LOGO

Review Kinerja Acer Liquid C1: Smartphone Android dengan Prosesor Intel Pertama di Indonesia

Part: 1 2 3 4

Beberapa waktu yang lalu, Acer meluncurkan sebuah smartphone yang berisikan SoC yang belum pernah ada di Indonesia. Dengan menggunakan Intel Atom, Acer mengeluarkan Liquid C1 untuk menantang seluruh produsen smartphone yang ada di Indonesia. Uniknya, dengan menggunakan prosesor Atom, smartphone ini dijual dengan harga di bawah Rp3.000.000! Sebuah harga untuk smartphone mainstream.

Intel Atom datang dengan menawarkan berbagai macam feature, selain tentunya kecepatan yang lebih tinggi dari prosesor ARM. Dengan menggunakan single core ditambah dengan feature Hyperthreading, membuat smartphone Acer Liquid C1 terdeteksi sebagai perangkat yang memiliki prosesor berkepala dua. Lalu apakah smartphone yang satu ini mampu mengalahkan kinerja perangkat dengan harga yang sama?

Spesifikasi

Acer Liquid C1 datang dengan SoC Intel Atom Z2420 single core dengan Hyperthread di kecepatan 1,2 GHz dan GPU PowerVR SGX 540. Dengan RAM 1 GB dan internal memori sebesar 4 GB, smartphone ini hadir pula dengan tambahan slot micro SD untuk menambah kapasitas penyimpanan datanya. Acer Liquid C1 juga telah dilengkapi dengan kamera dengan resolusi 8 megapiksel untuk bagian belakangnya serta kamera beresolusi VGA untuk bagian depannya. Untuk displaynya, terpasang layar IPS dengan dimensi 4,3 inci serta memiliki resolusi 960 x 540. Sistem operasi yang digunakan adalah Android Ice Cream Sandwich.

Permasalahan yang Kami Temukan

Masalah yang kerap terjadi pada sebuah smartphone yang menggunakan SoC Intel adalah kompatibilitas aplikasi. Dari sekian banyaknya aplikasi, sampai tulisan ini diangkat, belum semua dapat jalan pada platform Intel. Walaupun begitu, Intel melakukan tugasnya dengan baik. Saat kami menerima sampel Acer Liquid C1, kami belum dapat menjalankan game Subway Surfer. Selang dua minggu saja, ternyata kami mendapatkan sebuah update aplikasi dan game tersebut pun dapat jalan dengan sangat mulus. Hal ini membuat aplikasi-aplikasi yang ada pada Google Play lambat laun akan kompatibel dengan platform Intel.

Kedua adalah masalah charger. Pada produk sampel yang kami dapatkan, masalah yang kami temukan pada saat melakukan pengisian baterai adalah dua kali kami menemukan setelah baterai penuh dan saat mencabut  charger-nya, level baterai turun ke 80%. Walaupun kasus tersebut tidak sering muncul, akan tetapi hal itu dapat mengganggu rutinitas penggunanya.

Part: 1 2 3 4
Random Articles
Back to Top