in: Graphics Card | February 8, 2014 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

Review Performa AMD Mantle pada CPU Kelas Mainstream

Kesimpulan(sementara)

BF4_2

Dari pengujian yang dibatasi pada CPU Kelas mainstream ini, peningkatan performa yang diberikan Mantle memang cukup mengejutkan. Berdasarkan pengujian perdana kami seminggu yang lalu, kami bahkan tidak menyangka kalau peningkatan performa lebih dari 30% ini bisa terjadi pada Game Battlefield 4(dan bukan Starswarm Benchmark). Performa sistem pada API DirectX 11.1 yang selama ini menjadi standar industri game ternyata masih bisa jauh dioptimalkan lagi dengan API Mantle. Selain peningkatan framerate, anda juga akan mendapat kelebihan berupa frametime yang tidak terlalu variatif, dan memberikan pengalaman gaming yang lebih ‘mulus’.

Namun, perlu diperhatikan juga bahwa bisa jadi skenario pengujian kami yang memang terlalu condong ke arah CPU, dan mengakibatkan efek Mantle API menjadi signifikan. Pada skenario yang terlalu GPU-bound, peningkatan yang terjadi karena Mantle tidak terlalu signifikan. Ini juga yang menjadi sebab mengapa Grafis terintegrasi Kaveri A10-7850K tidak terlalu banyak mengalami peningkatan, karena GPU-nya sendiri sudah tidak mampu menggambar frame dengan lebih cepat lagi.

Dari hasil yang kami dapat, kami berani berspekulasi bahwa saat ini Mantle API akan memiliki Efek maksimum saat limitasi pada proses rendering sebuah game-nya terhambat dari segi draw call (saat CPU ‘menugaskan’ GPU untuk menggambar sesuatu), sedangkan bila limitasi yang terjadi adalah karena terbatasnya kemampuan proses sebuah GPU seperti fill-rate atau shader, Mantle API tidak dapat berbuat banyak. Ini yang menjadi alasan mengapa benchmark Star Swarm menunjukkan efek yang luar biasa pada Mantle, karena jumlah unit yang harus digambar di layar begitu masif! Singkatnya, peningkatan performa yang disebabkan Mantle akan sangat relatif tergantung game-nya.

Mantle : Awal yang menjanjikan

Semua pengujian Mantle yang kami lakukan seminggu terakhir membawa kami kepada sebuah kesimpulan: Mantle memberikan sebuah awal yang menjanjikan. Memang, Mantle API tidak akan membuat PC menjadi seoptimal Console, but at least, it’s a start! 

Pengujian Mantle pun membuat mata kami terbuka bahwa standar DirectX yang digunakan secara luas di industri game masih memiliki banyak limitasi. Yang menjadi pertanyaan, apakah dengan adanya Mantle API, Microsoft akan membuka matanya bahwa DirectX mereka perlu penyempurnaan? Tidak ada yang tahu jawabnya. Meski demikian, tidak ada alasan untuk pengembang game untuk takut mengembangkan game dengan DirectX, karena seburuk apapun, DirectX masihlah menjadi standar yang belum tergoyahkan. Yang jadi masalah, pengembangan game dengan API Mantle tentunya butuh usaha ekstra, dan Mantle saat ini hanya bisa digunakan oleh pengguna AMD dengan GCN GPU, membuat Mantle API tidak menarik dimata pengguna NVIDIA, sebuah resiko yang tentunya tidak mau diambil oleh developer game.

Apakah industri game mau membuka dirinya untuk sebuah API yang saat ini hanya bisa digunakan oleh satu vendor GPU? Mari tunggu saja jawabnya di tahun 2014 ini!

Akhir kata, perjumpaan kita di artikel ini pun sampai disini saja. Pengujian kami memang masih jauh dari sempurna, karena kami belum menguji skenario High-end CPU, maupun Low-end CPU. Jika tidak ada halangan, kami sudah berencana untuk melihat apakah Mantle API bisa bekerja dengan baik pada skenario CPU Dual-core low-end. Semoga ini bisa terlaksana dengan baik.

Sampai jumpa pada artikel kami yang berikutnya, bye!

PS. Bagi anda yang bisa menggunakan API Mantle dan mem-benchmark-nya dengan metoda kami di halaman kedua, feel free untuk sharing hasil pengujian anda disini! (^_^)v

 

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES