in: News | May 25, 2014 | by: Friska Suryawinata

Review Film X-Men: Days of Future Past – Lebih Terfokus kepada Drama

X-Men-Days-of-Future-Past-banner

Nama “X-Men” untuk sebagian besar masyarakat mungkin bukanlah nama yang asing lagi. X-Men telah menjadi salah satu judul serial superhero Marvel yang cukup ikonik dan telah dikenal luas sejak kemunculan perdananya di tahun 1960an. Di Indonesia sendiri, mungkin ada sebagian dari Anda yang mengenalnya lewat film animasi yang pernah ditayangkan di layar televisi lokal kita di tahun 1990an. Franchise X-Men ini pun, karena kepopulerannya, akhirnya mendapat film layar lebar yang pertama kali tayang pada tahun 2000 lalu dengan Bryan Singer sebagai sutradaranya.

Film X-Men pertama pun mendapat sambutan yang cukup positif dari para penggemarnya. Namun disayangkan juga bahwa film-film X-Men selanjutnya harus mulai mendapatkan kritik yang cukup tajam terutama film X-Men: The Last Stand, di mana film ini mendapatkan banyak protes dari sejumlah fans X-Men. Franchise ini pun berlanjut dengan menayangkan X-Men: First Class yang mengisahkan latar belakang para tokoh utama semasa muda mereka yang mendapat respon positif kembali. Kini, melanjutkan kisah X-Men: First Class sekaligus “memperbaiki” kesalahan pada film X-Men terdahulu, 20th Century Fox meluncurkan film selanjutnya yaitu X-Men: Days of Future Past.

Kembali ke Masa Lalu untuk Masa Depan yang Lebih Baik

theres-an-end-credits-scene-after-x-men-days-of-future-past--heres-what-it-means-for-the-sequel

Di penghujung masa depan di mana para mutan harus hidup dengan teror dari Sentinel, robot yang dirancang khusus untuk memburu para mutan yang tersisa di Bumi, tersisalah beberapa mutan yang berhasil bertahan hidup dari kekejaman para robot Sentinel. Kelompok kecil mutan ini berhasil bertahan hidup dan mampu meloloskan diri dari serangan Sentinel berkat bantuan seorang mutan bernama Kitty Pryde yang memiliki kemampuan untuk mengantar kesadaran seseorang untuk kembali ke masa lalu sehingga mampu memperingati bahaya yang akan mereka temui.

x-men-days-future-past-official-trailer-2-01

Kemampuan uniknya inilah yang kemudian menarik perhatian Professor Charles Xavier, bersama dengan mutan veteran lainnya, untuk merencanakan pengembalian kesadaran seseorang menuju puluhan tahun lalu jauh sebelum robot Sentinel dibuat. Jika rencana mereka untuk memperingati diri mereka di masa lalu berhasil, maka robot Sentinel ini tidak akan memberikan teror seperti yang telah terjadi dan Bumi akan kembali damai seperti sedia kala. Untuk melaksanakan rencana tersebut, maka Wolverine, satu-satunya mutan yang memiliki kemampuan dan ketahanan tubuh untuk bisa dikembalikan ke masa lalu, mengemban misi untuk memperingati mereka dan mencegah masa depan yang distopia tersebut.

Terfokus Kepada Drama dan Perkembangan Cerita

X-Men-Days-of-Future-Past-Blink

Walau bertajuk sebagai film superhero dan action, X-Men: Days of Future Past tidak memberikan banyak adegan aksi yang bisa memuaskan mereka yang telah menunggu-nunggu adegan pertarungan para mutan tersebut. Namun hal itu bukan berarti menjadi kekurangan yang sangat fatal karena para penonton tetap disuguhkan ragam adegan aksi seru dari kemampuan para mutan tersebut ketika melawan robot Sentinel.

Film X-Men: Days of Future Past sendiri memiliki bobot cerita dan drama yang lebih unggul dan terfokus tetapi dikemas sedemikian rupa untuk bisa memberikan gambaran karakter serta emosi terutama para tokoh utamanya. Hal tersebut pun juga turut didukung dengan para artis yang bermain di dalamnya yang piawai untuk memainkan perannya masing-masing, sehingga penonton pun bisa melihat serta turut merasakan emosi yang dimiliki oleh para tokohnya.

X-MenDaysofFuturePastHughJackmanMichaelFassbenderJamesMcAvoyEvanPetersLS20thCenturyFox_article_story_large

Harus diakui bahwa film X-Men: Days of Future Past ini seolah seperti sebuah proyek film yang ambisius, di mana timeline installment ini diambil berdasarkan tiga film X-Men pendahulunya sekaligus juga memberikan kelanjutan dari film X-Men: First Class sendiri. Namun “penggabungan” keseluruhan aspek film franchise X-Men ini dapat dikemas dengan alur dan perkembangan kisah yang baik.

Sayangnya, bagi mereka yang tidak mengikuti X-Men sejak pertama kali tayang perdana di layar lebar, mungkin akan mendapatkan kesulitan untuk mengerti alur ceritanya. Lain hal dengan mereka yang telah mengikuti sejak awal atau bahkan minimal juga telah menonton X-Men: First Class yang telah mendapatkan gambaran seperti apa situasi yang dihadapi oleh para mutan tersebut. Walau dengan beberapa hal yang disayangkan tersebut, X-Men: Days of Future Past bisa menjadi salah satu film superhero pilihan yang layak untuk ditonton selama Weekend atau liburan minggu depan nanti, terutama bagi mereka yang tidak sabar ingin mengetahui kelanjutan dari X-Men: First Class.

052214_ent_xmen_640

Tanggal rilis: 21 Mei 2014
Genre: Action, Superhero
Durasi: 131 menit
Sutradara: Bryan Singer
Pemain: Hugh Jackman, James McAvoy, Michael Fassbender, Jennifer Lawrence, Halle Berry, Ellen Page, Peter Dinklage, Ian McKellen, Patrick Stewart
Studio: 20th Century Fox, Marvel Entertainment

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES