in: News | January 12, 2014 | by: Cerira

iOptik Mampu Hadirkan Kemampuan Superhuman Vision

Pertumbuhan wearable devices masih menunjukkan grafik yang menanjak. Salah satu piranti yang masih terus mengalami perkembangan adalah smartwear yang dipelopori oleh Google Glass, meskipun produk tersebut belum juga dijual bebas di pasaran. Jika Google Glass mengambil desain kacamata yang dibenami dengan teknologi superhuman vision, di pameran CES ini dipamerkan sebuah piranti baru namun dengan teknologi yang tak jauh beda dengan Google Glass. Piranti tersebut adalah sebuah lensa kontak, yang berarti bahwa Anda cukup menempelkan lensa kontak tersebut ke kelopak mata dan mengubah mata Anda layaknya seorang superhero berkemampuan penglihatan super.

smart-contact-lenses-ces-2014-1-640x360

Produk ini disebut iOptik yang dibesut perusahaan bernama Innovega. Prototipe lensa kontak itu sendiri sudah diumumkan setahun yang lalu, dan kini iOptik sudah menjadi produk jadi yang dipamerkan di CES 2014. Sistem yang dikembangkan Innovega sendiri ada dua, yakni berupa kacamata seperti halnya Google Glass, dan sebuah lensa kontak yang merupakan sebuah kontak lensa super yang mampu memberikan peningkatan kemampuan fokus untuk mata, sehingga pengguna bisa melihat dekat dan jauh pada level yang melampaui apa yang bisa dilihat oleh mata orang normal. Sebagai contoh, jika pengguna meletakkan jarinya di depan mata saat menggunakan lensa kontak ini, dia benar-benar bisa melihat detail-detail dari sidik jarinya sendiri dimana dengan mata biasa tidak mungkin bisa melakukan fokus sebuah objek dengan jarak sedekat itu.

Dan saat Anda melengkapi lensa kontak dengan kacamata dimana kacamata tersebut dilengkapi dengan panel datar atau proyektor mikro yang bisa menampilkan aplikasi dan media maka Anda bisa menikmati pengalaman seperti yang dihadirkan Google Glass. Lensa kontak yang dipakai bersamaan dengan kacamata sendiri tentu saja akan menambah kemampuan pandang Anda menjadi lebih super.

ContactLens-640x426

Menurut juru bicara iOptik, Innovega memilih menggabungkan teknologi lensa kontak dan kacamata dalam satu solusi, karena saat ini banyak perusahaan yang mencoba melakukan dengan hardware dan menemui banyak keterbatasan, salah satunya adalah sudut pandang yang kecil. Sebagai contoh, Google Glass sendiri setara dengan menempatkan sebuah smartphone dengan jarak sekitar 60 cm di depan mata pengguna. Sedangkan sistem iOptik sendiri memiliki resolusi 6 kali lipat dan wilayah pandang 20 kali lipat dibanding Google Glass, atau mirip dengan melihat pada proyeksi TV besar dimana pengguna bisa melihat lebih banyak lagi.

Menurut juru bicara tersebut, kacamata pintar seperti Google Glass sendiri dari dekat akan lebih terlihat seperti kacamata biasa sedangkan dari jauh merupakan teknologi penglihatan yang dibenamkan di dalam sebuah piranti. Dengan memadukan lensa kotan dengan kacamata iOptik, maka tampilan yang nampak adalah Anda akan tetap terlihat menggunakan kacamata biasa. Yang menarik, pengguna juga memiliki pilihan untuk mengisi lensa kontak tersebut dengan resep dokter jika memang ada masalah dengan penglihatan penggunanya.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES