in: News | January 25, 2013 | by: Ernest Dimitria

Tweet Rasis Semakin Marak, Twitter Ditekan Pengadilan Prancis

Tampaknya rasisme merupakan masalah yang semakin mewabah. Kehadiran jejaring sosial, seperti Twitter, pun menjadi lahan baru untuk melontarkan komentar-komentar rasis. Namun, hal tersebut tidak dianggap enteng oleh pemerintah Prancis.

Tweet rasis memang bukan fenomena baru di Prancis. #UnBonJuif yang berarti “seorang Yahudi yang baik” merupakan hashtag ketiga yang paling banyak digunakan. VentureBeat menampilkan salah satu tweet ofensif yang menggunakan hashtag tersebut.

Para menteri, dengan dukungan pengadilan Prancis, mendesak Twitter untuk mengidentifikasi para pengguna yang menuliskan tweet rasis. Desakan serupa juga datang dari beragam grup antidiskriminasi di Prancis. Bahkan, persatuan murid berdarah Yahudi di Prancis sempat melayangkan petisi pada Oktober lalu. Petisi tersebut menyebutkan adanya kesulitan untuk melaporkan dan menghapus konten-konten yang menyinggung di Twitter.

Selain tweet rasis, layanan microblogging tersebut juga diramaikan oleh tweet yang menyinggung orientasi seks dan agama. Hashtag yang marak digunakan di Prancis untuk melontarkan tweet-tweet ofensif antara lain #SiMonFilsEstGay dan #UnBonMusulman.

Pihak Twitter menjelaskan bahwa data yang masuk dalam jejaring sosial tersebut dikumpulkan dan disimpan di California, AS. Karena itu pengadilan Prancis harus melontarkan pengajuan kepada pengadilan AS untuk mendapat data-data tersebut.

Meskipun data-data pengguna yang menuliskan tweet rasis belum bisa diungkap, Twitter telah menyatakan persetujuannya untuk menghapus tweet-tweet yang bersangkutan.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES