in: News | November 9, 2013 | by: Ozal

Microsoft Peringatkan Pengguna Soal Serangan Hacker

Microsoft 4

Raksasa teknologi Microsoft, memperingatkan penggunanya bahwa hacker bisa menyusup ke dalam sistem operasi komputer berbasis Windows tertentu untuk mendapatkan segala macam informasi mengenai penggunanya. Pihaknya pun menyadari adanya serangan semacam itu dan sedang melakukan investigasi.

Bahkan, penyerang bisa masuk ke dalam sistem operasi pengguna dengan meminta pengguna untuk membuka e-mail khusus atau konten web yang sudah disusupi malware. Masalah ini menyerang beberapa produk perangkat lunak Microsoft yang banyak dipakai pengguna PC di seluruh dunia, di antaranya Windows Vista, Windows Server 2008, Microsoft Office 2005 – 2010, dan Microsoft Lync.

Sementara versi terbaru Windows termasuk 7, 8, dan RT serta Office 2013 tidak berpengaruh terhadap serangan ini. Uniknya, Windows XP yang tahun depan nanti tidak lagi didukung Microsoft malah aman dari dampak serangan hacker tersebut.

Microsoft mengatakan, seperti dilansir BBC mengatakan, akan melakukan tindakan semestinya untuk mengatasi penyerangan digital ini. Mereka juga berniat untuk menyediakan pembaruan atau update sistem keamanan komputer melalui proses rilis bulanan atau tergantung kebutuhan pelanggannya.

Dalam sebuah pernyataan, Manajer Komunikasi Microsoft, Dustin Childs mengatakan, penyalahgunaan sistem yang dilakukan hacker tersebut mesti membutuhkan interaksi langsung pengguna secara tidak sadar. Maksudnya, serangan disamarkan dalam bentuk e-mail dan membuat pengguna membuka lampiran dokumen Microsoft Word di dalam email tersebut. “Seorang peretas yang berhasil memanfatkan celah tersebut, mendapatkan data log in pengguna,” ujar Childs.

Selain itu, peretas juga bisa menggunakan serangan melalui website yang di dalamnya telah dimodifikasi untuk menyusupi malware. Kendati demikian, menurut Childs, hacker tak memiliki kemampuan untuk memaksa pngguna untuk mengakses website tersebut. Sebaliknya, peretas harus meyakinkan penggunan. Biasanya dengan mengajak pengguna untuk mengklik sebuah link yang disebar melalui e-mail spam atau layanan Instant Messenger sehingga membawa mereka masuk ke web modifikasi hacker tersebut.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES