in: News | May 30, 2014 | by: Ozal

Visa-MasterCard: Teknologi Kartu Mesti Diganti

Dua raksasa penyedia kartu kredit, Visa dan MasterCard kini tengah mendorong upaya dalam mempercepat adopsi microchip ke dalam kartu kredit dan debit di Amerika Serikat. Keduanya berpandangan, teknologi strip magnetik hitam di belakang kartu tidak lagi bisa dijamin keamanannya dari kejahatan cyber.

visa

Mereka mengatakan, sudah waktunya pemegang kartu mendapat perlindungan alat pembayarannya melalui teknologi microchip pada kartu. Kartu dengan strip magnetik saat ini bisa mentransfer nomor kartu kredit pemiliknya ketika digesek ke alat pembayaran di retail. Nomor kartu kredit itulah bisa dengan mudah diakali oleh hacker kemudian disalin ke kartu lain, asal hacker berhasil meretas sistem komputer retail.

Sedangkan kartu ber-microchip hanya menggunakan kode sekali saja saat terhubung ke sistem point-of-sale (POS) retailer. Hasilnya, kartu tidak perlu mentransfer data penting ke siapa pun, kecuali pihak yang terlibat. Sejumlah ahli mengklaim, kartu dengan microchip ini hampir mustahil untuk disalin.

Saat ini, MasterCard dan Visa sudah mendapat dukungan dari sejumlah negara, seperti kanada, Meksiko, dan sebagian besar negara di kawasan Eropa Barat. Mereka ingin agar adopsi teknologi kartu yang lebih maju segera dipercepat.

Sayangnya, Amerika Serikat sebagai basis terbesar pengguna kartu Visa dan MasterCard, belum menyatakan minatnya pada teknologi kartu microchip. Negara Adidaya itu masih berkutat dengan teknologi kartu lawas. Alasannya, butuh biaya yang lebih besar dan perselisihan tentang bagaimana mengoperasikannya. Penolakan keras umumnya datang dari sejumlah retailer tertentu.

“Ini menjadi salah satu alasan penjahat cyber sering berkeinginan untuk menargetkan kartu yang dikeluarkan di AS yang masih menggunakan strip magnetik dan mudah ditiru,” kata Carolyn Balfany, kepala pengiriman produk MasterCard di AS, seperti dikutip dari Gadget NDTV.

Salah satu kartu terbitan MasterCard yang sudah mengadopsi microchip.
Salah satu kartu terbitan MasterCard yang sudah mengadopsi microchip.

Korban dari kartu strip magnetik sendiri sudah terjadi di Amerika Serikat belum lama ini. Pada Desember tahun lalu, data 40 juta kartu debit dan kredit pelanggan Target, salah satu retailer lokal terkemuka berhasil dicuri hacker. Setelah menjadi korban, akhirnya Target memutuskan untuk menggelar teknologi kartu pembayaran berbasis microchip di hampir 1.800 tokonya dengan investasi mencapai US$ 100 juta. Kartu tersebut baru akan beroperasi pada awal 2015 mendatang.

 

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES