LOGO
,

Mata Bionic Pertama Disetujui FDA

Setelah bertahun-tahun diteliti, menjadi prototipe dan telah dilakukan uji coba klinis, FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat memberikan ijin untuk mata bionic pertama di dunia, Argus II Retinal Prosthesis System digunakan untuk mengobati masalah mata terutama kebutaan. Argus II sendiri telah disetujui di Eropa dan telah diimplankan kepada pasien. Para peneliti sendiri telah melakukan prosedur tersebut kepada lebih dari 60 pasien dengan hasil bervariasi, namun dengan hasil yang positif.

Argus II dirancang untuk melawan efek dari retinitis pigmentosa, sebuah kondisi genetik yang menyebabkan fotoreseptor di dalam mata berhenti berfungsi sehingga mengakibatkan kebutaan. Di Amerika Serikat, retinis pigmentosa sendiri diderita sekitar 100 ribu orang sehingga penemuan ini jelas bukan obat untuk segala bentuk kebutaan. Meskipun begitu, ini adalah pertama kalinya ilmu pengetahuan telah berhasil menyembuhkan orang yang benar-benar buta dan mengembalikan sedikit kemampuan untuk melihat.

Sistem yang digunakan mata bionik tersebut terdiri dari susunan elektroda kecil yang ditanamkan di retina dan sepasang kaca mata dengan kamera mungil. Kamera tersebut akan menyuplai gambar ke elektroda yang menggantikan fungsi sell fotoreseptor yang rusak.

Hasil dari penggunaan mata bionik tersebut bervariasi namun semua pasien mendapat beberapa manfaat. Beberapa di antaranya bisa melihat bayangan padahal sebelumnya sama sekali tidak bisa melihat, namun ada juga yang bisa melihat dengan sangat jelas sehingga bisa membaca tajuk berita di surat kabar. Ada juga beberapa pasien yang melihat beberapa tampilan warna padahal sebelumnya hanya melihat warna hitam dan putih saja.

Penemuan ini tentu saja menjadi kemajuan yang sangat besar di dunia medis. Namun untuk bisa menikmati mata bionik tersebut bukanlah hal yang mudah dan murah. Di Eropa, Argus II dijual dengan harga €73,000 atau hampir US$100,000. Bahkan jika di Amerika Serikat disetujui, harganya bisa jauh lebih mahal.

Random Articles
Back to Top