in: Direct Release | July 16, 2014 | by: Jagat Review

[PR] Pemulihan Topan Filipina dipercepat dengan SAS® Visual Analytics

SAS® menganalisa tempat penampungan dan data kesehatan untuk tentukan tindakan demi kemanusiaan internasional

Jakarta, 14 Juli 2014 – International Organization for Migration (IOM) harus mengetahui fokus utama untuk menentukan sumber daya penting. Sebagai garda terdepan pada setiap krisis yang melibatkan kemanusiaan, IOM mengelola tempat penampungan dan mengkoordinasikan upaya kegiatan operasinal di tempat banyak orang berkumpul setelah terjadinya bencana alam, seperti pusat evakuasi, tenda-tenda, sekolah atau bangunan pribadi. Dengan menggunakan SAS® data visualization dan text mining, instansi mengidentifikasi dan relawan bergabung untuk membantu masalah penting terkait kesehatan, air, dan sanitasi di daerah-daerah yang hancur oleh Topan Super Haiyan.

SAS Visual Analytics display

Topan Super Haiyan memporak-porandakan wilayah Filipina pada November 2013, membunuh ribuan orang dan mengakibatkan sekitar 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Untuk mengkoordinasikan pelayanan dasar di pusat evakuasi, IOM menyediakan data ratusan tempat penampungan sementara kepada para partner di lapangan. Data tersebut mengungkapkan celah/kekosongan pelayanan sektor kesehatan, air, dan sanitasi di beberapa wilayah target yang disediakan untuk diberikan kepada Departemen Kesehatan, World Health Organization (WHO), UNICEF dan partner kesehatan lainnya sehinggadapat memastikan dengan tepat pemenuhan kebutuhan bagi para korban.

IOM juga membagikan data tersebut dengan SAS untuk proyek kemanusiaan sukarela. Badan tersebut memberikan data yang berbentuk Displacement Tracking Matrix (DTM), sebuah alat manajemen informasi yang melacak lokasi dan kebutuhan para korban.

IOM berkomitmen untuk memodernisasikan bagaimana mereka dan seluruh dunia dapat memiliki respon yang lebih baik kepada bencana-bencana yang terjadi. Projek yang dilakukan bersama SAS mendemonstrasikan besarnya data pada Excel dapat dengan cepat dan mudahnya dianalisa dengan SAS Visual Analytics untuk dapat ditunjukkan secara hampir real-time tentang informasidetil mengenai apa dan dimana saja bantuan dibutuhkan.

“Kami telah bekerja untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan mengembangkan alat praktis untuk badan pemerintahan, organisasi kemanusiaan dan komunitas yang terkena dampak,” ujar Ambasador William Swing, Director General IOM. “Kolaborasi SAS menyediakan alat yang tepat di saat yang tepat. Kami, para penerima manfaat dan mitra kami bersyukur atas kerjasama dan teknologi yang digunakan.”

Melacak kondisi berbahaya dan masalah kesehatan

SAS Visual Analytics mengorganisir dan menganalisa data untuk mengidentifikasi tempat penampungan dengan risiko kesehatan yang cukup berbahaya. Sebagai contoh, dalam hitungan menit setelah memasukkan data, sebuah peta mengungkapkan bahwa terdapat penampungan yang dapat dikategorikan berbahaya karena telah melebihi kapasitas, sumber air minum yang tidak baik dan masalah pembuangan sampah padat. IOM juga dapat dengan cepat menentukan sejumlah tempat dengan sejumlah besar keluarga yang masih tinggal di tempat penampungan sementara, atau sejumlah tempat yang mengalami pertumbuhan dramatis dari populasi tertentu yang rentan dalam waktu singkat.

Sebuah analisis teks mengungkapkan masalah kesehatan yang paling umum, Antara lain pernafasan atas dan gejala flu. Tetapi yang paling berbahaya adalah diare, demam, dan penyakit kulit pada orang-orang lanjut usia yang tinggal di daerah Leyte. Data DTM menghasilkan data yang dibagikan pada otoritas kesehatan lokal untuk mengatasi kebutuhan kesehatan mereka.

Memimpin ‘revolusi data’

PBB telah menyerukan “revolusi data” di mana banyak data yang dipublikasikan, data statistik yang mendukung pengambilan keputusan publik dan swasta, dalam transparansi dan akuntabilitas yang berguna untuk membangun kepercayaan antara masyarakat dan negara. IOM telah membuat data publik selama bertahun-tahun, dan kini memimpin gelombang berikutnya dari revolusi data dengan melalui statistik dan analisis bagi khalayak umum.

Analisa terbaru SAS Visual Analytics dapat ditemukan pada laporan terbaru IOM yakni laporan tentang Philippines recovery.

IOM berharap dapat menciptakan platform yang sama yang dapat dengan cepat mengurangi waktu untuk menganalisa dan memvisualisasikan indikator pengungsian, dan dapat menyampaikan laporan yang lebih mendalam tentang kebutuhan khusus dari setiap krisis. Dengan platform ini akan semakin mudah untuk membagikan kepada Negara yang telah mengadopsi cara yang sama.

Insight penting di media sosial

IOM terus berinovasi guna menemukan cara-cara baru untuk menggunakan data untuk menentukan tindakan mengatasi bencana, termasuk menggunakan media sosial untuk melengkapi celah informasi yang ada.

Ditengah kesibukan dalam merespon setiap bencana, mengumpulkan informasi dengan cepat dalam kondisi banyaknya pulau-pulau di Negara Filipina merupakan sebuah tantangan yang sangat bersar. Hal ini terutama berlaku pada bencana Haiyan, dengan layanan telepon yang tidak berfungsi hampir di seluruh wilayah Filipina. “Hari-hari setelah topan melanda, IOM perlu mengetahui kondisi di kota pesisir tenggara Guiuan, seperti apa bantuan yang telah tersedia di pusat-pusat evakuasi,” ujar Nuno Nunes, Global CCCM Cluster Coordinator untuk bencana alam.

Dengan jumlah populasi mendekati 50.000 jiwa, Guiuan telah lama dikenal dengan keindahan pantai dan industri perikanannya. Sementara pada analisa text mining pada lebih dari 10.000 postingan Twitter menunjukkan total kehancuran struktural di Guiuan, dari hasil analisa tersebut dapat dikonfirmasikan dengan Palang Merah yang telah mendistribusikan makanan dan tim darurat pengobatan Australia telah berada di lokasi.Lalu berlanjut dengan fokus pada apa yang paling dibutuhkan rumah sakit lokal– obat-obatan mendasar seperti antibiotikdan bensin untuk generator, sehingga layanan rumah sakit yang sangat penting dapat tercapai yaitu semakin banyak memberikan perawatan kesehatan.

“IOM telah berada pada posisi yang tepat untuk memodernisasikan upaya respon kemanusiaan global dan menyelamatkan banyak nyawa. Efisiensi dan pendalaman analisa akan memberikan keuntungan bagi organisasi pemberi bantuan dan negara yang tergantung pada informasi pengumpulan data yang dilakukan selama krisis berlangsung,” ujar I-Sah Hsieh, Global Manager of International Development SAS. “Kami terus mencari cara untuk membawa lebih banyak inovasi melalui praktik analytics yang telah terbukti.”

SAS Visual Analytics membebaskan pengguna untuk dapat mengeksplor seluruh data, dalam segala ukuran,bukan hanya contoh saja/ sampel. Pengguna dapat menemukan pola, mengidentifikasi setiap kesempatan untuk analisis yang lebih lanjut, dan menyampaikan hasil yang mudah dipahami dalam bentuk bagan/ chart, grafik dan animasi, melalui laporan di website atau iPad® dan tablet Android. SAS juga dapat dengan cepat mengidentifikasi pola, tren dan keterkaitan yang tidak terlihat hingga ditampilkan pada grafik. SAS Text Miner menganalisis sejumlah besar data terstruktur atau tidak terstruktur untuk mengidentifikasi pola-pola dan hubungan antara kata-kata dan frase.

Tags:

Share This:

Comments

RANDOM ARTICLES