Bantahan Google Memonopoli Mesin Pencari Ditolak

Author
Ozal
Reading time:
December 21, 2013

Raksasa Internet, Google, hampir kehabisan waktu untuk menyelesaikan kasus tuduhan monopoli terhadap bisnis mesin pencari yang tengah diselediki oleh Komisi Eropa. Pasalnya, proposal bantahan Google bahwa mereka tidak melakukan tindakan tersebut telah ditolak mentah-mentah oleh komisi yang berada di naungan lembaga Uni Eropa tersebut.

Google 2

“Waktu yang diberikan sudah hampir habis bagi perusahaan untuk menawarkan proposal lebih lanjut yang dapat meredam kekhawatiran pihak berwenang tentang adanya praktik anti-persaingan yang sangat berpotensial,” kata Komisioner Persaingan Uni Eropa, Joaquin Almunia, dilansir dari New York Times.

Sejak November 2010 silam, Google telah menjadi sasaran penyelidikan Komisi Eropa karena dianggap melakukan monopoli. Hal ini yang kemudian merugikan layanan Internet perusahaan lainnya di benua biru tersebut, salah satunya Microsoft. Google diduga telah mengubah algoritma di mesin pencarinya dengan menampilkan hasil pencarian yang lebih ditujukan ke berbagai layanannya.

Sebagai contoh sederhananya, ketika pengguna di Eropa mencari kata “email” di mesin pencari Google, yang tampil di halaman pertama kebanyakan memuat layanan e-mail miliknya, Gmail, ketimbang Yahoo Mail, Hotmail (sekarang Outlook.com), dan semacamnnya. Hal ini juga berlaku terhadap hasil pencarian yang hanya berhubungan dengan perusahaan tertentu yang telah bermitra iklan dengan Google.

Bila sampai waktunya Google tak mampu memberikan hasil negoisasi yang lebih baik, maka pihaknya terancam denda mencapai US$ 5 miliar. Bahkan parahnya lagi, Komisi Eropa dapat mengeluarkan kebijakan untuk membatasi kegiatan bisnis Google di Eropa dan akan merembet ke wilayah-wilayah lain.

Sementara itu, juru bicara Google di Brussels, Al Verney mengatakan, “kami telah membuat perubahan yang signifikan untuk mengatasi masalah dengan Komisi Eropa, sangat meningkatkan visibilitas layanan saingan kami, dan menangani sejumlah isu spesifik lainnya”.

Sumber

Share
Load Comments

Gadget

October 19, 2025 - 0

Review Infinix GT 30: Smartphone Gaming Padahal Aslinya All-Rounder!

Ini adalah Infinix GT 30! Ya, hape ini adalah versi…
July 10, 2025 - 0

Fossil Hadirkan Dua Jam Tangan Kolaborasi Marvel Fantastic Four

Fossil mengumumkan hadrinya dua jam tangan eksklusif hasil kolaborasi Marvel…
June 18, 2025 - 0

Review “Singkat” Samsung Galaxy S25 Edge: Smartphone Pemicu Pro-Kontra! Sebaik/Seburuk Itu?

Ini hape yang memicu Pro-kontra.  Banyak orang, bahkan kami pun…
June 17, 2025 - 0

Review Amazfit Active 2 Square: Smartwatch “Kotak” yang Klasik, Canggih, dan Baterai Awet!

Kalian sedang cari smartwatch bentuk kotak yang canggih, baterai irit,…

Laptop

May 8, 2026 - 0

Review ASUS ExpertBook Ultra (2026): Ultra Tipis, Ultra Kencang, Ultra Irit

ASUS ExpertBook Ultra ini bisa dikatakan sebagai Laptop Bisnis pertama…
April 29, 2026 - 0

Review Axioo Pongo 755 AMD: Sama Kencangnya, Sama Komplitnya, Lebih Murah Harganya

Ini Laptop Gaming pertama dari Axioo dengan prosesor AMD Ryzen.…
April 27, 2026 - 0

Review Acer Predator Helios 16 AI: Laptop Gaming 16″ Paling “Monster” dari Acer!

Ini adalah Acer Predator Helios 16 AI! Walaupun ukurannya 16…
April 26, 2026 - 0

Review ASUS ROG Strix G16 (G615): Laptop ROG Kelas Atas dengan RTX 5080, Sekencang Apa?

Ini adalah Laptop Gaming Monster dari ASUS yang performanya super…

Gaming

May 8, 2026 - 0

Bungie Sebabkan Kerugian Besar Untuk Sony Akibat Kegagalan Marathon

Efek kegagalan Marathon akhirnya terungkap berkat laporan finansial terbaru Sony,…
May 8, 2026 - 0

Nintendo Resmi Naikkan Harga Switch 2 dan Nintendo Switch Online

Nintendo resmi mengumumkan kenaikan harga untuk Switch 2, lini Switch…
May 8, 2026 - 0

Sony Belum Tentukan Jadwal Rilis PS6 Akibat Harga RAM

Sony dikabarkan masih belum menentukan jadwal rilis PlayStation 6 karena…
May 8, 2026 - 0

Sony & Bandai Namco Berpartner Guna Kembangkan Tools Generative AI

Sony dan Bandai Namco resmi berkolaborasi di bidang pengembangan Generative…