in: HSF - Cooling Devices | April 23, 2014 | by: Reza Afrian Ramadhan

Review Deepcool Lucifer: Heatsink Fanless Berukuran Besar!

Spesifikasi Testbed + Software

SONY DSC

Berikut ini spesifikasi testbed yang kami gunakan dalam review Deepcool Lucifer:

  • Processor: Core i5-4670K (default: 3,8Ghz, 1.05 V, overclocked: 4.2Ghz, 1.15 V)
  • Memory: Kingston HyperX DDR3 – 1600 Mhz 2x 4 GB (XMP)
  • Motherboard: Intel Desktop Board DZ87KLT-75K
  • Graphic Card: Nvidia GTX 480
  • Casing: Corsair Carbide 400R
  • Storage: Kingston HyperX 3K 120 GB
  • Power Supply: Galaxy Hall Of Fame 1200W
  • Operating System: Windows 7 Ultimate 64-Bit SP 1

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan memory sebanyak 7000 MB.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu maksimum dan minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z 1.64.2 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan.

Skenario Pengujian

Skenario pengujian kami sebagai berikut:

  • Memberikan Full Load kepada CPU selama +/- 30 Menit dan Idle Time +/- 3 Menit.

Dengan skenario pengujian ini, mari kita lihat performa dari Deepcool Lucifer. Kami menjaga suhu ruangan berkisar diantara 27oC – 28oC.

*NB: Keadaan Idle adalah keadaan sistem didiamkan setelah mendapatkan load setelah pengujian.

Hasil Pengujian

Suhu yang tercantum dalam grafik adalah suhu rata-rata dari seluruh core selama benchmark berlangsung dan idle time.

Default ( 3,8Ghz @1,05 V)

Default

Saat pengujian menggunakan prosesor Core i5 kami yang berjalan pada kondisi default, Deepcool Lucifer ini mampu meredam panas dengan baik. Tercatat saat full load, suhunya berada pada kisaran 56oC, berbeda +/-14,6oC dari heatsink bawaan Intel. Sedangkan saat idle, Lucifer +/-3oC lebih baik dari heatsink bawaan Intel dengan suhu di kisaran 34oC.

Overclock (4,2Ghz @1,15 V)

OC

Saat melakukan overclocking pada prosesor, Lucifer tetap mampu meredam panas lebih baik daripada heatsink bawaan prosesor. Perbedaan 23.2odidapatkan saat pengujian berlangsung, tercatat suhu maksimal pada Deepcool Lucifer berada dikisaran 66oC. Saat idle, perbedannya hanya sekitar 1,8oC, tercatat suhu maksimal saat idle berada pada kisaran 36oC untuk Lucifer, sedangkan heatsink bawaan heatsink berada pada kisaran 37.8oC.

Bonus Test Tanpa Fan (Default @3,8Ghz 1,05V)

Tanpa fan

Deepcool mengklaim bahwa heatsink yang mereka buat tersebut mampu menahan TDP hingga 100 watt. Kami penasaran dengan performa nya ketika digunakan tanpa kipas. Saat kami menjalankan prosesor tersebut secara default, kami mendapatkan hasil yang cukup baik. Tanpa menggunakan fan. Deepcool Lucifer ini mampu menahan panas dari Core i5 di kisaran 75oC. Lebih panas 5oC dari heatsink bawaan Intel yang notabene menggunakan fan.

Kesimpulan

SONY DSC

“Devour heat in silence”, slogan tersebut disematkan ke heatsink Deepcool Lucifer ini. Heatsink tersebut mampu menahan panas dari sebuah Core i5 baik dalam keadaan default ataupun ter-overclock. Enam buah heatpipe dan kemampuannya dalam meredam panas tanpa menggunakan fan merupakan salah satu kelebihan dari heatsink tersebut. Walaupun suhu yang tercatat tergolong cukup panas, berada di kisaran 75oC, suhu tersebut masih tergolong aman. Namun, disarankan agar Anda tetap memakai fan bawaan supaya panas dari prosesor lebih terkendali. Jika Anda menggunakan konfigurasi tanpa fan, tidak disarankan melakukan overclocking pada sistem tersebut!

Paket penjualan dari heatsink tersebut juga tergolong lengkap. Deepcool tidak memberikan ekstra kipas untuk melakukan konfigurasi push-pull, karena kami yakin jika dilakukan konfigurasi tersebut, maka performanya akan semakin baik. Jika Anda menggunakan kipas, Anda tidak dapat menggunakan RAM ber-heatspreader tinggi. RAM jenis tersebut akan membentur heatsink. Jadi saat Anda menggunakan heatsink ini, pastikan Anda menggunakan RAM yang mempunyai tinggi heatspreader normal atau low profile.

Pemasangan dari heatsink ini juga tergolong cukup mudah. Sedikit catatan kecil, pemasangan retention plate pada mounting terlihat cukup rumit karena Anda perlu menyesuaikan kedua sisi mounting dengan kondisi badan heatsink yang besar. Dengan harga dikisaran Rp 400 ribu saja, Anda sudah dapat membawa pulang heatsink dari Deepcool tersebut.

Kelebihan

– Mampu bekerja tanpa menggunakan fan.

– Pemasangan tergolong mudah (walaupun pemasangan retention plate terlihat cukup rumit)

Kekurangan

– Kompatibilitas yang buruk dengan RAM ber-heatspreader tinggi saat menggunakan fan.

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES