in: Overclocking | November 20, 2013 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

HWBOT Country Cup 2013: Saatnya Overclocker Indonesia Unjuk Gigi

countryCup-1920-1080s

Tahun 2013 nampaknya  bisa disebut sebagai tahun dimana competitive overclocking mulai berkembang ke level yang lebih tinggi. Meski pada awal tahun ini banyak pengamat dunia IT dan kelompok enthusiast yang pesimis akan kemajuan overclocking, nyatanya tahun 2013 ini dipenuhi dengan banyak sekali kompetisi overclocking, baik di tingkat lokal seperti AOCT 2013, maupun tingkat internasional seperti MSI Master Overclocking Arena 2013 dan ASUS AOOC 2013. Selain kedua kompetisi tersebut, masih banyak lagi kompetisi overclocking lainnya secara online, yang dilaporkan lebih banyak diadakan dibanding tahun 2012 lalu.

Sekarang, untuk menutup tahun 2013, HWBOT.org melanjutkan ‘tradisi’ mereka yang biasanya, yakni mengadakan kontes overclocking antar negara akhir tahun, yang disebut HWBOT Country Cup. Perlu diketahui, kontes ini menjadi tradisi tahunan Hwbot dan sudah diselenggarakan sejak tahun 2009 lalu. Country Cup tahun ini berlangsung mulai dari tanggal 1 November 2013 lalu, dan akan berakhir tanggal 27 Desember 2013.

 

Country Cup: Undang Overclocker Seluruh Dunia

Tujuan dari Hwbot Country Cup sebenarnya sederhana, yakni mengajak overclocker dan PC enthusiast seluruh dunia untuk berkompetisi dalam sebuah kompetisi overclocking online. Kompetisi ini bisa diikuti oleh siapa saja di seluruh dunia tanpa terkecuali, dan kontes ini memiliki beberapa stage dengan jenis benchmark dan persyaratan hardware yang berbeda-beda. Berikut ini informasi mengenai tiap-tiap stage dan persyaratannya:

*klik untuk memperbesar*

Stage_HW

 

Berikut penjelasan lengkap untuk tiap stage:

  • Stage 1: Benchmark yang digunakan adalah 3DMark 11 Performance, tidak ada persyaratan hardware(bebas), dari setap negara akan diambil 1(satu) skor yang terbaik.
  • Stage 2: Benchmarknya adalah 3DMark Cloud Gate, Tipe CPU harus Intel Core i7-series(model bebas), dan Tipe GPU harus NVIDIA GTX 470, GTX 570, dan GTX 670, maksimum 1 GPU per sistem. Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari tiga skor tertinggi yang menggunakan tipe GPU berbeda.
  • Stage 3: Benchmarknya adalah 3DMark Vantage Performance Preset, Tipe CPU harus Intel Core i5-series(model Bebas), dan tipe GPU harus AMD Radeon HD 4000, AMD Radeon HD 5000, maupun AMD Radeon HD 6000-series , WAJIB berjalan di mode CrossfireX Dual-GPU. Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari tiga skor tertinggi yang menggunakan konfigurasi GPU berbeda.
  • Stage 4: Benchmark yang digunakan adalah HWBOT Prime. Tipe CPU wajib Intel Core i3-series atau Intel Pentium G, hardware lain bebas. Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari tiga skor tertinggi yang menggunakan tiga konfigurasi hardware berbeda berdasarkan jenis CPU Core.
  • Stage 5: Benchmark yang digunakan adalah Aquamark 3. Tipe CPU yang digunakan adalah AMD FX-series dan AMD Athlon 64 FX-series, hardware lain bebas, maksimum 1 GPU. Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari lima skor tertinggi yang menggunakan lima konfigurasi hardware berbeda berdasarkan jenis CPU Core.
  • Stage 6: Benchmark yang digunakan adalah Catzilla 576P preset. Tipe CPU wajib merupakan AMD APU, tipe GPU yang digunakan bebas selama itu merupakan integrated graphics(IGP). Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari lima skor tertinggi yang menggunakan lima konfigurasi hardware berbeda berdasarkan jenis GPU Core.
  • Stage 7: Benchmark yang digunakan adalah 3DMark2003. Tipe CPU dan GPU bebas, maksimum 1 GPU per sistem. Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari lima skor tertinggi yang menggunakan lima konfigurasi hardware berbeda berdasarkan jenis interface GPU. Sebagai tambahan, jenis interface yang diperbolehkan adalah: PCIe, AGP, PCI, Integrated, dan AMD APU Hybrid-Crossfire.
  • Stage 8: Benchmark yang digunakan adalah SuperPi 32M. Tidak ada persyaratan hardware(cpu dan gpu bebas). Dari tiap negara akan diambil rata-rata dari tujuh skor tertinggi yang menggunakan tujuh konfigurasi hardware berbeda berdasarkan jenis soket CPU.

Selain syarat-syarat diatas, ada beberapa persyaratan umum untuk hardwarenya seperti: Semua hardware harus merupakan versi Retail (bukan Engineering Sample (ES), dan harus tersedia di pasaran setidaknya tanggal 1 November 2013. (Berarti NVIDIA GTX 780Ti tidak diijinkan untuk digunakan)

Terdengar rumit? Jelas! Setiap negara harus setidaknya men-submit 32(tiga puluh dua) hasil overclocking dengan tipe hardware yang berbeda!

Tantangan Utama: Mengumpulkan Hardware

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tantangan utama dalam setiap Country Cup adalah mengumpulkan hardware yang dijadikan persyaratan utama. Tahun ini, banyak hardware-hardware lawaas yang cukup langka, namun diperlukan dalam Country Cup, misalnya saja:

  • VGA DX9 dengan interface PCI(sangat langka)
  • VGA AGP yang mumpuni(misalnya Radeon HD4650/HD4670 AGP)
  • Prosesor AMD Athlon 64 FX-series( FX-53 ‘Clawhammer’, FX-57 ‘San Diego’ misalnya)
VGA dengan antarmuka PCI, sangat langka ditemui
VGA dengan antarmuka PCI, sangat langka ditemui

 

Australia dan USA Memimpin Sementara, Dapatkah Indonesia Mengejar?

CCPosition_20112013

Melihat kembali sejarah pencapaian overclocker Indonesia, dimana Tahun 2011 Indonesia meraih posisi ketiga, dan Tahun 2012 lalu meraih posisi keempat, Indonesia bisa dikatakan merupakan salah satu negara dengan potensi overclocker yang tinggi. Tahun 2013 ini, Australia dan USA mencoba menunjukkan kemampuan para overclockernya dengan sementara memimpin kompetisi ini, sedangkan overclocker Indonesia sekarang masih berada di posisi tiga, dengan disusul ketat oleh Jerman di posisi empat.

Seperti tahun-tahun sebelumnya. seluruh anggota Tim JagatOC menghentikan kegiatan review-nya sehari-hari, dan mendedikasikan semua resource dan waktu untuk mengikuti kompetisi Country Cup:

DSC03106s
Jesse ‘bboyjezz’ dengan motherboard Gigabyte Z87X-OC Favoritnya
DSC03108s
Dendy ‘r0yal_flush’ sedang menguji sistem APU A8-3850 dengan Motherboard ASUS F1A75-V PRO
DSC03115s
Richard ‘Slythz’, sedang menyiapkan sistem untuk extreme overclocking dengan ASRock Z87 OC Formula

 

Dan tentunya, selain tim JagatOC, banyak overclocker lain dari seluruh Indonesia yang juga turut menyumbang skor dan poin demi membela negaranya di kontes overclocking Internasional ini. Dapatkah overclocker Indonesia membukukan hasil yang memuaskan ? Mari kita simak bersama!

Anda yang tertarik mengikuti kompetisi ini bisa langsung menuju competition page pada: http://www.hwbot.org/competition/country_cup_2013/.

 

PS: Oh ya, mulai minggu ini, kami akan memberikan update rutin seputar Hwbot Country Cup 2013, nantikan highlight seputar Country Cup 2013, hanya di JagatReview!

 

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES