LOGO

[PR] Data Indeks Keamanan Komputasi Microsoft: Konsumen Belum Tinggalkan Perilaku Online Berisiko Tinggi

83% pengguna internet Indonesia hadapi berbagai risiko online

JAKARTA, 5 Februari 2013 — Dalam rangka Hari Internet Aman Internasional (Safer Internet Day), Microsoft menyampaikan data tahun kedua survei Indeks Keamanan Komputasi Microsoft (Microsoft Computing Safety Index / MCSI) yang menunjukkan bahwa 83 persen responden di Indonesia menghadapi berbagai risiko online, namun hanya 3 persen yang menyatakan secara proaktif melindungi diri dan data mereka dari risiko tersebut. MCSI kali ini juga memperhitungkan perilaku mobile, dan menemukan bahwa hanya 28 persen responden yang memperbarui software pada perangkat PC. Sementara yang secara teratur memperbarui software perangkat mobile hanya 32 persen dari jumlah tersebut, menempatkan mereka pada potensi risiko yang lebih tinggi.

Bernard SaisseMarketing & Operations Director Microsoft Indonesia menyatakan, “Perangkat mobile kini menyimpan setidaknya informasi dalam jumlah yang sama, bahkan seringkali lebih banyak, daripada yang tersimpan di komputer rumah. Hal ini menjadikan perangkat mobile semakin rentan terhadap tindak kejahatan pencurian data. Temuan terbaru MCSI menunjukkan bahwa perilaku berinternet yang aman merupakan hal yang esensial, tanpa memandang dari mana maupun bagaimana Internet diakses. Saat ini telah banyak pihak memperkenalkan berbagai langkah dan teknologi untuk mencegah jatuhnya korban.”

Survei MCSI dilakukan terhadap lebih dari 10.000 pengguna PC, smartphone maupun tablet di 20 negara. Survei ini mengumpulkan informasi mengenai cara-cara yang ditempuh untuk berinternet secara aman, menggunakan skala 0 hingga 100 untuk setiap jawaban mereka. Skor rata-rata secara global adalah 34 untuk keamanan online di PC dan 40 untuk mobile, berada di bawah skor Indonesia yakni 36 dan 49. Untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan orang tentang cara berinternet dengan aman, terdapat versi sederhana MCSI yang dapat diakses di situs Microsoft Computing Safety Index Survey.

Beberapa temuan penting lain dari MCSI global mengenai skor keamanan komputasi di Indonesia:

  • Sebanyak 53 persen responden mengkhawatirkan pencurian password atau informasi akun. 25 persen di antaranya menyatakan telah menggunakan situs yang aman, sementara 45 persen mengaku menghindari penggunaan Wi-Fi terbuka dari perangkat mobile mereka.
  • 41 persen responden menyatakan khawatir terhadap virus komputer, 35 persen di antaranya mengaktifkan firewall, dan 48 persen menggunakan antivirus pada perangkat PC mereka.
    • 53 persen responden mengkhawatirkan pencurian identitas, namun hanya 32 persen dari mereka yang memiliki PIN (nomor identifikasi personal) untuk mengunci perangkat mobile mereka, dan 57 persen menyatakan mereka mengedukasi diri sendiri dengan langkah terbaru untuk mencegah terjadinya pencurian identitas.

Microsoft menyediakan serangkaian perangkat pengaman online serta referensi lain yang dapat diperoleh di www.Microsoft.com/security, termasuk beberapa tips praktis untuk merasakan pengalaman online yang lebih aman seperti berikut ini:

  • Kunci komputer serta berbagai akun dengan password yang kuat, serta PIN empat digit yang unik pada telepon seluler.
  • Jangan lakukan pembayaran tagihan, transaksi bank, belanja atau kegiatan bisnis penting lainnya melalui perangkat komputer milik umum, atau dari laptop dan ponsel melalui jaringan Wi-Fi yang terbuka untuk umum (misalnya hotspot).
  • Waspadai para pengintai. Berbagai cara telah dibuat orang untuk mencium jejak password, PIN, user name atau sejenisnya melalui ketikan jari atau sentuhan pada layar saat Anda memasukkan data.
  • Berhati-hati dengan pesan atau e-mail yang mencurigakan. Hindari berbagai tawaran yang tampak berlebihan, dan waspadai pengirimnya, meskipun pesan tersebut tampak seolah-olah berasal dari seseorang atau sumber yang dapat dipercaya.
  • Perhatikan tanda-tanda pada laman Web yang menunjukkan bahwa laman tersebut aman dan dapat dipercaya. Sebelum memasukkan data yang sensitif, periksa kembali petunjuk enkripsi (misalnya alamat Web dengan “https” atau logo gembok terkunci di sudut kanan bawah tampilan situs).
  • Kurangi spam dari inbox. Jangan berikan alamat e-mail utama atau instant messaging kepada orang tak dikenal atau lembaga yang tidak diketahui reputasinya. Hindari menampilkan data tersebut dari laman jejaring sosial, atau direktori Internet (misalnya white pages) atau situs lowongan kerja.

Negara-negara yang disurvei dalam MCSI ini adalah Australia, Belgia, Brazil, Kanada, China, Mesir, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Rusia, Singapura, Spanyol, Korea Selatan, Turki, Inggris, serta Amerika Serikat.

Random Articles
Back to Top