Active House, Rumah Paling Ramah Lingkungan
Konsep rumah ramah lingkungan memang bukan hal baru. Kepedulian akan pentingnya tenaga alam untuk digunakan sebagai sumber energi utama dalam sebuah rumah menjadi semakin tinggi. Namun dari beberapa rumah ramah lingkungan yang pernah dibuat, desain yang dimiliki terlihat cukup aneh dan bentuknya agak tidak lumrah, apalagi jika berlokasi di perkotaan. Namun kini ada satu rumah ramah lingkungan yang terlihat lebih umum dan tidak aneh. Dengan arsitektur simpel dan mirip dengan rumah biasa, rumah yang disebut Active House ini digabungkan dengan berbagai teknologi yang membuatnya bisa mengonsumsi cahaya alami dan ventilasi untuk mengurangi konsumsi tenaga di dalamnya.

Belum lama ini sebuah keluarga melakukan uji coba untuk tinggal di Active House yang berlokasi di Webster Grove, St.Louis, Missouri, Amerika Serikat. Keluarga Smith yang terdiri dari David, Thuy dan anak perempuan mereka Cameron, ditawari untuk tinggal di rumah ramah lingkungan yang dispronsori sebuah perusahaan Denmark bernama VELUX. Meskipun masih berupa prototipe namun Ative House tersebut sudah siap ditinggali. VELUX sendiri mendesain produk untuk mendorong penggunaan cahaya alami, terutama dari cahaya langit-langit dan jendela. Proyek tersebut dibuat untuk mempromosikan bangunan yang memiliki dampak positif pada lingkungan, sekaligus meningkatkan iklim dalam ruangan yang sehat dan nyaman bagi penghuninya. Selain di Amerika Serikat, proyek tersebut juga telah memiliki beberapa prototipe Active House lainnya yang berlokasi di beberapa tempat di Eropa. Pemilihan tempat di Webster Grove sendiri dikarenakan di daerah tersebut biasa mendapatkan semua iklim ekstrim, dari musim dingin yang sangat parah hingga musim panas yang terik. Menurut teori, jika rumah tersebut terbukti bisa mengonsumsi tenaga dengan efisien di lokasi ini, maka tentunya bisa juga berfungsi di lokasi lainnya di Amerika Serikat.
Active House sendiri mengunggulkan cara konsumsi energi alaminya. Rumah tersebut dilengkapi dengan banyak jendela, lubang cahaya langit-langit dan terowongan sinar matahari yang tersebar di penjuru rumah. Desain interiornya juga menghadirkan banyak permukaan dengan warna terang, ruangan yang terhubung dengan terbuka serta partisi kaca untuk memperbanyak rumah tersebut mendapatkan cahaya matahari sepanjang hari. Listrik dan air panas pun sebagian besar didapatkan dari tenaga matahari, meskipun sistem gas alam juga akan bekerja memback-up saat dibutuhkan.

Mempertahankan suhu yang nyaman juga memainkan peran yang besar dalam penghematan energi, sehingga konstruksi rumah itu berpusat pada ventilasi alami dan meningkatkan isolasi. Jendela yang terbuka disusun berjajar lurus sementara banyak bagian rumah yang disegel kedap udara untuk memaksimalkan aliran udara segar di dalamnya. Dinding bagian luar juga digabungkan dengan panel terisolasi dan jendela panel ganda untuk mengurangi sejumlah transfer panas sedangkan atapnya ditutup dengan ubin yang memantulkan sinar matahari untuk membelokkan sinar matahari dan panas.
Yang paling menarik adalah semua jendela dan tirai Active House dipasang dengan sistem otomatis untuk mengontrol jumlah panas, cahaya dan udara segar yang memasuki ruangan. Penghuni bahkan bisa membuat program untuk membuka dan menutup jendela dan tirai tersebut beberapa kali dalam sehari, sebulan atau bahkan setahun, sehingga mereka bisa menggunakan enegri alami sebanyak mungkin. Rumah ini juga dilengkapi pemanas dan pendingin ruangan yang semuanya tetap menitikberatkan pada efisiensi energi, dengan konstruksi pengaturan suhu yang akan mengontrol enerri tersebut tidak digunakan dengan sembarangan.
Sebagian besar bahan bangunan rumah tersebut bisa didaur ulang, dan beberapa di antaranya merupakan penggunaan ulang dari struktur sebelumnya di tempat yang sama. Secara keseluruhan, Active House secara simultan telah memenuhi persyaratan dar ANSI-700 National Green Building Standar, Energy Star, Builder’s Challenge dan Indoor Air and Water Sense Programs, dan beberapa persyaratan lainnya.















