in: Processors | May 29, 2014 | by: Alva "Lucky_n00b" Jonathan

PC Gaming Murah untuk Kompetisi DotA 2

DotA2FeatureImage_Edit

DotA 2 merupakan salah satu game yang amat sangat terkenal saat ini. Tidak tanggung-tanggung, game dengan genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena – semacam ‘gabungan’ antara genre Real-time Strategy dan Action) ini dimainkan oleh lebih dari jutaan gamer PC, mulai dari gamer casual hingga ke gamer profesional. Kompetisi game DotA 2 pada tingkat tertingginya, yang dinamakan The International, bahkan tercatat sebagai kompetisi game dengan hadiah luar biasa besar, lebih dari USD 1 juta! Dan yang paling menarik dari itu semua: game ini memiliki konsep free-to-play, dengan kata lain GRATIS!

Namun meski sangat popular, banyak gamer PC yang tidak memahami kebutuhan PC untuk bisa bermain DotA 2 dengan nyaman, sehingga permainan mereka terganggu dan tidak bisa mendapat pengalaman bermain yang maksimal.

DotA 2: Game Berat atau Ringan?

Berikut ini kebutuhan minimal (minimum system requirement) untuk bermain DotA 2, diambil dari situs resminya tanggal 22 Mei 2014:

  • OS: Windows 7
  • Processor: Dual core from Intel or AMD at 2.8 GHz
  • Memory: 4 GB RAM
  • Graphics: nVidia GeForce 8600/9600GT, ATI/AMD Radeon HD2600/3600
  • DirectX: Version 9.0c
  • Network: Broadband Internet Connection
  • Hard Drive: 8 GB available space
  • Sound Card: DirectX Compatible

Terlihat mudah untuk dipenuhi? Kami juga berpikir demikian. Hanya butuh CPU dual-core, RAM 4GB, dan kartu grafis kelas DirectX9, berarti sebagian besar PC murah di luar sana mampu untuk menjalankan DotA 2 selama koneksi Internet-nya lancar bukan? Ternyata tidak demikian!

Mengesampingkan faktor koneksi Internet, kami pernah beberapa kali membaca keluhan dari pemain game DotA 2 yang mengatakan bahwa PC-nya sering sekali mengalami gangguan performa berupa framerate drop/FPS drop yang signifikan, meskipun setting detail pada game-nya sudah diset pada tingkat minimal, dan PC-nya sudah melewati kebutuhan minimum yang diminta DotA 2.

 

Kebutuhan Framerate: Ternyata Tidak Cukup 30 FPS!

Framerate, atau Frame per second (FPS) seringkali menjadi acuan untuk melihat lancar-tidaknya sebuah game saat dimainkan, dengan 30 FPS menjadi ‘syarat minimal’ untuk permainan yang nyaman. Namun, kami menyadari bahwa 30 FPS bukan tingkat framerate yang bisa dikatakan nyaman pada sebuah game yang sangat kompetitif dan action-heavy ini.

Melalui diskusi dengan beberapa pemain DotA 2, kami mencari tingkat framerate yang bisa dianggap cukup ‘nyaman’. Kebanyakan diantara pemain DotA 2 pada tingkat kompetitif menyatakan bahwa mereka baru bisa mendapat perngalaman bermain yang maksimal dan mendapat respon input yang memadai saat nilai minimum FPS mereka berada pada kira-kira 45-50 FPS . Perlu diingat, tingkat framerate yang kami maksud disini bukan rata-rata FPS, melainkan nilai minimum FPS. 

Catatan tambahan: pada awalnya pengujian kami akan kebutuhan minimum FPS ini dibuat dengan pengukuran frametime, bukan FPS. Kami mengkonversi data frametime ini ke FPS (dan bukan frametime) karena lebih mudah dimengerti. Karena itu, kebutuhan 50 FPS (atau 20ms frametime) secara minimum ini dibuat dengan asumsi bahwa sistem tidak mengalami micro-stuttering saat gameplay berlangsung.

Kebanyakan Benchmark DotA 2 TIDAK Dilakukan pada Momen yang Tepat

Dota2_TeamFight

Kalau hanya membutuhkan 50 FPS minimum, akan sangat mudah untuk berasumsi bahwa sebagian besar GPU di luar sana tidak akan mengalami masalah dengan Dota 2. Bahkan banyak review di luar sana yang menunjukkan bahwa DotA 2 tidak terlalu membebani sistem PC modern, dan sangat mudah untuk dijalankan pada 60 FPS.

Sayangnya, kebanyakan pengujian performa DotA 2 kadang hanya dilakukan pada awal game, dan tidak dilakukan pada momen yang paling ‘berat’, yakni saat teamfight di menit-menit pertengahan hingga akhir game.

Kebutuhan akan tingkat minimum framerate yang spesifik, dan kesalahan pemilihan skenario benchmark ini yang akhirnya membuat banyak pengguna keliru memperkirakan kebutuhan DotA 2 karena sudah terlanjur dianggap sebagai game ‘ringan’. Tentunya, kesalahan pemilihan hardware akan berakibat fatal saat permainan DotA 2 dilakukan pada skenario kompetisi, Untuk itu, kami dari JagatReview merasa bahwa pengulasan lengkap akan performa PC, khususnya di game DotA 2 perlu dilakukan.

 

Benchmark DotA 2: Suatu Tantangan Tersendiri

Mungkin ada diantara anda yang bertanya-tanya, “Mengapa baru sekarang JagatReview membahas performa DotA 2? Mengapa tidak dilakukan di setiap review hardware?” Jawabannya cukup sederhana: DotA 2 adalah game yang baik, namun sebuah benchmark yang ‘buruk’. Dengan kata lain, menguji performa sebuah komponen di DotA 2 secara komprehensif amat sulit dilakukan.

Berikut ini beberapa ‘kelemahan’ DotA 2 yang kami temukan, dan membuatnya tidak benchmark-friendly:

  1. Tidak ada in-game benchmark
  2. Skenario pengujian yang berat terjadi setidaknya setelah 20-30 menit permainan
  3. Tidak mungkin mengulang permainan DotA 2 yang sama persis
  4. Tidak ada ‘preset’ grafis
  5. Patch berpotensi mengubah performa, dan merepotkan pengujian

Mungkin tidak adanya in-game benchmark dan ketiadaan preset grafis masih bisa ditolerir, namun mem-benchmark DotA 2 dengan real gameplay, seraya menjaga inkonsistensi permainan pada keadaan minimum adalah suatu hal yang tidak mudah, bahkan cenderung mustahil. Tidak ada satu match DotA 2 yang bisa diulang dengan sama persis! Lebih parahnya lagi, match ini bisa berlangsung kurang lebih 40-50 menit, dan bagian paling berat baru terjadi setidaknya setelah menit 30-an, dimana banyak pemain sudah mencapai level yang mencukupi untuk melakukan push ke lawan masing-masing, yang akan berujung pada heavy teamfight.

(Kesulitan benchmarking ini sama-sama kami temukan pada model game RTS seperti Starcraft 2, namun pada SC2 kami memiliki script khusus untuk melakukan benchmark)

Semua ini masih ditambah lagi dengan adanya kewajiban untuk sesekali melakukan game update/patch. Tidak terlalu berat kalau koneksi Internet yang dimiliki cukup kencang, hanya saja ada kekhawatiran bahwa patch yang diaplikasikan mengubah performa (walau ini jarang terjadi).

 

Target: Bangun Sebuah PC Gaming Murah Untuk DotA 2!

Berdasar akan rasa keingintahuan yang besar,  tim JagatReview  pun membulatkan tekad untuk melakukan serangkaian pengujian khusus, yang akan membahas performa berbagai hardware PC pada game DotA 2. Pengujian ini akan mencakup:

  • Mencari sebuah skenario real gameplay pada DotA 2 yang bisa cukup membebani PC modern
  • Menguji berbagai kombinasi opsi grafis pada Game ini dan pengaruhnya pada kualitas visual
  • Mengumpulkan berbagai kombinasi hardware PC untuk menjalankan DotA 2, dan menguji performanya
  • Mencari PC dengan konfigurasi semurah mungkin yang bisa menjalankan pengujian kami, dengan menjaga setidaknya minimum fps di 50 FPS, membuat PC ini bahkan bisa menangani Kompetisi DotA 2 sekalipun.

Mari mulai!

Daftar Isi

Halaman 1 (halaman ini): Overview, Target  Spesifikasi PC Murah untuk DotA 2

Halaman 2: Skenario Pengujian(+video), Pembahasan tingkat detail visual DotA 2, Daftar Hardware yang diuji

Halaman 3: Pengujian berbagai CPU dan GPU untuk DotA 2

Halaman 4: Merakit berbagai PC yang memenuhi persyaratan dan uji Performanya

Halaman 5: Kesimpulan

 

Daftar Isi
Pages: 1 2 3 4 5
Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES