in: Direct Release | February 26, 2014 | by: Friska Suryawinata

[PR] Pendapatan SAS di 2013 Melampaui USD3 Miliar, Tumbuh 5,2% Melebihi Hasil 2012

JAKARTA, 26 Februari 2014 – Pemimpin Business Analytics terkemuka, SAS pada 2013 meraih pendapatan yang terus naik selama 38 tahun berturut-turut yaitu– USD3,02 miliar – karena telah merangkul banyak organisasi untuk merasakan manfaat solusi SAS®. Pendapatan business intelligence meningkat seiring dengan populernya SAS® Visual Analytics, software visualisasi data baru yang dapat menunjukkan di mana terdapat ancaman dan peluang agar fokus organisasi menjadi tajam. Pendapatan untuk solusi cloud tumbuh double-digit untuk mengatasi fraud dan kejahatan finansial, pengaturan risiko, meningkatkan hubungan pelanggan dan membantu pengembangan obat baru yang aman dan efektif. Solusi SAS menangani big data untuk dapat memberitahukan organisasi tentang cara bisnis apa yang efektif dan yang tidak.

SAS terus melakukan visi untuk mengubah data – baik dari manapun, dan bentuk apapun – menjadi insight yang mengarahkan ke prioritas. “Data adalah aset dari penting nya peningkatan untuk sebuah organisasi” kata CEO SAS Jim Goodnight. “Jumlah data yang mengalir masuk sangatlah besar, tidak akan mungkin untuk dapat menganalisis dengan cepat dan membuat keputusan sehari-hari yang extraordinary tanpa infrastruktur analisis berperforma tinggi. Selama dua tahun terakhir kami memberikan analisis teknologi yang baru dan berbeda untuk dapat menemukan nilai dari seluruh data yang ada.”

 SAS Financial Performance_2013

Pendapatan Berkembang di Seluruh Wilayah, Semuanya di Kategori Utama

Saat ini, banyak perusahaan ingin menghentikan fraud sehingga melonjakkan penjualan solusi pencegahan fraud dan security intelligence sebesar 44 persen. Pendapatan dari penawaran berbasis cloud, SAS® Solutions On Demand, melonjak sebesar 20 persen karena saat ini perusahaan farmasi bersiap untuk menghadapi peraturan baru, pelaku bisnis mencari cara untuk memahami keinginan konsumen sementara pemerintah berusaha mengatasi fraud. Pendapatan dari semua industri bertumbuh, termasuk peningkatan sebesar 18 persen di sektor energi dan pelayanan umum, 17 persen di kesehatan dan 16 persen di pasar modal.

 SAS_Revenue Percentage_by Region_2013

Outlook di 2014

SAS memimpin di analytics(per IDC dan Forrester) dan ingin selalu berada di depan, menyediakan analisis berperforma tinggi  yang memimpin pasar dan juga solusi lain yang membantu organisasi di berbagai scale – dari perusahaan global hingga bisnis menengah.

SAS juga memperoleh pertumbuhan berkelanjutan di tahun ini dalam:

  • Data Management, adanya tantangan di perusahaan untuk menganalisa jumlah data yang besar melatarbelakangi perlunya manajemen data. Banyak perusahaan yang mengadopsi kerangka open source Hadoop untuk data storage dan pemrosesan data. SAS bekerja sama dengan mitra dan konsumen untuk membantu ahli data (data scientist), business analysts dan para eksekutif untuk mengubah big data menjadi pengetahuan dan menghasilkan laba perusahaan.
  • Data Visualization, memungkinkan pengguna setiap hari nya untuk dapat menjelajahi data dengan hanya menunjuk dan mengklik. SAS® Visual Analytics memiliki lisensi di lebih dari 1400 tempat di seluruh dunia, di bulan depan akan ditambahkan fitur-fitur terbaru.
  • Industry-Specific Solutions, ditujukan untuk kebutuhan khusus di perbankan, asuransi, peritel, pemerintah,  manufaktur , perusahaan energi, rumah sakit, perusahaan farmasi, telekomunikasi, hotel dan masih banyak lain nya. Di tahun 2014, SAS akan mengeluarkan solusi yang baru dengan berbagai fitur yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan yang sangat penting bagi bisnis, seperti memprediksi power demand, mengoptimalkan jalur ritel dan mengelola risiko untuk mendeteksi serta mencegah fraud, mempertahankan konsumen, dan menyasar konsumen dari berbagai jalur dan kebutuhan digital marketing.
  • SAS Solutions On Demand,  banyak perusahaan mulai melihat solusi berbasis cloud untuk mengetahui manfaat dari analisis kompleks. SAS menawarkan 25 produk berbasis cloud. Di dalamnya termasuk solusi untuk pengembangan obat, pendidikan, anti-money laundering, deteksi fraud, optimalisasi pemasaran, customer intelligence, analisis sosial media dan lain nya.

“Kemampuan untuk dapat menginformasikan tindakan yang cerdas lewat analisis bukanlah sebuah gagasan yang baru” kata Henry Morris, Senior Vice President of Worldwide Software and Services Research IDC, “Organisasi yang memiliki pemikiran ke depan telah mengakui gagasan ini, dan SAS, dengan aplikasi analytics dan teknologi predictive telah menjadi kunci pendukung.

“Sekarang volume data telah mencapai dan melampaui level yang sudah diprediksi, dengan begitu peluang dan kompleksitas telah meningkat. Kami menginvestasikan 25 persen dari pendapatan di 2013 untuk riset dan pengembangan dan sebagai pemimpin dengan rekam jejak mampu mengantisipasi apa yang akan terjadi kemudian, SAS mampu membantu organisasi di seluruh dunia untuk menjelajahi big data dalam memperoleh perspektif yang baru.”

Jim Davis, Senior Vice President SAS mengatakan bahwa tidak semua bisnis mempunyai big data, kesempatan untuk bisnis berkembang bergantung pada sebaik mengeksplorasi data yang tersedia secara publik. “Data ada dimana-mana” kata Davis. “Datang dari berbagai sumber seperti sistem finansial, sensor, web traffic, perangkat yang digunakan sehari-hari, platform sosial media dan database publik milik pemerintah. Penyimpanan dengan biaya murah dan komputasi in-memory telah tersedia untuk membantu organisasi membuat pilihan yang proaktif terhadap banyak hal, dari pemasaran hingga desain produk.”

“Organisasi yang pertama menggabungkan beberapa sumber data yang terbuka ke dalam kerangka analytics yang sudah ada akan memiliki batasan dengan kompetitornya,” tambah Davis.”Lebih lagi, SAS adalah sebuah lensa untuk para pemimpin bisnis melihat data sehingga mereka dapat mengetahui apa yang akan datang dan menyesuaikan haluan nya.”

 

SAS mempersiapkan kebutuhan ketrampilan karena permintaan tenaga Analytics meningkat

Kebutuhan untuk menyelesaikan masalah bisnis yang kompleks melalui analytics maka meningkatkan kebutuhan software dan servis. Kondisi ini menimbulkan kebutuhan akan talent analytics. Studi McKinsey Global Institute study menunjukkan terdapat lebih dari 190.000 posisi analis di Amerika belum terisi hingga tahun 2018 dan kekurangan 1,5 juta manajer dan analis memiliki kemampuan di big data. Riset yang dilakukan oleh Accenture memproyeksikan bahwa 6 industri besar di 7 negara ingin menambah perkerjaan analytics sebanyak 117.600 di tahun 2015. Hanya Cina yang diperkirakan memiliki kemampuan yang berlebih. Kekurangan yang terbesar akan diantisipasi di US, Brasil dan UK.

SAS berfokus pada pendidikan untuk melengkapi tenaga kerja di abad ke 21. SAS menyediakan pendidikan melalui produk inovatif dan layanan yang dapat menambah pengajaran, pembelajaran dan administrasi. Di Amerika, SAS membantu 15 insitusi S2 dan lebih dari 50 program sertifikasi di analytics dan bidang lain yang terkait. Inisiatif pendidikan SAS terbaru di tahun 2014 adalah menambah program tersebut dan melipatkan gandakan kemampuan.

“Kami berkomitmen untuk membangun generasi selanjutnya untuk menjadi para professional yang memahami pentingnya data.” kata Goodnight. “Siapa saja yang ingin mendapatkan bayaran setimpal, memiliki kemampuan yang terbukti banyak dibutuhkan seharusnya mempertimbangkan berkarir dalam bidang analytics.”

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES