in: News | August 26, 2013 | by: Ozal

Belanja Iklan Media Di Indonesia Naik Rp 10,3 Triliun

iklan 3

Laporan terbaru dari perusahaan periset pasar, Nielsen menyebutkan, belanja iklan media pada semester pertama tahun ini di Indonesia telah meningkat sekitar Rp 10,3 triliun. Dari Rp 40,9 triliun menjadi Rp 51,2 triliun atau meningkat 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Beberapa kategori besar yang memperlihatkan pertumbuhan cukup besar di seluruh bentuk media (TV, surat kabar, dan majalah), di antaranya iklan kopi dan teh. Dua produk itu mengalami pertumbuhan belanja iklan sebesar 136 persen menjadi Rp 1,6 triliun. Lalu diikuti iklan mie instan 66 persen menjadi Rp 1 triliun dan iklan partai politik serta pemerintah turut naik 56 persen menjadi Rp 2,7 triliun.

iklan

Khusus iklan produk kopi dan teh, Nielsen menyoroti, pertumbuhan belanja iklan produk tersebut dialokasikan ke media televisi dari 98 persen total belanja iklannya. Sebanyak 37 persen iklan mereka ditempatkan pada jam tayang utama, antara pukul 18.00 hingga 22.00. Sementara itu, 27 persennya dialokasikan ke program series seperti sinetron dan 22 persen di program hiburan. Bahkan porsi iklan kopi dan teh di program penayangan film, telah tumbuh 177 persen dari tahun lalu. Adapun beberapa merek ternama yang paling besar belanja iklan iklannya yakni Top Coffee Rp 204 miliar atau naik 190 pesen, diikuti dua merek baru yakni Ayam Merak Rp 161 miliar dan Kopiko White Coffe sebesar Rp 105 milyar.

“Persentase belanja iklan terbesar masih di televisi yang berjumlah 68 persen dari total belanja iklan media. Jumlah ini lebih besar dibandingkan tahun lalu yang sebesar 64 persen, di antaranya karena naiknya belanja iklan pada beberapa kategori besar, seperti Produk Perawatan Rambut yang naik 21 persen menjadi Rp 2,2 triliun, Telekomunikasi yang bertambah 20 persen (Rp 1,6 triliun), Kopi dan Teh yang lebih banyak 144 persen (Rp 1,6 triliun) dan Rokok Kretek yang naik 53 persen (Rp 1,6 triliun),” tulis laporan Nielsen yang diterima JagatReview.com.

iklan 2

Sebaliknya, persentase belanja iklan di surat kabar dan majalah malah berkurang, masing-masing menjadi 30 persen dan 2 persen. Adapun kategori produk yang mengurangi belanja iklannya di media cetak, di antaranya produk ibu dan bayi, turun 39 persen menjadi Rp 1,3 milyar di surat kabar dan 34 persen menjadi Rp 6,7 miliar di majalah atau tabloid. “Seiring dengan berkurangnya belanja iklan kategori tersebut di media cetak, belanja iklannya di TV malah bertambah 52 persen menjadi Rp 549 miliar,” kata Nielsen.

Kendati porsi belanja iklan beberapa produk tertentu di surat kabar berkurang, tetapi secara keseluruhan malah naik 15 persen dari periode sama tahun lalu sebesar 15 persen menjadi Rp 15,5 triliun. Seperti halnya media televisi, belanja iklan untuk kategori pemerintah dan partai politik di surat kabar turut mendominasi dengan pertumbuhan 72 persen menjadi Rp 2 milyar.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES