in: News | January 7, 2014 | by: Ozal

Peneliti: Penyadapan Murni Kelalaian Operator Seluler

Operator seluler

Operator seluler di seluruh dunia dinilai telah gagal dalam mengantisipasi kemampuan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA)dalam menyadap pelanggan mereka sejak 2008 silam. Kelalaian inilah yang juga membuat sejumlah pejabat pemerintah di tanah air, termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi korban penyadapan seluler dari Asing.

Karsten Nohl, kepala ilmuwan dari Berlin Security Research Labs mengatakan, pihaknya menemukan sejumlah masalah keamanan yang ada di operator seluler di seluruh dunia. Ironinya, meski ada langkah perbaikan teknologi keamanan data, namun nyatanya, teknologi yang digunakan masih lah minim.

Lebih lanjut Nohl menjelaskan, peretas maupun badan mata-mata asing dengan mudahnya meng-kloning dan mengambil alih sejumlah kartu SIM tertentu yang digunakan pelanggan operator. Baginya, penyadapan ini murni suatu kelalaian, bukan keterlibatan antara operator dengan pihak luar, seperti rumor yang beredar saat ini.

“Saya tidak ingin percaya terhadap konspirasi di semua operator jaringan di seluruh dunia. Saya pikir, itu merupakan kelalaian suatu individu. Mereka terlalu memprioritaskan pada kecepatan jaringan dan jangkauan jaringan, namun tidak untuk keamanan,” ungkap Nohl, dilansir dari kantor berita Reuters.

Dirinya menemukan sejumlah masalah itu sewaktu bekerja dalam sebuah proyek bernama GSM Security Map, program yang mengevaluasi keamanan operator seluler di seluruh dunia. Dari hasil survei yang dilakukan proyek tersebut, tak ada satu pun operator yang telah menerapkan langkah-langkah menggagalkan metode penyadapan yang dilakukan NSA.

“Kembali seperti apa yang saya katakan. Sebagian besar operator seluler hanya tertuju pada gejala penyadapan, bukan akar penyebabnya. Kami sebagai peneliti tidak boleh menyerah begitu saja,” tandasnya.

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES