in: News | September 2, 2013 | by: Ozal

Kominfo: Konten Porno Paling Sering Diadukan Masyarakat

Porno

Maraknya website konten pornografi yang beredar di internet membuat sebagian masyarakat Indonesia merasa risih. Tidak sedikit dari mereka yang malaporkan keberadaan konten tersebut ke pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI sebagai pengawas informasi dan teknologi di tanah air.

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo, Gatot S. Dewa Broto mengatakan telah menerima sekitar 100-an laporan pengaduan masyarakat melalui e-mail aduankonten@mail.kominfo.go.id tiap bulannya. Dari kisaran angka itu, sebagian besar pengaduan tersebut mengenai keberadaan konten pornografi.

“Paling banyak pengaduan itu initinya konten pornografi, judi online, penipuan, situs radikal, kemudan laporan tentang makan,” ujar Gatot, dilansir dari berita kementerian Kominfo.

Gatot pun meminta masyarakat untuk memanfaatkan email aduan itu agar situs-situs pornografi dan konten lainnya yang dianggap berbahaya dan meresahkan publik. Sehingga aduan tersebut dapat diproses dan kemudian diblok oleh pihaknya.

“Masyarakat silahkan adukan bila ditemukan konten porno yang masih dapat diakses dengan mudah ke email aduankonten@depkominfo.go.id. Kalau melalui email itu sangat simple dan mudah. Oh itu situs seronok, radikal, porno, tinggal di copy paste, diklik akan kelihatan URL (alamat email) nya,” ungkapnya.

“Selalu hati-hatinya, begini. Kalau situs-situs porno, pedomannya tidak sulit. Situs-situs porno itu kan pedomannya di UU Pornografi disebutkan di beberapa pasal tertentu. Misalnya yang masuk pornografi seperti memperlihatkan alat kelamin, bersetubuhan dan sebagainya. Begitu itu nongol kita blok,” terangnya.

porno 2

Kendati demikian, lanjut Gatot, Kominfo juga mesti berhati-hati dalam memproses laporan aduan yang masuk. Pasalnya, Ia menyadari betul, apabila situs porno diblokir, yang terjadi sejumlah situs serupa malah makin banyak kehadirannya. Ia mengibaratkan “blok seratus, muncul seribu”.

Gatot menambahkan, website yang sifatnya selain dari konten porno, pihaknya butuh klarifikasi bila memang mesti diblokir. Ia menyontohkan, beberapa hari lalu pernah ada laporan masyarakat tentang adanya situs pembuatan detonator alat peledak atau bom. Namun, ketika diklarifikasi ke pengelola situs tersebut, ternyata wesite kajian ilmiah biasa. Begitpun juga mengenai laporan situs lembaga radikal, ketika dikonfirmasi, itu hanya kajian dakwah biasa. “Coba kalau langsung kita blok, bisa-bisa kami digugat,” paparnya.

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES