[PR] Kembalinya Stingray: Chevrolet Corvette 2014
JAKARTA, 14 Januari 2012 – Chevrolet mendefinisikan arti performa modern dengan diluncurkannya all–new Corvette Stingray. Hanya Corvette yang memiliki keseimbangan teknologi yang sempurna, desain dan performa berpadu pada Stingray yang melegenda.
Corvette Stingray 2014 merupakan tipe standar dengan performa tertinggi yang pernah ada. Mesinnya bisa mengeluarkan tenaga hingga 450 daya kuda (335 kW) dan torsi maksimal 450lb.-ft (610Nm). Mobil ini merupakan tipe produksi massal yang memiliki kemampuan terbaik. Mampu melaju dari 0-100 km/jam di bawah 4 detik dan bisa menerima gaya gravitasi lebih dari 1G saat menikung. Mobil ini juga merupakan Corvette yang hemat bahan bakar, melampaui tipe terkini dengan angka 1 liter :11 km (26 mpg) .
“Seperti Sting Ray produksi tahun 1963, Corvette memimpin dengan performa terdepan, membawa teknologi terbaru, desain spektakuler serta pengalaman mengemudi terbaik,” ujar President GM Amerika Utara, Mark Reuss. “Corvette terbaru ini merupakan mobil terbaik berkat kecanggihan dan kemajuan teknologi mesin dan desain.”
The all-new Corvette Stingray merupakan mobil baru yang hanya menggunakan dua kelengkapan yang sama dengan model pendahulunya. Corvette terbaru ini menggunakan kerangka dan sasis baru, mesin dan teknologi terbaru dengan desain eksterior dan interior terbaru. Seperti berikut ini:
- Interior yang menggunakan serat karbon asli, serta bahan aluminium dan lapisan kulit buatan tangan, ada dua pilihan jok baru – dengan kerangka magnesium yang ringan untuk menopang pengemudi secara maksimal – mobil ini juga dilengkapi dua konfigurasi monitor 8 inci untuk indikator pengemudi dan hiburan.
- Teknologi pengemudi terbaru, seperti lima pilihan Drive Mode Selector yang memiliki 12 pengaturan pengendaraan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi. Juga ada transmisi 7 tingkat percepatan dengan Active Rev Matching, yaitu sebuah teknologi yang mengantisipasi pergantian transmisi dan menyesuaikan dengan putaran mesin agar setiap pergantian transmisi menjadi lebih sempurna.
- Mesin 6.2L LT1 V-8 terbaru yang mengkombinasikan teknologi terbaru. Seperti, direct-injection, Active Fuel Management, continuously variable valve timing dan sistem pembakaran yang lebih sempurna yang dapat memberikan tenaga maksimal dengan bahan bakar yang lebih sedikit
- Menggunakan material berbahan ringan. Seperti, kap mesin dan atap yang menggunakan serat karbon, fender, pintu dan quarter panel belakang komposit, underbody panel dengan nano-composite dan sasis aluminium yang mampu mendistribusikan bobot mobil ke belakang. Membuat beban dapat terbagi menjadi 50/50 sehingga lebih seimbang dan mampu untuk memberikan power-to-weight ratio yang sempurna.
- Kombinasi kecanggihan tampilan eksterior mobil dengan lampu high-intensity discharge dan lampu light emitting diode serta aeorodinamis kendaraan yang telah terbukti di dunia balap. Dapat menghasilkan aerodinamis yang maksimal sehingga lebih efisien dan performa yang maksimal untuk stabilitas dan kemampuan di sirkuit.
- Z51 dengan opsi Performance Package. Meliputi: electronic limited-slip differential, dry-sump oiling system, integral brake, pendingin transmisi dan diferensial, serta paket aeorodinamis untuk peningkatan stabilitas pada kecepatan tinggi.
“Stingray merupakan nama yang legendaris dalam sejarah otomotif,” ujar Ed Welburn, Vice-President Global Design GM. “Kita tidak akan menggunakan nama Stingray apabila mobil tersebut tidak dapat memberikan performa terbaik dan meneruskan warisan yang ada. Hasil akhirnya merupakan Corvette Stingray terbaru yang keluar dari tradisi namun tetap menjadi mobi legendaris dan Corvette yang terkenal.”

Corvette Stingray terbaru akan dirakit di pabrik GM yang berlokasi di Bowling Green, Kentucky yang telah melewati pengembangan dengan memakan biaya sebesar US$131 juta, termasuk pabrik khusus senilai US$ 52 juta untuk merakit kerangka aluminium secara in-house untuk pertama kalinya.
“Kami yakin bahwa Corvette dapat merefleksikan mobil dengan performa terkini karena dapat memberikan tenaga yang lebih besar, pengalaman mengemudi yang menyenangkan dan efisiensi bahan bakar lebih baik,” ujar Tadge Juechter, kepala insinyur Corvette. “Hasil akhirnya adalah performa yang lebih baik. Corvette tahun 2014 ini dapat menghasilkan akselerasi tercepat, kemampuan bermanuver terbaik, kapabilitas di sirkuit balap, kemampuan pengereman dan konsumsi bahan bakar terendah untuk Corvette standar.
Corvette Stingray coupe tahun 2014 ini akan dijual pada kuartal ke-3 tahun 2013.
Interior yang dirakit dengan tangan dan berteknologi tinggi
- Materi terbaik yang digunakan termasuk aluminium dan juga carbon fiber trim.
- Pengalaman mengemudi yang lebih baik dengan diameter kemudi yang lebih kecil dan dua pilihan jok.
- Teknologi mutakhir seperti dua layar informasi dengan resolusi tinggi dengan head-up display berwarna.
“Kabin Corvette Stingray terbaru memadukan material terbaik dengan buatan tangan manusia serta teknologi yang menyatukan pengemudi dengan mobil,” ujar Helen Emsley, direktur interior desain.
“Setiap fitur dan detail dalam interior di desain untuk meningkatkan keterikatan pengemudi dengan mobil,” ujar Emsley. “Dimulai dengan cockpit yang bernuansa pesawat tempur, dipadu dengan lingkar kemudi berdiameter kecil, jok yang lebih baik, layar dengan resolusi tinggi yang memiliki pengaturan layar, dan dengan lapisan material yang indah.”
Kemudi setir yang lebih kecil dengan diameter 14.1 inci (360mm) dapat memberikan respon kemudi yang akurat. Perhatian terhadap pengemudi hingga bagian terkecil. Seperti jahitan datar dan presisi pada kemudi untuk memberikan genggaman yang halus dan lebih baik.
Jahitan yang akurat dan mewah dapat dilihat pada kursi dengan kulit jenis Napa pada mobil terbaru ini. Dua pilihan kursi akan ditawarkan, antara lain: jok model GT untuk memberikan kenyamanan dan model Competition Sport dengan konfigurasi yang lebih agresif untuk digunakan saat mengemudi di sirkuit balap.
Kerangka untuk kursi mobil ini terbuat dari magnesium untuk memberikan kekuatan yang lebih baik namun memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan dengan kerangka baja. Kerangka ini menjadikan bangku mobil menjadi lebih kaku, sehingga menopang pengemudi dengan sempurna dan baik.
Detail yang baik pada kendaraan ini dihasilkan dari kunjungan para desainer ke GM Proving Ground di Milford, Michigan, dimana pengemudian mobil dengan cepat memberikan ide yang diimplementasikan melalui beberapa fitur. Seperti pegangan baja yang diletakkan pada konsol tengah dan dilapisi dengan material lembut dimana dapat dengan nyaman digunakan saat melewati tikungan dengan kecepatan tinggi.
Pengemudian dengan performa tinggi mempengaruhi elemen dalam configurable display screen dan head-up display, yang bergantung pada mode pengemudian, termasuk Track display seperti di C6.R.
Elemen yang memberikan aksen performa tinggi di dalam Corvette Stingray didukung oleh perhatian tinggi terhadap detail dan kualitas perakitan, termasuk diantaranya motif lengkungan pada bagian pengemudi dan interior yang menyatu dengan baik dari panel pintu hingga dashboard.
Setiap tipe Corvette dilengkapi dengan interior yang dilapisi bahan yang memiliki sentuhan halus dan nyaman. Material yang diberikan disesuaikan dengan jenis trim yang dipilih seperti kulit Napa, aluminium, serat karbon dan bludru.
Perpaduan antara kesempurnaan tangan dan mesin untuk memastikan perakitan serta finishing dan memberikan aksen terbaik dalam kabin kendaraan. Dashboard dilapisi kulit yang terpasang dengan sempurna dan dipadukan jahitan mesin sehingga memiliki hasil akhir yang sempurna.
Tersedia juga layar micro-LED untuk pengaturan suhu penumpang yang terletak di bawah ventilasi ac pada dashboard dengan posisi menjauhi fitur-fitur panel indikator.
“Untuk memastikan kualitas interior tetap terjaga, kami bekerjasama dengan tim yang merakit Corvette setiap harinya di pabrik Bowling Green,” ujar Ryan Vaughan, Manajer Interior Desain. “Berkat kolaborasi yang baik antara desain, keahlian teknis serta perakitan, kita dapat membuat penyesuaian untuk menjaga integritas dari desain serta memperbaiki proses perakitan dan menghasilkan interior kelas dunia.”
Teknologi yang Berorientasi pada Pengemudi
- Driver Mode Selector dengan 12 pengaturan.
- Layar berkonfigurasi dan head-up display yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.
- Layar sentuh yang mengikuti gerakan tubuh.
Teknologi yang dihadirkan untuk mendukung kebutuhan pengemudian pada Corvette Stingray berpusat pada cockpit-mounted Driver Mode Selector dimana pengemudi dapat mengoptimalkan mobil untuk menyesuaikan kebutuhan pengemudi dan kondisi jalan dalam 5 pilihan: Weather, Eco, Tour, Sport dan Track.
“All-New Corvette Stingray adalah tiga mobil dalam satu: memberikan kenyaman serta fungsionalitas dari mobil GT, keterhubungan dan informatif layaknya mobil harian serta akselerasi, cengkraman dan pengereman layaknya mobil balap,” ujar Harlan Charles, Manajer Produk.
“Dengan Driver Mode Selector, kami ingin memberikan pengemudi cara terbaik untuk berkendara sesuai dengan kondisi jalan dan kebutuhan mereka.. Hasil akhirnya adalah rasa berkendara yang menyenangkan, serta keyakinan yang tinggi saat kondisi hujan ataupun melewati corkscrew pada sirkuit Laguna Seca.”
Driver Mode Selector sangat mudah digunakan melalui tombol bundar dekat tuas transmisi. Tour Mode, merupakan moda pengaturan yang dapat digunakan sehari-hari. Weather, digunakan untuk mengemudi dalam kondisi hujan maupun salju. Eco, untuk menjaga efisiensi bahan bakar. Sedang Sport mode untuk pengemudian cepat atau dalam sirkuit.
“Dalam proses pengembangan, kami menghabiskan waktu mengemudikan Corvette di sirkuit. Pengalaman tersebutlah yang membantu kami dalam mengembangkan bagian-bagian interior, seperti tampilan pada Track Mode,” ujar Vaughn. “Dalam kecepatan 120 mph atau 193 km/jam, pengemudi akan seolah-olah berada pada terowongan dan berkonsentrasi pada tikungan berikutnya. Pada saat itu, kita tidak harus mengetahui lagu apa yang akan diputar selanjutnya.”
12 parameter performa yang bisa disetel sesuai pilihan, antara lain:
- Klaster konfigurasi speedometer: Pengaturan Tour, Eco dan Weather memperlihatkan jarak tempuh, audio dan navigasi; pengaturan Sport memperlihatkan tampilan mobil balap klasik; dan pengaturan Track memperlihatkan tampilan yang seperti pada Corvette Racing C6.R dengan lap-timer
- ETC (Electronic Throttle Control): Mengatur sensitifitas pedal gas agar selalu responsif
- Paddle-shift automatic transmission: Mengatur pergantian transmisi dengan tepat.
- Active Fuel Management: Dalam kondisi normal, LT1 menggunakan seluruh tenaga mesin V8 saat akselerasi dan hanya menggunakan V-4 saat meluncur. Saat Eco mode, hanya V-4 yang aktif untuk mendapatkan efisiensi bahan bakar dan akan kembali menggunakan tenaga penuh V-8 disaat akselerasi kuat dibutuhkan.
- Exhaust (active exhaust system): Sistem yang mengatur pengapian melalui kontrol katup buang elektronik yang disesuaikan dengan mode pengendaraan.
- Electronic limited-slip differential (Z51): Pengaturan limited-slip untuk memberikan keseimbangan antara pengemudian dan stabilitas dalam kondisi mengemudi yang berbeda-beda; dimana akan menjadi lebih agresif pada mode Sport and Track
- Steering: Pengaturan sistem kemudi sesuai dengan mode yang digunakan untuk memberikan rasa berkendara yang lebih baik
- Magnetic Ride Control: Mengatur suspensi kendaraan sesuai dengan kondisi jalan, untuk meningkatkan performa berkendara
- Launch control: Dapat dipergunakan pada mode Sport and Track untuk transmisi manual dan otomatis, sehingga akselerasi awal dapat dilakukan dengan traksi yang baik
- Active handling (StabiliTrak stability control) : Merupakan pengaturan stabilitas pada mode Sport and Track, sangat cocok untuk di trek. Dapat tidak diaktifkan untuk memberikan keleluasaan pada pengemudi untuk mengontrol mobil.
- Traction control: Pengaturan traksi dan tenaga mesin disaat berkendara dalam cuaca buruk
- Performance Traction Management: Dapat digunakan pada mode Sport and Track dengan lima pengaturan torsi dan intervensi sistem pengereman
Tiga pengaturan tampilan, termasuk diantaranya sepasang layar 8 inci dan head-up display berwarna yang memberikan informasi untuk parameter performa pada setiap mode pengendaraan.
Sepasang layar 8 inci dapat memberikan visibilitas baik walaupun di bawah terik sinar matahari. Dengan penerangan 650cd/m2 untuk layar yang terpasang pada panel instrumen dan penerangan 1.000cd/m2 yang terletak pada dashboard. Menjadi salah satu layar dengan penerangan terbaik dalam industri. Monitor pada dashboard memiliki fitur layar sentuh yang mampu mendeteksi gerakan tangan dan dapat digeser ke bawah. Juga terdapat colokan USB.
Corvette Stngray menghadirkan sistem infotainment yang mehadirkan fitur Chevrolet MyLink dan radio definisi tinggi, dan On-Star dengan peta navigasi 3D. Colokan USB ditambahkan pada konsol tengah, serta colokan aux dan SD card.
10 speaker premium termasuk bass box dan dua subwoofer dan speaker dengan magnet bumi yang langka sehingga dapat menghasilkan kejernihan suara namun dengan bobot yang ringan.
Setiap Lekukan Merupakan Pencerminan Fungsionalitas serta Elegannya Eksterior Corvette Stingray
- Desain aerodinamis yang disesuaikan dengan Corvette racing
- Penerangan yang termasuk diantaranya LED untuk lampu berkendara siang hari
- Lampu utama HID dengan lampu belakang LED
- Kap mesin dan atap dengan serat karbon memberikan keseimbangan yang baik
“Corvette Stingray dengan desain eksterior yang provokatif fungsional dan elegan,” ujar Ken Parkinson, Direktur Eksekutif Global Design.
“Mengembangkan Corvette baru merupakan impian setiap desainer, namun tidak mudah,” ujar Parkinson. “Tujuannya adalah menghasilkan desain yang berani dan menyatu dengan teknologi mutakhir yang ada pada Corvette dan memperindah performa keseluruhan dari kendaraan ini, baik dari wind tunnel hingga ke sirkuit. Hasil akhirnya adalah Corvette Stingray baru, mobil fantastis yang mendobrak konservatifitas namun tetap berada pada fundamental Corvette.
Walaupun tidak ada detail yang diulang dari generasi sebelumnya Corvette Stingray membawa profil yang eksklusif melalui bodi panjang dan buritan yang mirip pesawat tempur dengan lampu belakang dengan dua elemen yang berbeda. Oleh karena itu, para desainer menyebutkan mobil ini dari dua sumber yang berbeda: aerospace dan alam.
“Corvette baru ini disebut sebagai Stingray (ikan Pari), agar mampu menghadirkan sesuatu yang luar biasa, menghadirkan sesuatu yang baru seperti yang dibuat pada tahun 1963,” ujar Tom Peters, eksterior desain director. “Dampak visual dapat terlihat pada kapal tempur dan Stingray (ikan Pari). Keindahan mereka terlihat dari fungsi masing-masing, dibentuk khusus untuk menembus udara maupun air secepat dan efisien mungkin. Seperti layaknya pesawat terbang dan makhluk hidup, setiap transisi dan permukaan pada Corvette Stingray memiliki tujuannya sendiri yang dieksekusi dengan indah dan proporsional.”
Penerangan merupakan elemen penting dalam desain Corvette Stingray dan mempertegas estetika desain. Di depan ada LED putih yang membentuk lampu untuk siang hari. Memiliki rumah lampu black-chrome yang digabungkan dengan lampu HID. Lampu sein menggunakan LED kuning.
Lampu dengan dua elemen yang berbeda mendobrak tradisi dan menjadi elemen yang dramatis. Pahatan pada lensa lampu dengan bentuk tiga dimensi merupakan inovasi pada penerangan LED. Rumah lampu dengan teknologi canggih ini memiliki LED yang tersembunyi dan menyinari dari bawah rumah lampu dan pantulan sinar dipantulkan melalui reflektor, sehingga memiliki pencahayaan yang seimbang. LED juga digunakan sebagai lampu mundur. Lampu belakang juga memiliki fungsi seperti pesawat terbang yaitu sebagai lubang udara untuk pendingin diferensial dan transmisi.
“Dari depan atau belakang, pencahayaan ini membuat Corvette menjadi hidup.” Ujar Peters. “Terlihat indah, sinis dan sedikit mengintimidasi. Memberikan mobil Corvette penampilan “malam” dan berbeda dengan mobil lainnya.”
Terkait dengan aeorodinamis, Stingray terbaru berada dalam liga yang berbeda. Dibantu dengan teknologi program computer yang dibuat khusus untuk memprediksi jalur udara melalui atas, bawah dan ke dalam badan Corvette. Para insinyur dan desainer bergantung pada data yang digunakan Corvette Racing, yang merupakan program terbaik yang ada pada American Le Mans Series dan GT Class Champion 2012 untuk membantu keseimbangan daya cengkeraman pada depan dan belakang untuk stabilitas pada kecepatan tinggi.
Banyak waktu yang telah dihabiskan di dalam terowongan angin (wind tunnel) untuk membentuk permukaan untuk estetika dan performa. Element eksterior yang fungsional meliputi:
- Semua model memiliki gril/radiator desain baru dan ventilasi pada kap mesin. Mengeluarkan udara dari kap mesin untuk mengurangi adanya kemungkinan terangkatnya moncong mobil untuk meningkatkan respon kemudi yang baik pada kecepatan tinggi
- Lubang pada fender membantu mengurangi tekanan udara di bawah kap mesin sehingga mengurangi hambatan udara yang terjadi di dalam ruang mesin
- Model dengan transmisi otomatis atau Z51 Performance Package memiliki ventilasi udara pada sisi pengemudi. Mengarahkan udara segar pada pelepas panas untuk oli transmisi dan juga pada sisi penumpang yang diarahkan pada diferensial.
- Jalur udara melewati diferensial dan pelepas panas transmisi keluar melalui lampu belakang dengan desain yang berbentuk bokong pesawat dan juga keluar melalui bagian belakang mobil
- Mobil dengan Z51 Performance Package memiliki ventilasi untuk system pengereman, spoiler belakang unik dan deflector udara untuk meningkatkan kemampuan pengeraman di sirkuit.
“Setiap sudut dari eksterior Corvette terbaru ini di desain untuk performa tinggi,” ujar Kirk Bennion, Manajer eksterior desain. “Tim kami telah menghasilkan keseimbangan yang baik antara hambatan yang rendah untuk efisiensi dan elemen performa untuk stabilitas dan kapabilitas di sirkuit, semuanya tercetak dalam desain yang menggairahkan, seperti yang telah diberikan oleh Corvette sepanjang enam dekade.”
Dibuat untuk balap, dibangun untuk kegunaan di jalan raya
- Kerangka aluminium pada mobil ini 57 persen lebih kaku dan lebih ringan 45 kg dibandingkan kerangka baja.
- Penggunaan material komposit yang inovatif, seperti kap mesin dan atap dengan serat karbon, campuran besi ringan untuk fender, pintu dan panel belakang serta serat komposit karbon nano untuk panel bodi bawah yang membantu mengurangi bobot kendaraan hingga 17 kg.
- Mesin LT1 V-8 menggunakan teknologi canggih untuk menghasilkan tenaga besar namun tetap menjaga efisiensi bahan bakar dengan transmisi 7-percepatan dengan Active Rev Matching untuk penggantian transmisi yang akurat.
Corvette Stingray menggunakan material ringan dan teknik perakitan yang tinggi dari program Corvette Racing untuk menghasilkan bobot 50/50 yang ideal untuk menghasilkan power-to-weight ratio yang sempurna.
Kerangka aluminum yang 57 persen lebih kaku dan 45 kg lebih ringan. Kerangka yang kaku membantu untuk mengurangi kebisingan suara dan membantu kenyamanan serta stabilitas kendaraan.
Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, dengan menggunakan hydroformed main frame rails dengan ketebalan 2mm, kerangka Corvette terbaru menggunakan kerangka rel utama yang berkomposisi lima bagan aluminum. Telah disesuaikan dengan tekanan aluminium pada setiap ujungnya, bagan tengah kerangka dan kerangka hampa untuk bagian suspensi. Setiap bagian dibuat khusus dengan ketebalan 2mm – 11mm, disesuaikan dengan alat pengukur, bentuk dan kekuatan untuk mengoptimalkan kebutuhan bobot yang maksimal pada setiap bagan namun dengan beban kerangka yang minim.
Kerangka ini dibuat dengan menggunakan pabrik pengelasan terbaru di pabrik Bowling Green. Menggunakan titik las laser yang diatur oleh komputer sehingga menghasilkan kepresisian hingga 0,001 inci.
Untuk menopang kekuatan dari kerangka baru yang lebih kuat namun ringan, sasis ditopang dengan aluminium berongga untuk bagian depan dan belakang, kira-kira 25 persen lebih ringan namun lebih kaku dibanding model pendahulunya.
Penggunaan bahan yang inovatif termasuk diantaranya kap mesin dan atap dengan serat karbon dan juga panel bodi bawah nano-karbon komposit. Campuran mutakhir antara komposit tradisional dan serat karbon, dimana hasil akhirnya adalah panel underbody yang ringan namun kuat. Fender, pintu dan quarter panel belakang serta rear hatch panel terbuat dari bahan yang lebih tebal namun lebih ringak dibandingkan model sebelumnya. Secara keseluruhan mobil terbaru ini lebih ringan sebanyak 17kg.
Keringanan bobot dari Stingray berkontribusi terhadap keseimbangan bobot 50/50. Digabungkan dengan estimasi 450 daya kuda (335kW), Corvette terbaru memiliki power-to-weight ratio yang lebih baik dibandingkan Porsche 911 atau Audi R8.
Tenaga 450 daya kuda dihasilkan dari mesin LT1 6.2L Small Block V-8, yang menghasilkan torsi maksimal sebesar 450lb.-ft (610Nm). Selain itu, mesin ini menghasilkan torsi putaran bawah 50lb.-ft. lebih besar dari mesin 6.2L sebelumnya, sehingga menyamai mesin 7.0L LS7 yang disematkan pada Corvette Z06 2013 dari rentang 1,000 – 4,000 rpm.
Performa mesin datang dari teknologi yang tinggi seperti direct injection Active Fuel Management dan Continuously Variable Valve Timing dengan dengan sistem pembakaran yang canggih. Lebih dari 10 juta jam analisa komputer untuk mengembangkan desain mesin small block, termasuk 6 juta jam untuk sistem pembakaran.
LT1 memiliki pilihan sistem knalpot aktif dengan hambatan rendah dibanding pendahulunya, hal ini dikarenakan diameter pipa membesar dari 2,5 inci menjadi 2,75 inci. Knalpot terbaru ini menghasilkan arus pembuangan 13 persen lebih baik dan memiliki katup kupu-kupu yang menjaga kebisingan disaat berkendara sehari-hari dan disaat mesin sedang menggunakan fuel-saving V4 mode.
Pilihan knalpot dual-mode active memberikan arus pembuangan 27 persen lebih baik. Pilihan knalpot ini memiliki dua katup tambahan yang membuka untuk memberikan arus pembuangan yang lebih baik. Saat katup terbuka performa mesin meningkat dan suara knalpot lebih keras.
LT1 memiliki transmisi otomatis 6 tingkat percepatan atau transmisi manual eksklusif dari TREMEC TR6070 7 tingkat percepatan dengan Active Rev Matching. Corvette tetap mempertahankan rear transaxle untuk meningkatkan keseimbangan.
Transmisi manual 7 tingkat percepatan yang digabungkan dengan teknologi rev-matching untuk pergantian gigi. Fitur ini dapat diaktifkan dan di non-aktifkan dari tuas di balik kemudi. Transmisi ini memiliki dua flywheel dan dua kopling, sehingga pergantian gigi menjadi lebih sempurna. Transmisi pada mobil dengan Z51 Performance Package menggunakan gir close-ratio untuk pengemudian yang lebih agresif.
“Active Rev Matching membuat Corvette terbaru menjadi lebih menyenangkan untuk dikemudikan,” said Jeuchter. “Sistem ini mengantisipasi pergantian transmisi dan secara otomatis menaikan putaran mesin untuk menyamai kecepatan mobil dan kecepatan mesin sehingga pergantian gigi menjadi lebih baik.”
Transmisi otomatis 6 tingkat percepatan Hydra-Matic 6L80 dengan paddle-shift juga tersedia. Transmisi ini dikembangkan untuk digunakan dengan Active Fuel Management dan memiliki fitur lower-inertia torque converter untuk pergantian transmisi yang lebih baik dan lebih cepat. Selain itu, pergantian transmisi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengemudi.
Lebih cepat, berkendara lebih menyatu
- Generasi ketiga Magnetic Ride Control untuk kenyamanan dan stabilitas
- Power steering elektrik yang mengakomodir kebutuhan respon dan rasa mengemudi
- Electronic limited-slip diferensial untuk traksi yang lebih baik
Sasis dan suspensi Corvette Stingray dibuat untuk disesuaikan dengan struktur yang lebih kuat namun ringan. Fleksibilitas sasis yang minim membantu para insinyur untuk mengembangkan suspensi dan kemudi sehingga mobil menjadi lebih responsif dan lincah.
“Salah satu tujuan penting dari Corvette generasi ke-7 ini adalah untuk menyatukan antara pengemudi dan mobil dalam segala kondisi,” ujar Mike Bailey, bagian teknisi sasis mobil. “Di sirkuit ataupun pengendaraan sehari-hari, kita ingin pengemudi merasakan kenyamanan dan percaya diri saat dibalik kemudi Corvette.”
Walaupun Corvette Stingray mempertahankan desain suspensi pendek/panjang yang sudah terbukti di ajang balap, seluruh komponen untuk system suspensi depan dan belakang adalah baru. Peningkatan ini adalah berkat control lower arms berongga yang lebih ringan 4kg dan aluminium toe links belakang yang lebih ringan 1.1 kg dibanding baja.
Corvette Stingray dilengkapi dengan velg depan berukuran 18 x 8.5 inci dan 19 x 10 inci belakang. Sedang tipe Z51 Performance Package, 19 x 8.5 inci dan 20 x 10 inci berbahan aluminium. Dibalut ban Michelin Pilot Sport run-flat yang khusus dikembangkan untuk Corvette generasi ke-7 ini, memiliki daya cengkram yang lebih baik dibanding ban dari Corvette sebelumnya.
Pada akhirnya, Corvette Stingray yang dilengkapi dengan Z51 Performance Package mampu untuk menghasilkan g-force sebesar 1 g saat menikung dan akselerasi apabila dibandingkan dengan Corvette 2013 Grand Sport. Walaupun memiliki ban dan velg yang lebih ramping dan ringan. Telapak yang lebih kecil mengurangi hambatan berputar, meringankan kemudi dan suara bising, sehingga mobil menjadi lebih lincah dan kemudi setir lebih akurat, lebih nyaman dan efisien.
Secara dimensi, Jarak sumbu new Corvette sekitar satu inci lebih panjang dari generasi sebelumnya, dengan tracks depan dan belakang yang hampir satu inci lebih luas. Perubahan-perubahan tersebut membuat feel mengemudi yang lebih stabil, terutama pada kecepatan tinggi, sedangkan radius putarannya menurun sekitar dua feet (0.6096m) yang dapat meningkatkan daya manuver pada putaran yang ketat.
Corvette Stingray mempersembahkan suspensi standar dengan menggunakan sokbreker Bilstein monotube berpiston 35 mm yang terhubung pada dudukan dual-path aluminium yang memisahkan beban pada batang dan tabung sok. Paket performance Z51 dilengkapi dengan peredam kejut Bilstein berpiston 45mm yang dapat meningkatkan control bodi kendaraan yang lebih agresif dan kemampuan di trek. Paket Z51 juga mempersembahkan Magnetic Ride
Control generasi ketiga, yang dilengkapi peredam dengan twin-wire/dual-coil system baru yang dapat bereaksi 40 persen lebih cepat, dan meningkatkan kenyamanan berkendara dan control bodi.
Sistem electric power steering yang baru menawarkan tingkat rasio dan upaya kontrol yang berbeda-beda guna menyesuaikan respon dan feel untuk setiap situasi mengemudi. Hal ini juga memberikan kontrol yang lebih tepat dan umpan balik kepada pengemudi, bersama dengan variabilitas upaya kontrol yang lebih untuk mengemudi dengan performa tinggi dan sensitivitas dan linieritas pada pusat kendaraan. Feel mengemudi juga lebih ditingkatkan dengan meningkatkan kekakuan kolom setir sebesar 150 persen, akibatnya intermediate shaft torsional juga jadi 600 persen lebih kaku, dan pemasangan perangkat kemudi ke struktur cradle bagian depan. Akibatnya sistem kemudi lima kali lebih keras dari generasi sebelumnya.
Teknologi smart electronic limited-slip differential (eLSD) termasuk dalam paket performance Z51 yang selalu mengutamakan pemisahan torsi antara roda belakang. Sistem ini mempersembahkan hydraulically actuated clutch yang dapat meningkatkan variasi posisi buka-tutup kopling dan juga merespon dari posisi terbuka dan tertutup dalam sepersepuluh detik. Sistem ini dapat memindahkan daya torsi berdasarkan algoritma yang mempertimbangkan kecepatan kendaraan, gaya kemudi dan posisi pedal gas guna meningkatkan feel kemudi, keseimbangan handling dan traksi.
“Teknologi electronic limited-slip differential mengtransformasikan Stingray dengan mengoptimalkan handling untuk situasi mengemudi,” kata Mike Bailey, vehicle systems engineer, chassis. “Dengan memisahkan modulasi torsi kedua roda belakang, secara terus menerus,eLSD dapat meningkatkan traksi dari sudut belokan, meningkatkan stabilitas di jalan raya dan meningkatkan steering turn-in dan daya responsive kendaraan.”
Sistem eLSD diintegrasikan sepenuhnya dengan sistem StabiliTrak dan Performance Traction Management. Kalibrasi sistem tersebut tersedia dalam tiga mode, berdasarkan pengaturan Drive Mode Selector:
- Mode 1 adalah pengaturan untuk kondisi mengemudi normal dan mengutamakan stabilitas kendaraan
- Mode 2 berfungsi ketika electronic stability control dimatikan pada mode mengemudi Sport atau Track. Kalibrasi ini memungkinkan traksi yang lebih gesit saat masuk tikungan dan mempercepat akselerasi saat keluar dari belokan.
- Mode 3 akan diaktifkan secara otomatis saat Performance Traction Management dinyalakan. Kalibrasi ini memiliki fungsi yang sama seperti Mode 2, tetapi telah disesuaikan untuk bekerja dengan Performance Traction Management.
Rem standar Brembo, dengan teknologi four-piston fixed calipers yang berasal dari teknologi balap yang memberikan daya pengereman yang luar biasa di jalan atau jalur balap. Sistem terdiri dari :
- Cakram depan sebesar 12.6-inci (320 mm) dan cakram belakang 13.3-inci (338 mm) adalah standar dan memiliki swept area 35 persen lebih luas dibandingkan pada generasi rem sebelumnya. Akibatnya jarak pemberhentiannya meningkat sebesar 9 persen.
- Cakram depan Dual-cast, sebesar 13,6 inci (345 mm) dan cakram belakang sebesar 13.3-inci (338 mm) tersedia pada paket performance Z51. Fitur tersebut memiliki swept area 6 persen lebih besar dibandingkan generasi Grand Sport sebelumnya serta didinginkan di depan dan belakang untuk meningkatkan kemampuan di trek. Akibatnya jarak pemberhentiannya meningkat sebesar 5 persen.
Semua paket rem memiliki fixed calipers di bagian depan dan belakang yang lebih kuat guna menyamakan tingkat keausan yang sama pada brake pad, mengurangi drag dan meningkatkan modulasi.












