in: News | May 14, 2014 | by: Friska Suryawinata

Autodesk Paparkan Perannya Terhadap Potensi Dunia Media dan Hiburan di Indonesia

Dari tahun ke tahun, terdapat penghargaan film dengan nominasi Best Visual Effects yang menyajikan kualitas digital, animasi serta visualisasi 3D yang memang mengagumkan. Efek visual yang mengagumkan tersebut dapat diwujudkan berkat kerja keras pada staff studio yang mengembangkannya, dan para pengembangnya menggunakan software yang telah terpercaya untuk menghasilkan efek visualisasi pada film selama 19 tahun, yaitu software milik Autodesk.

autodesk1

“Pada Oscar kemarin, film Gravity berhasil meraih penghargaan sebagai Best Visual Effect. Sebagian besar dari efek visual dan animasi dari film Sandra Bullock tersebut mayoritas menggunakan software dari Autodesk, yaitu Maya.” Ujar Matthew Dewees, Regional Industry Manager bagian Media & Entertainment Autodesk untuk wilayah ASEAN dalam sharing-nya hari Selasa (13/5) bertempat di kantor Autodesk Indonesia. “Jika Anda pernah menonton film Gravity, maka sebagian besar adegan yang berseting di luar angkasa tersebut menyempurnakan hasilnya dengan menggunakan software Autodesk, mulai dari pakaian luar angkasa, gerakan kamera, ledakan pesawat, dan lain sebagainya. Dan para artis yang memainkan perannya masing-masing tersebut lebih banyak disyuting pada bagian wajahnya untuk kemudian disempurnakan menggunakan komputer.”

Matthew sendiri juga menyatakan bahwa selain di luar negeri, di ASEAN dan juga Indonesia juga memiliki potensi untuk bisa membuat film atau animasi yang memiliki kualitas seperti film-film box office yang terkenal, seperti The Hobbits atau Iron Man.

“Software yang digunakan oleh para studio animasi atau industri film mayoritas menggunakan software bawaan yang sama, yaitu Autodesk. Sehingga kualitas karya para animator pun bisa dikembangkan lebih maksimal lagi. Pihak Autodesk sendiri juga turut membantu mereka dengan menyediakan software tersebut dengan lisensi gratis atau memberikan pelatihan bagi para animator muda.”

Lebih lanjut lagi, Matthew pun juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bisa berkarya lebih lanjut dalam industri tersebut. “Hal yang cukup potensial dimiliki oleh Indonesia adalah pada industri acara anak-anak seperti kartun atau animasi sejenis, kemudian potensi di bidang periklanan atau broadcasting, serta dunia perfilman tentunya.” Ungkapnya. “Sesungguhnya semua karya animasi tersebut dapat membuahkan hasil baik dan bisa jadi setara dengan film-film kualitas box office. Yang diperlukan adalah kegigihan serta keuletan dari para animatornya untuk bisa menghasilkan karya yang berkualitas.”

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES