LOGO

Easy Overclocking Intel Core i7-3770K dengan ECS Z77H2-A2X ‘Golden Board’

Part: 1 2 3 4

BIOS OC Setting

Overclocking prosesor pada motherboard ECS Z77H2-A2X tidak berbeda dengan motherboard Intel Z77 pada umumnya. Intinya, naikkan CPU Multiplier untuk mendapat CPU clockspeed yang anda mau, dengan rumus CPU Clock = CPU Multiplier x BCLK, lalu sesuaikan tegangan CPU untuk mendapat kestabilan. CPU kami dapat beroperasi normal di kecepatan 4.6Ghz pada tegangan 1.2V. Rata-rata kecepatan prosesor ‘Ivy Bridge’ yang nyaman digunakan untuk harian berkisar di 4.3 Ghz s/d 4.6Ghz. Kami menyarankan anda untuk tidak menggunakan tegangan CPU (VCore) diatas 1.25V untuk konfigurasi daily.

Masuk ke bagian overclocking IGP Intel HD 4000, opsi setting frekuensi IGP ditentukan oleh sebuah multiplier bernama ‘Graphic Core Ratio Limit’ , yang rumusnya adalah IGP Clock = Graphic Core Ratio Limit x (BCLK / 2). Dengan setting default berada pada nilai ’23′, ini berarti clock IGP defaultnya adalah 1150Mhz ( 23 x 100 / 2). Disini kami mengubah settingnya menjadi ’30′, yang menghasilkan nilai clock 1500Mhz. (30 x 100 / 2).

Perlu diketahui disini , ECS memiliki opsi voltage IGP yang agak ‘aneh’.  kami menggunakan opsi ‘Graphic Voltage’ yang nilainya bukanlah dalam satuan voltase secara langsung, melainkan sebuah ‘bilangan’ yang merepresentasikan voltase , dengan range dari 0 (default) hingga 256. Dengan bantuan Digital Multimeter dan Voltage Check Point pada motherboardnya, kami menemukan bahwa nilai ’30′ pada Graphic Voltage memberikan tegangan IGP sebesar 1.176 – 1.2V, cukup untuk membuat IGP kami berjalan stabil pada clock 1500Mhz. Bagi anda yang mungkin enggan menaikkan voltase IGP, rata-rata IGP HD 4000 bisa berjalan pada clock 1350 hingga 1400Mhz tanpa penambahan voltase.

Pada bagian memori DDR3, kami memutuskan untuk tidak mengubah apa-apa dan hanya berjalan sesuai SPD standar(bukan XMP) dari memori Apacer Giant II kami , yang nilainya adalah DDR3-1600 CL11-11-11. Penggunaan frekuensi DDR3 yang relatif aman ini membuat kami tidak perlu mengubah tegangan-tegangan seperti IMC Voltage,System Agent Voltage, dan DIMM Voltage , dan bisa membiarkan mereka berjalan pada nilai default/AUTO. Kami sempat bermain-main dengan setting manual untuk bagian pengaturan memori, namun nampaknya motherboard ECS ini masih agak sulit untuk berjalan stabil dengan kecepatan memori diatas 2133Mhz.

Step-by-Step

Berikut ini setting BIOS yang kami lakukan, langkah demi langkah :

  1. Step 1 : Pada Tab ‘M.I.B X’, Ubah opsi ‘CPU Voltage Mode’ dari ‘Follow SVID’ ke ‘Ignore SVID’
  2. Step 2 : Ubah opsi ‘CPU Voltage’ ke ’1.200 V’
  3. Step 3 : Masuk opsi ke ‘CPU Overclocking Configuration’, Ubah ‘CPU Ratio’ dari 35 ke ’46′
  4. Step 4 : Ubah opsi ’Internal PLL Overvoltage’ dari ‘Disabled’ ke ‘Enabled’
  5. Step 5 : Ubah opsi ’Graphic Core Ratio Limit’ dari ’23′(1150Mhz) ke ’30′(1500Mhz)
  6. Step 6 : Ubah opsi ‘Graphics Voltage’ dari ‘o’ ke ’30′ (1.176V)

Untuk jelasnya, anda bisa melihat screenshot BIOS dibawah ini :

*klik untuk memperbesar*

    

    

Dengan semua setting diberikan seperti diatas, berikut ini screenshot dari setting sistem saat memasuki OS , seperti yang dilaporkan software CPU-Z dan GPU-Z :

*klik untuk memperbesar*

Sekarang, mari kita uji setting ini!

Part: 1 2 3 4
Random Articles
Back to Top