in: News | July 30, 2013 | by: Ozal

Indonesia Peringkat 2 Serangan Cyber Terbesar di Dunia

Baru-baru ini, perusahaan yang biasa membuat data lalu lintas di dunia maya, Akamai merilis laporan kuartal pertama tahun ini tentang 10 negara yang menjadi sumber serangan cyber berbasis alamat IP terbesar di dunia. Dalam laporannya itu, seperlima serangan cyber di seluruh dunia berasal dari Indonesia.

Kabar ini cukup mengejutkan. Pasalnya, telah tejadi perlonjakan signifikan dari tahun lalu hanya sebesar 0,7 persen, kini malah menjadi 21 persen. Terpaut sekitar 13 persen setelah Cina, Indonesia menempati posisi kedua dalam Top 10 data tersebut. Indonesia pun menjadi negara Asia Tenggara satu-satunya yang masuk daftar tersebut. Bahkan Indonesia berhasil mengalahkan Amerika Serikat dan Rusia.

INDONESIA 3

Menurut data Akamai, pertumbuhan signifikan itu terlihat dari target serangan cyber ke situs yang memiliki Port 80 (HTTP/WWW) dan 443 (SSL/HTTPS). Angkanya pun mencapai 80 persen. Akamal mensinyalir, terdapat peningkatan 30 kali lipat tiap kuartal sejak tahun lalu. Ada kemungkinan juga, menurut dugaan Akamal, telah terjadi aktivitas botnet yang agresif di Indonesia. Pihaknya tidak bisa membuktikan secara pasti mengenai faktor dari peningkatan ini.

“Konsentrasi lalu lintas serangan juga meningkat pada kuartal pertama (tahun ini). Lagi-lagi berkat volume signifikan lalu lintas serangan, (bila) diamati dari Indonesia,” tulis Akamai dalam laporannya itu.

Dilansir QUARTZ, kepala editor laporan Akamai, David Belson mengatakan, pihaknya merasa sulit untuk menarik kesimpulan, apakah serangan itu benar-benar berasal dari orang Indonesia. Sebab, bisa jadi hacker asing menanamkan suatu program botnet di website ataupun komputer yang ada di Indonesia.

“Mungkin sistem yang berjalan di jaringan Akamai sedang digunakan sebagai proxy atau waypoint oleh penyerang yang berada di tempat lain. Jadi di Indonesia, misalnya, untuk beberapa alasan ada sejumlah sistem pengguna akhir di Indonesia telah bersepakat atau berada di bawah kendali seorang hacker di Rusia atau di tempat lain,” ungkapnya.

Indonesia

Namun, tidak menampik juga adanya keterlibatan dari hacker Indonesia dalam pertumbuhan serangan cyber ini. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dalam tiga tahun terakhir telah terjadi 36,6 juta insiden hacking yang dilancarkan ke pemerintah dan swasta. Pada awal tahun ini, sekelompok hacker “Anonymous Indonesia” berhasil meretas 12 web milik pemerintah.

Maraknya lalu lintas serangan cyber ini, memaksa pemerintah melalui Kementerian Pertahanan RI bakal membangun semacam Pusat Pertahanan Cyber atau Cyber Defence. Pihak pemerintah sendiri menuduh, serangan cyber juga berasal dari luar negeri, khususnya dari Cina, Rusia, Korea Utara, dan Amerika Serikat.

Untuk diketahui, Akamai merupakan perusahaan perantara penyedia konten web yang melayani seperlima traffic internet di dunia. Mereka menyediakan server bagi perusahaan internet lain agar websitenya bisa diakses lebih cepat oleh pengguna di seluruh dunia. Klien mereka ialah para raksasa internet, di antaranya seperti Yahoo dan Google.

Apakah ini merupakan sebuah prestasi atau malah kabar buruk?

Tags: