in: News | February 13, 2014 | by: Ozal

Psikolog: Menulis Lebih Baik Ketimbang Mengetik di Kelas

catat

Bagi banyak orang, khususnya pelajar, mengetik catatan di laptop lebih cepat dan mudah dibaca serta teroganisir dengan baik ketimbang menulisnya dengan pena dan buku. Begini lah era moderen saat ini. Teknologi telah membuat segala hal menjadi lebih mudah dan efisien. Namun, di balik semua itu, ada dampak buruk yang tak bisa dihindari. Dua psikolog di Amerika Serikat menemukan bahwa metode mencatat modern itu bisa berdampak buruk bagi prestasi akademis pelajar.

Menurut penelitian terbaru psikolog Pam Mueller dari Princeton University dan Daniel Oppenheimer dari University of California, mencatat melalui kertas ternyata membuat pelajar dapat memperkuat daya ingatnya ketimbang yang menggunakan laptop.

Selain itu, pelajar yang menggunakan cara konvensional tersebut memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap ilmu yang baru mereka pelajari ketimbang teman-temannya yang lebih modern. Hasil penelitian yang dimuat di jurnal Psychological Science itu setelah peneliti melakukan dua pecobaan di kelas.

Percobaan pertama, sekelompok mahasiswa terbagi dalam dua kelompok, yakni yang menggunakan laptop dan buku catatan, diminta untuk mendengarkan kuliah sambil mencatat apa yang mereka dengarkan. Satu jam kemudian, mereka pun melakukan ujian lisan yang tadi dipelajarinya di kelas. Itu guna mengukur, seberapa banyak dari mereka mampu menghapal dan memahami apa yang dipelajarinya tadi. Hasilnya, pengguna laptop tidak terlalu mampu memberikan pemahaman lebih dalam terkait topik yang diajukan penguji, meski bisa menghapal.

catat 2

Peneliti menjelaskan, seperti dilansir dari Medical Daily, mereka yang menggunakan laptop cenderung membuat catatan lebih banyak dan bermanfaat untuk belajar. Namun, mereka hanya bisa menyalin persis kata demi kata (verbatim) di laptop. Bahkan, peneliti menyebutnya, “transkrip tanpa otak”. Jadi mahasiswa cenderung hanya sekedar mencatat saja tanpa satu pun apa yang dipelajarinya tadi tersimpan lebih lama di otak.

Lalu percobaan kedua, kali ini mereka diberi waktu belajar selama seminggu untuk menghadapi ujian tertulis dari yang mereka pelajari tadi. Hasil penelitiannya pun ternyata sama. Mahasiswa yang mencatat kuliah secara konvensional mendapatkan nilai yang jauh lebih tinggi ketimbang mereka yang menggunakan laptop untuk mencatat.

Sebuah studi serupa yang dipublikasikan di Intech (Velay, 2011) menemukan, tulisan dengan tangan memungkinkan otak menerima umpan balik dari setiap tindakan motorik sesorang. Umpan balik ini lebih spesifik dan berbeda dibanding saat menyentuh dan mengetik pada keyboard. Menurut peneliti, gerakan tangan saat menulis, meninggalkan daya ingat (memori) di bagian sensormotorik otak sehingga membantunya mengenali huruf dan membangun hubungan antara membaca dan menulis.

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES