah telapak tangan PalmSecure™
NUSA DUA, Bali, 6 Desember 2012– Fujitsu, pemimpin dalam menyediakan solusi bisnis berbasis teknologi informasi dan komunikasi, pada Media Gathering 2012 hari ini memaparkan visi global perusahaan untuk mewujudkan terciptanya Human Centric Intelligent Society – sebuah masa depan yang lebih baik di mana orang akan dapat hidup dengan damai dan aman – dengan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam berbagai aspek kehidupan.
Untuk menerapkan visi tersebut, Fujitsu memulai dengan memperkecil kesenjangan antara Dunia Digital – dunia online dari informasi dan komputasi, serta Dunia Fisik – yaitu dunia nyata di mana manusia dan benda berada. Dunia fisik adalah dunia yang kita tinggali, dunia yang kita lihat, dengar dan rasakan di sekitar kita. Sementara itu, dunia digital adalah dunia yang tak tersentuh, tapi dapat kita jelajahi setiap hari.
Untuk mendekatkan kedua dunia itu, Fujitsu kini mengadopsi pendekatan yang lebih manusiawi dalam inovasi teknologinya. Melalui pendekatan ini, Fujitsu telah mengembangkan komputasi awan (cloud computing), teknologi sensor, terminal yang tersedia di manapun serta teknologi komunikasi bergerak yang mampu menjawab tantangan dunia nyata terkait pangan, kesehatan, energi, transportasi, logistik dan lingkungan hidup. Penerapan solusi tersebut untuk mengatasi berbagai tantangan sosial seperti pengelolaan energi, keamanan dan kenyamanan, pendidikan dan penanggulangan bencana akan dapat mengubah masyarakat menjadi sebuah masyarakat cerdas.
Dengan memperkenalkan kemajuan teknologi ke dunia nyata dan mampu menjawab berbagai tantangan sosial merupakan bagian perjalanan dari komputasi itu sendiri. Pada tahun 1990an, cakupan penggunaan TIK masih terbatas pada peningkatan produktivitas. Model layanan TIK masih terfokus pada “Computer Centric” yang dilayani melalui arsitektur berbasis client server. Lalu memasuki abad 21, TIK mulai memainkan peran penting dalam mentransformasi proses bisnis melalui penerapan TIK yang fokus pada “Network Centric”. Ini adalah kali pertama di mana PC saling terkoneksi melalui jaringan global yang disebut Internet. Kemudian, sejak tahun 2010 cakupan penggunaan TIK semakin diperluas untuk mendukung kegiatan manusia di hampir tiap bidang kehidupan dan memberikan pengetahuan, sehingga terjadinya evolusi menuju TIK yang lebih “Human Centric”.
“Kami yakin pada kemampuan TIK untuk mengubah masyarakat. Inilah mengapa Fujitsu ingin mewujudkan Human Centric Intelligent Society, yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kebaikan manusia serta membentuk masa depan yang lebih cerah,” ujar Achmad S. Sofwan, Presiden Direktur, Fujitsu Indonesia. “Untuk merealisasikan hal itu, kami menggunakan analisa data dan sensor, simulasi, layanan berbasis cloud dan teknologi maju di berbagai proyek yang menjanjikan kenyamanan dan masa depan yang lebih baik bagi manusia pada umumnya.”
Human Centric Intelligent Society dalam hal ini membutuhkan integrasi vertikal dari beragam teknologi, mulai dari data center generasi berikut, cloud fusion, jaringan, hingga sensor dan perangkat. Fujitsu telah berupaya mengatasi masalah yang dihadapi manusia dan dunia melalui teknologi dan inovasinya, termasuk di antaranya :
Proyek JakaLaDeMa.
Adalah proyek penggelaran kabel serat optik bawah laut yang diinisiasikan oleh Telkom yang menghubungkan pulau-pulau di Indonesia, yakni Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Denpasar, dan Mataram. Jaringan itu melayani sistem kabel serat optik pertama bawah laut yang didukung jaringan pita lebar yang tinggi dan langsung. Jaringan ini memiliki kapasitas untuk menyediakan fasilitas transmisi yang dapat ditingkatkan kemampuannya untuk mendukung layanan Internet, e-commerce, video, data dan komunikasi suara.
Pada proyek ini, Fujitsu menyediakan peralatan terminal yang canggih, repeaters, integrasi sistem unit percabangan dan layanan terkait bagi proyek tersebut. Repeaters dalam hal ini diintegrasikan ke dalam kabel dari NSW, yang juga menyediakan layanan, seperti pensurveian, instalasi di laut, dan pekerjaan sipil.
Repeater optik Fujitsu yang ditanam di bawah laut memiliki teknologi paling canggih dan paling handal di industri. Dalam 40 tahun terakhir pengalaman perusahaan menangani proyek kabel bawah laut, Fujitsu telah menanamkan lebih dari 2.500 repeater di seluruh dunia dan belum pernah mencatat kegagalan fungsi alat.
Fujitsu Smart Grid
Adalah jaringan distribusi listrik generasi berikut yang memanfaatkan TIK untuk meningkatkan kehandalan pasokan listrik, memperkenalkan energi terbarukan dan mengoptimalkan penggunaan energi oleh konsumen. Berdasarkan jaringan suplai listrik yang bertugas memasok daya, dan jaringan komunikasi yang mengawasi dan mengendalikan fasilitas yang membentuk jaringan pasok daya, TIK memungkinkan pelanggan listrik untuk meningkatkan pengelolaan energi listrik di seluruh pembangkit listriknya. Hal ini akan memungkinkan aliran listrik yang tinggi dapat disuplai secara efisien sekaligus menciptakan masyarakat yang kaya energi, aman dan rendah karbon.
Fujitsu Smart Grid terdiri dari dua solusi: Advanced Metering Infrastructure (AMI) dan Energy Management System (EMS). Solusi AMI menawarkan penggunaan energi listrik yang optimal dengan mengumpulkan infromasi secara efisien di unit regional atau komunitas. Kemudian, Solusi EMS mampu mengumpulkan dan mendistribusikan data dalam jumlah besar di unit regional atau komunitas, memastikan keamanan pada tiap lapisan maupun beragam tingkatan, serta menyediakan data yang bernilai tambah baru dengan meenggunakan analisa dan pengelolaan yang sistematis.
Teknologi otentifikasi biometrik pembuluh darah telapak tangan PalmSecure™
Solusi “PalmSecure™” menggunakan pola aliran darah untuk melakukan identifikasi data seseorang. Pendeteksian pembuluh darah termasuk aman karena verifikasi data terdapat di dalam tubuh dan karenanya hampir tidak mungkin terjadi kekeliruan. Karakteristik yang unik ini membuat teknologi verifikasi pembuluh darah pada telapak tangan menjadi populer untuk keperluan keamanan, terutama pada sistem pencatat waktu kehadiran.
Teknologi verifikasi pembuluh darah pada telapak tangan ini mempersembahkan tingkat keakuratan hasil verifkasi yang cukup tinggi di kelasnya, dan alat pembaca data yang tidak mengganggu (non-intrusive) serta tanpa bersentuhan (contactless) memberikan kemudahan penggunaan dengan tanpa batasan fisik secara virtual bagi penggunanya. Teknologi verifikasi pembuluh darah pada telapak tangan menawarkan pendekatan yang lebih manusiawi – daripada penggunaan mesin password yang lebih rumit, untuk memastikan keamanan akses ke sebuah properti digital seseorang.
Dalam rangka mendorong inovasi, Fujitsu akan mengadakan kompetisi bagi mahasiswa/i untuk menciptakan aplikasi biometrik terbaik dengan menggunakan alat pemindai pembuluh darah telapak tangan, PalmSecure™. Pemenang kompetisi yang bertajuk Fujitsu Innovation Challenge 2013 – PalmSecure™ Biometric Application Development akan memperoleh kesempatan untuk mengunjungi fasilitas Riset dan Pengembangan Fujitsu, dalam bentuk proyek aplikasi pemasaran bersama atau kerja kontrak di Fujitsu Indonesia.
“Fujitsu menyelaraskan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menggabungkan kebutuhan bisnis dan tanggung jawab sosial untuk menciptakan masyarakat yang terintergrasi dan saling terhubung dalam sebuah jaringan, dalam perjalanan perusahaan menuju terbentuknya Human Centric Intelligent Society,” tambah Achmad.
Sumber-sumber online:















