in: News | June 28, 2013 | by: Ozal

Transaksi Karya Seni via Online Lebih Diminati daripada Langsung di Galeri

Jual-Beli karya seni berkualitas tinggi melalui di berbagai situs galeri online kian diminati. Nilai transaksinya mencapai lebih dari 60 miliar poundsterling atau setara Rp 600 triliun. Diperkirakan, pasar seni online akan terus tumbuh sebesar 20 persen setiap tahunnya. Jadi, tidak melulu via galeri.

online art 2

“Kami menjual lebih banyak karya seni dalam satu bulan dibandingkan penjualan di galeri dalam satu tahun,” kata Direktur Saatchi Gallery, Rebecca Wilson yang galerinya memiliki sekitar 200.000 karya berbeda yang siap dijual. Menurut analisis perusahaan asuransi Hiscox, sekitar 90 persen galeri menjual koleksinya ke klien hanya dengan memperlihatkan gambar digitalnya saja. Umumnya, pembeli karya seni via online ini merupakan kolektor berusaha di atas 65 tahun. “Bahkan sebelum online, sebagian besar penjualan mereka bukan berasal dari galeri kelas atas, melainkan di ajang pameran seni,” kata Jonas Almgren, chief executive situs seni Artfinder.

Ada berbagai cara situs online menjual koleksinya. Artspace misalnya, dengan menggunakan layanan e-commerce, kolektor tinggal klik apa yang mereka inginkan, transfer, dan barang pun dikirim. Sementara Paddle8, menggunakan sistem lelang, yakni calon pembeli mengajukan penawaran via online terhadap barang seni yang telah dikuratori oleh pihak situs seni.

Pada November tahun lalu, lukisan karya seniman AS, Edward Hopper memecahkan rekor dunia. Salah satu karyanya itu terjual hampir US$ 10 juta melalui internet. Jual beli karya seni via online tampaknya kian menguntungkan dan menarik banyak orang. Sebagai contoh, Artspace berhasil mengantongi US$ 13 juta hanya dalam waktu dua tahun. Bahkan, cucu dari Ratu Inggris Elizabeth II, Puteri Eugenie tertarik untuk masuk ke dunia tersebut dengan bekerja di rumah lelang online, Paddle8.

Dulu, ketika kolektor ingin membeli karya seni, kolektor harus datang jauh-jauh ke galeri pameran untuk melihatnya secara langsung. Namun zaman telah berubah. Selamat datang dunia digital. Kini, tinggal buka web browsernya, peminat seni di belahan dunia dapat mengetahui keberadaan karya yang sedang dilelang di dunia maya.

“Ruang fisik pun kini semakin tidak penting,” ungkap Jonas Almgren seperti dilansir BBC.

(Sumber: BBC)

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES