in: News | October 7, 2013 | by: Cerira

Tahun 2017 Pengapalan Wearable Devices Capai 64 Juta Unit

Perkembangan piranti digital yang bisa dikenakan di badan atau dikenal dengan istilah wearable devices, memang terbilang pesat. Produk gelang pelacak kebugaran seperti FitBit, Fuelband, Pebble, Samsung Gear, Apple iWatch dan Google Glass yang kemudian disusul dengan luncuran lusinan produk sejenis dari berbagai vendor terkemuka, menjadi bukti bahwa pasar memang menginginkan produk semacam itu.

iwatch-prototype

Piranti digital mungil yang pintar dan bisa dikenakan seperti kacamata digital, smartwatch, dan fitness tracker merupakan beberapa piranti yang cukup diminati dan berkembang sangat pesat. Pada tahun 2012 saja, penjualan piranti-piranti tersebut naik hampir 300 persen dengan penjualan mencapai 8.3 juta unit. Dengan perkembangan tersebut, diperkirakan dalam kurun waktu empat tahun mendatang atau tepatnya di tahun 2017, penjualan berbagai wearable devices tersebut akan melambung hingga mencapai 64 juta unit.

Dengan peningkatan yang pesat tersebut dapat diartikan bahwa pertumbuhan wearable devices mencapai lebih dari 50% tiap tahunnya. Saat ini gelang fitness tracker FitBit, Fuelband dan Jawbon Up menjadi merek-merek yang mengusai pasar tetapi dalam waktu lima tahun ke depan, pasar akan beralih ke smartwatch dan mungkin juga smart glasses atau kacamata cerdas semacam Google Glass. Dan ini semua baru permulaan saja. Google, Sony dan Samsung telah meluncurkan produk wearble device pertama mereka dan para pemain besar lain seperti Apple dan LG diperkirakan akan meluncurkan produk mereka dalam waktu dekat.

Menurut analis dari Berg Insight, Johan Svanberg, pertumbuhan dalam konektifitas nirkabel bertenaga rendah, teknologi sensor, data besar, layanan awan, antarmuka pengguna melalui suara dan komputasi mobile akan hadir secara bersamaan dan membuka jalan bagi teknologi wearable yang terhubung. Namun jika ingin sukses di pasaran, piranti yang ada saat ini perlu berkembang menjadi sesuatu yang memiliki fungsi lebih dari sekedar pelacak kebugaran atau pusat notifikasi smartphone eksternal. Dengan kata lain, seperti halnya dengan komputer, tablet dan smartphone, teknologi yang bisa dikenakan mengikuti kurva perkembangan dari piranti fungsi tunggal menjadi piranti serba guna.

gadget-overload-nike-fuelband-fitbit-flex-pebble-watch-1000x667

Hal ini jelas terlihat pada produk Google Glass yang dirilis pada 2012 lalu. Piranti fenomenal ini dibenami dengan berbagai aplikasi untuk konektifikas yang konstan, penunjuk arah, notifikasi jejaring sosial, streaming informasi augmented reality, game hingga pelacak kebugaran. Begitu juga dengan jam tangan cerdas Samsung Galaxy Gear yang mengombinasikan pelacak kebugaran dengan notifikasi jejaring sosial hingga kamera digital.

Dalam penjualannya, Pebble yang ditengarai sebagai smartwatch pertama di dunia dan membuat kejutan dengan kesuksesan penjualannya di Kickstarter hingga mencapai $10 juta dan mendatangkan investasi hingga $15 juta. Dan para analis memperkirakan bahwa Google Glass akan terjual hingga 650 ribu unit di tahun 2017, sementara produk smartwatch yang masih belum jelas wujud sebenarnya dari Apple, iWatch, ditengarai dalam sebuah riset bahwa satu dari lima penduduk Amerika sangat menginginkan produk tersebut. Bahkan satu kompetitor Google Glass yang sudah terlebih dahulu memasarkan produknya, mampu mengapalkan hingga 50 ribu unit kacamata cerdas perdananya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES