in: HSF - Cooling Devices | April 17, 2014 | by: Richard Sutanto

Tes Perbandingan 11 Heatsink Prosesor Murah

TestPerbandingan11HSF_logo

Komponen PC, terutama prosesor, akan menghasilkan panas saat beroperasi. Panas yang ditimbulkan ini dapat menyebabkan kerusakan fisik pada komponen bila tidak ditangani dengan baik. Untuk mencegah hal tersebut, salah satu tindakan yang lazim diambil oleh para produsen prosesor adalah menyertakan sebuah pendingin, yang akrab dengan sebutan heatsink, atau heatsink + fan (HSF).

IntelStockHSF
Contoh HSF bawaan(stock) prosesor Intel

Secara umum, cara kerja heatsink fan(HSF) cukup sederhana, yakni ‘menyerap’ panas dari sumber-nya(misal:prosesor) dengan sebuah material penghantar panas (contoh : Aluminium atau Tembaga), lalu ‘menyebarkan’ semua panas tersebut ke sirip-sirip(fin) pada HSF. Proses pelepasan panas ini kerapkali dibantu oleh sebuah kipas(fan) yang diarahkan kepada sirip-sirip HSF tersebut. Dengan bantuan HSF, suhu kerja sebuah prosesor saat beroperasi bisa diredam ke batas-batas yang dianggap normal.

Seiring dengan perkembangan prosesor akhir-akhir ini yang mengusung teknologi multi-core, kebutuhan akan pendingin prosesor yang baik terus muncul. Banyak juga para pengguna PC yang menjalankan prosesornya diatas standar pabrikan(overclock), yang tentunya menghasilkan panas berlebih. Kebutuhan akan solusi pendingin yang lebih baik pun berdatangan dari berbagai kalangan pengguna, untuk mencari pengganti HSF bawaan mereka.

Dicari : HSF Murah

SIMG_1773s

Sekarang, berbagai solusi pendingin CPU sudah tersedia di pasaran, mulai dari versi murah, hingga watercooling high-end yang termahal sekalipun. Beberapa user yang memiliki dana terbatas lantas mulai mencari HSF murah yang masih memiliki performa memadai.

Pertanyaan “HSF Murah yang bagus apa ya?” sudah amat sering kami temukan di berbagai diskusi komunitas IT. Maka dari itu, kali ini JagatReview mencoba untuk memberikan jawaban atas pertanyaan diatas, dengan melakukan uji perbandingan pada berbagai HSF murah. Mari simak artikel Tes Perbandingan 11 Heatsink CPU Murah kami berikut ini!

 

Batasan HSF

Sebelum pengujian berlangsung, ada baiknya kami menerapkan batasan bagi heatsink yang akan kami uji. Heatsink merupakan salah satu komponen PC yang jumlah variasinya sangat banyak.  Mengklasifikasikan HSF berdasarkan harga-nya pun sebenarnya masih kurang definitif. Sebagai contoh: HSF berharga 80 USD akan terlihat mahal bagi pengguna sistem AMD APU A6-series, yang harga sistemnya kurang dari Rp 4 Juta-an. Namun nilai 80 USD akan terlihat murah bagi pengguna Core i7-4930K, yang harga total sistemnya lebih dari 10 juta Rupiah.

Oleh sebab ini, kami akhirnya memutuskan untuk memilih HSF dengan harga dibawah 400 Ribu Rupiah(kurang lebih dibawah 35 USD) saat pengujian berlangsung (Harga distributor – Minggu pertama April 2014, dengan 1 USD = Rp 11.450). 

Menurut kami, harga dibawah 400 Ribu rupiah ini sudah bisa masuk kategori ‘murah’.

Catatan:

Pada awalnya, kami tertartik untuk melakukan testing pada HSF-HSF yang sangat murah(dibawah 200 Ribu rupiah misalnya), namun  HSF pada range harga ini kadang memiliki build quality yang dibawah rata-rata , dan kemampuan pendinginannya umumnya terbatas (walau ada juga yang exceptional, seperti PCCooler S90D yang pernah kami uji) . Mengingat HSF merupakan sebuah komponen yang kadang bisa terus dipakai setelah mengganti CPU(selama soket-nya kompatibel), kami merasa bahwa HSF-HSF dibawah 200 Ribu rupiah ini merupakan komponen yang sedikit kurang tepat digunakan sebagai ‘investasi’. Seandainya kami punya kesempatan, mungkin kami akan menguji HSF-HSF sangat murah tersebut di lain waktu.

Berikut ini 11(sebelas) HSF yang akan menjadi peserta test perbandingan HSF kami:

  1. Cooler Master Hyper 103 (28 USD)
  2. Deepcool Gammaxx 400 (26 USD)
  3. Enermax ETS-T40-TB (34 USD)
  4. Raijintek Aidos (30 USD)
  5. Raijintek Themis (34 USD)
  6. Thermalright True Spirit (32 USD)
  7. Thermaltake Contac 30 (29 USD)
  8. Thermolab Bada 2010 (28 USD)
  9. Xigmatek Loki (24 USD)
  10. Xigmatek Nepartak (34 USD)
  11. Xigmatek SD964W (32 USD)

(Mohon maaf apabila HSF Favorit anda tidak ada pada daftar ini, karena terbatasnya waktu pengujian, kami hanya bisa mengumpulkan ke-11 HSF diatas)

Ruang Lingkup Pengujian

Ada banyak variabel yang bisa dinilai dari sebuah HSF, mulai dari kemudahan pemasangan, kelengkapan ekstra, build quality, tingkat kebisingan, dan lain-lain. Namun dalam tes perbandingan ini kami akan berfokus pada satu variabel saja, yakni kemampuan mendinginkan prosesor. Sebagai catatan tambahan, semua HSF akan diuji dengan kipas bawaannya yang berjalan pada kecepatan maksimum, dan semua HSF diuji menggunakan thermal paste bawaannya. Tentu saja, seperti beberapa tes perbandingan kami yang sebelum-sebelumnya, kami juga akan memperhitungkan faktor harga untuk mencari mana HSF yang memiliki perbandingan performa dan harga terbaik.

Dibawah ini anda bisa melihat platform yang kami gunakan sebagai testbed.

 

Platform Uji

SIMG_1765s

Berikut spesifikasi sistem yang kami gunakan untuk tes perbandingan HSF kali ini:

Processor: Intel Core i5-4670K @ Default(3.8Ghz, 1.05V)
Memory: Kingston HyperX DDR3-1600Mhz CL9 2 x 4 GB
Motherboard: MSI Z87 Mpower SP
Storage: Kingston HyperX 120 GB
Power Supply: Galaxy Hall of Fame 1200W
Casing: Corsair Carbide 400R
Kipas: Bawaan masing-masing HSF
Thermal Paste: Bawaan masing-masing HSF

Kami menggunakan prosesor quad-core kelas mainstream yakni Intel Core i5-4670K  pada pengujian ini, dengan asumsi bahwa pengguna PC yang sedang mencari HSF pada range harga 30-USD-an ini menggunakan prosesor dengan beban panas serupa. Kami menjalankan prosesor tersebut pada keadaan default, yakni 3.8Ghz(Max. Turbo Ratio) pada VCore 1.05V.

 

Program yang Digunakan

  • LinX 0.6.4 – Aplikasi yang kami gunakan untuk memberi beban kerja kepada prosesor. Dengan aplikasi ini, kami juga sekaligus membebani Memory Controller pada prosesor dengan mengatur agar LinX memenuhi penggunaan seluruh memory.
  • Core Temp 1.0 RC3 – Aplikasi yang digunakan untuk memantau suhu, dan suhu maksimum serta suhu minimum prosesor selama pengujian.
  • CPU-Z 1.64.2 – Aplikasi yang digunakan untuk memberikan informasi mengenai sistem yang sedang berjalan.

Berikut ini setting LinX 0.6.4 yang kami gunakan :

Pengaplikasian Thermal Paste

Mengingat kami akan menguji heatsink dengan berbagai macam base(baik base ‘halus’ maupun heatpipe direct-touch), kami menemukan masalah penggunaan thermal paste pada base heatpipe direct-touch yang ‘bergelombang’. Terlihat bahwa thermal paste kadang tidak secara maksimal menutup base heatsink meskipun sudah diberikan paste yang cukup banyak, seperti terlihat dibawah ini:

Kami menemukan masalah penggunaan thermal paste pada base heatsink yang bergelombang, terlihat bahwa thermal paste tidak secara maksimal menutup base heatsink

Perbedaan bentuk dan struktur base tersebut membuat kami harus membuat sebuah aturan tambahan dalam tes perbandingan ini, yaitu cara pengaplikasian thermal paste.

Apabila base dari heatsink rata maka kami akan memprioritaskan untuk memberikan thermal paste pada base heatsink
Apabila base dari heatsink rata maka kami akan mengoleskan thermal paste pada base heatsink
kami memberikan tambahan pemberian thermal paste pada processor untuk heatsink dengan base bergelombang
Sedangkan untuk base yang tidak rata, kami memberikan sedikit tambahan thermal paste (yang diratakan) pada prosesor

 

Daftar Isi

Halaman 1(halaman ini): Overview, Spesifikasi Testbed, Ruang Lingkup Pengujian

Halaman 2 : Cooler Master Hyper 103 & Deepcool Gammaxx 400

Halaman 3: Enermax ETS-T40-TB & Raijintek Aidos

Halaman 4: Raijintek Themis & Thermalright True Spirit

Halaman 5: Thermaltake Contac 30 & Thermolab Bada 2010

Halaman 6: Xigmatek Loki + Xigmatek Nepartak + Xigmatek SD964W

Halaman 7: Hasil Pengujian + Kesimpulan

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5 6 7
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES